
Agar dapat melepaskan ajian kesaktian 'Kepalan Palu Lutung Menggenggam Guntur' diperlukan tenaga dalam yang sangat tinggi. hal ini membuat 'Raja dan Ratu Lutung Sakti' untuk sesaat tidak mampu untuk kembali menyerang lawan. perlu waktu hampir sepuluh tarikan nafas bagi mereka untuk dapat memulihkan aliran tenaganya.
Sementara itu dilain penjuru kembali tujuh orang murid perguruan silat 'Lutung Ciremai' menjadi korban keganasan ilmu 'Sepasang Pengemis Bangkai' yang terus melakukan pembantaian. salah satu korbannya adalah Samba, orang termuda dari tiga murid utama padepokan Lutung Ciremai.
Pemuda yang tidak sabaran ini hampir mati dengan kepala pecah tersambar jurus maut dari salah satu Pengemis Bangkai yang bertubuh kurus pendek jika saja rekannya yang bernama Darmanik tidak keburu mencegat pukulan lawan dengan bacokan golok lengkungnya.
Meskipun demikian angin pukulan lawan tetap menghajar tubuh pemuda itu hingga dia sempat muntah darah sebelum terkapar pingsan. sementara golok Darmanik sendiri sampai patah tiga bagian dihantam telapak tangan lawan yang menebar hawa hitam panas disertai bau busuk menyengat.
Melihat semakin banyak muridnya yang tewas terbunuh, Raja Ratu Lutung Sakti meraung murka. tanpa perduli tenaga saktinya yang baru pulih dengan beringas kedua suami istri bermuka mirip monyet itu berkelebat cepat melabarak Sepasang Pengemis Bangkai.
Sambil meracau seakan kawanan monyet sedang mengamuk kesepuluh jari tangan mereka yang berbulu putih kecoklatan lurus terkembang lalu menghantam. puluhan cahaya dan asap putih panas menderu ke depan. itulah jurus 'Jari Lutung Nirwana.!'
Kedua pengemis tua jahat yang kabarnya baru mendirikan suatu perkumpulan silat kaum pengemis yang dinamai perkumpulan pengemis 'Periuk Petaka' itu tidak menyangka bakal diserang oleh kedua orang tua bermuka monyet itu. meskipun demikian mereka sama sekali tidak menjadi panik malah semakin bernafsu menghabisi murid perguruan Lutung Ciremai yang tersisa, karena mereka tahu kedua rekannya tidak akan tinggal diam.
''Lutung tua keparat., pertarungan diantara kita belum selesai.!'' rutuk Nyai Dupa Tumbal. ''Dasar dua monyet tua bangka sialan. nyawa sendiri belum tentu selamat masih berkhayal hendak menolong muridmu. mampuslah kalian.!'' si 'Tampan Suling Emas Pencabut Sukma' turut membentak. bersamaan kedua pesilat kejam itu lepaskan ilmu kesaktian masing- masing.
Berpuluh- puluh sinar panas semerah bara sebesar potongan lidi menyambar bagai hujan jarum berapi. didahului suara tiupan suling yang menghentak jantung, tiga larik cahaya kuning keemasan yang meliuk bagai ular melesat cepat menembus udara gelap menghadang jurus kesaktian 'Jari Lutung Nirwana.!'
Dilihat dari tingkatan tenaga kesaktian yang berlipat lebih mengerikan, kedua orang tua muda itu sudah lepaskan jurus yang lebih dahsyat lagi. selain untuk membendung jurus Raja Ratu Lutung Sakti, mereka juga punya niatan agar dapat sekalian menghabisi lawan atau setidaknya membuat keduanya terluka parah dalam sekali hantam.!
__ADS_1
Maka tanpa ragu Nyai Dupa Tumbal kerahkan ilmu kesaktian terhebatnya yang dinamai 'Hujan Dupa Neraka'. seakan tidak mau kalah si Tampan Suling Emas Pencabut Sukma juga lepaskan jurus terkuat yang dia miliki meski belum sempurna dikuasainya. ''Rasakanlah jurus 'Tiga Nada Ular Emas Setan'. Haa., ha., mampus kalian monyet tua bangsat.!''
Menyadari tindakan lawan Raja Ratu Lutung Sakti terpaksa harus memecah kekuatan pukulan saktinya. sebelah tangan tetap lurus menggempur Sepasang Pengemis Bangkai, jemari tangan lainnya bergerak mengibas ke belakang untuk menahan serangan kedua lawannya. empat ilmu kedigdayaan saling libas beradu kekuatan.!
'Whuuuuss., whuuuuss.!'
'Sheeeeett., sheeeeett., shaaaatt.!'
'Blaaaaamm., blaaaaamm., blaaarr.!'
Meskipun jurus Jari Lutung Nirwana sanggup memaksa Sepasang Pengemis Bangkai untuk mundur menjauh juga menyelamatkan para muridnya dari kematian, namun karena terpecahnya kekuatan ilmu itu membuat dua ketua perguruan Lutung Ciremai terpental bergulingan akibat tidak sanggup menahan dua jurus ganas yang dilepaskan Nyai Dupa Tumbal dan si pemuda sombong rekannya.
Saat mereka hendak bangkit tubuh kedua orang tua itu gemetaran jatuh terduduk dan muntah darah kehitaman. beberapa bagian kulit tubuh berbulu mereka koyak penuh luka menganga terbakar bara api. ''Jaa., jaha., jahanam. haa., habis., habislah sud., dah., see., semua., nya.!'' rutuk Nyi Kunarsih alias si Ratu Lutung Sakti tersengal.
''Sii,, sial., lan. aa., apak., apakah ini aakh., akhir dari rii., riwa., yat per., guu., guruu., aan Luu., Lutung Cire., mai kita.?'' gumam Ki Tirtayasa atau Raja Lutung Sakti dengan suara lirih terbata- bata penuh kesedihan. rasa penasaran dan putus asa yang sangat mendalam jelas terpancar dari ucapan mereka berdua.
''Hee., he., kuakui ilmu kesaktian kalian dua tua bangka bermuka monyet sangat tinggi. tapi itu tetap tidak berguna dihadapan kita berlima. padahal satu kawan kami si 'Gadis Berwajah Tengkorak' belum turun tangan menggempur kalian semua..'' ucap Nyai Dupa Tumbal tertawa terkekeh sembari permainkan asap pedupaannya.
Tanpa sadar Raja dan Ratu Lutung Sakti tolehkan kepalanya memandang sekeliling. kesedihan dan dendam semakin terlihat saat memandang mayat para muridnya yang tinggal belasan orang. mata mereka berhenti pada sesosok tubuh indah wanita langsing berbaju hitam ketat namun mempunyai raut muka nyaris tembus pandang seseram setan yang sedari awal datang tidak pernah bicara atau bergerak dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Keheningan yang mencekam hati semakin menindas perasaan. para murid Lutung Ciremai tanpa diperintah sama merapatkan diri dengan golok terhunus. biarpun mereka sadar sangat sulit lolos dari elmaut namun mereka bertekat melawan sampai ajal menjemput.
Sekilas semua murid itu sama tersenyum dan menganguk hormat pada kedua guru mereka yang masih terkapar, seakan itu isyarat ucapan terima kasih atas semua pengajaran yang telah mereka dapatkan selama ini. mungkin juga sebagai bentuk salam perpisahan serta satu penegasan bahwa mereka bukanlah kaum pengecut.
''Kurasa waktunya sudah tiba bagi kalian semua untuk pergi ke neraka. tapi agar tidak jadi setan penasaran., kami akan sedikit berbaik hati mengatakan siapa adanya pihak yang berada dibelakang kami. kedua orang tua yang sudah jadi mayat itu cuma tahu membayar mahal saja, tapi mereka belum layak untuk memberi perintah pada kami berlima..'' ujar Pengemis Bangkai bertubuh kurus jangkung seraya lemparkan sebuah benda kecil hitam ke tengah pelataran.
Benda aneh berupa bendera hitam yang lapat- lapat menebarkan aroma darah busuk itu tepat menancap hanya dua jangkauan tangan saja dari tempat Raja dan Ratu Lutung Sakti tergeletak. angin dingin diawal pagi yang berhembus kencang mengibarkan bendera kecil kain hitam itu.
Raut muka suami istri tua bermuka monyet itu sama memucat. ''Habislah kita semua..'' keluh mereka dalam hati saat melihat lukisan dua buah gapura besar berlatar belakang bulan purnama berselimut lelehan darah. dari kejauhan suara kokok ayam jantan terdengar menandakan malam bakal berganti pagi hari. hanya mungkin sayangnya., tidak akan ada seorangpun anggota padepokan Lutung Ciremai yang sempat menikmati indahnya awal pagi.
Tanah pelataran didepan padepokan itu sedikit terang. cahaya mentari dari balik gunung membuat pemandangan disana mulai terlihat lebih jelas. seiring pergantian hari telinga semua orang sama mendengar suara siulan lagu yang menyedihkan hati. meskipun tidak ada seorangpun yang tahu siulan lagu sedih itu mengisahkan tentang apa namun jiwa semua orang sama bergidik.
''Biasanya hatiku merasa sangat senang jika pagi hari telah tiba. tapi sekarang., justru diriku inginkan kegelapan dapat mengiringi kematian kalian semua..'' satu suara dingin yang datar tanpa perasaan dan entah berasal dari mana terdengar mengejutkan hati semua orang.
Lebih mengerikan lagi muncul sepuluh larik cahaya merah kehitaman laksana cakar burung buas yang menyambar ganas tubuh Sepasang Pengemis Bangkai. anehnya suasana pelataran yang sedikit mulai terang mendadak kembali gelap pekat. hawa panas menyengat dan tajam berkelebat mencabik korban. itulah jurus 'Cakar Burung Hantu Pemuja Kegelapan.!'
*****
Asalamualaikum. salam sehat sejahtera. Maaf., kalau dibawah ada tulisan Author sedang berusaha untuk menulis., itu mungkin bohong, ngapusi, mbujuki, tipu tok. karena bisa saja authornya sedang π΄π€tidur. atau pacaran disana ππ€, Terima kasih. Wasalamualaikum. π
__ADS_1