Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Prinsip.


__ADS_3

Hujan gerimis yang turun bersama dengan hembusan angin menambah dinginnya udara di pagi hari itu. bahkan sinar mentari yang baru saja muncul seketika lenyap tertutup gumpalan awam mendung. biasanya suasana seperti ini membuat orang malas beranjak dari pembaringan dan lebih memilih untuk menarik selimut untuk melanjutkan tidurnya.


Bagi yang sudah bersuami istri, utamanya para pengantin baru keadaan ini mungkin lebih mengasyikkan. mereka lebih memilih untuk terus berdua dan ber 'indehoy' di dalam kamarnya tanpa perduli dengan omongan orang lain. demikian juga dua orang muda- mudi yang terus bergumul diatas ranjang ini.


Meskipun mereka bukan pasangan pengantin baru malah bukan pula suami istri dan kamar tempat keduanya melakukan adalah salah satu ruangan di dalam rumah penginapan paling mewah yang ada di sebelah utara kota kadipaten Sumedang, tapi mereka sudah memesannya untuk satu minggu ke depan. gilanya yang mereka sewa bukan cuma satu kamar melainkan seluruh bagian dari rumah penginapan itu.!


Bagian dalam kamar itu juga sangat bagus dengan harga sewa paling mahal. orang yang sanggup menyewa kamar kelas atas seperti ini pastilah bukan sembarangan. paling tidak dia mesti berasal dari kalangan ningrat, saudagar kaya, para pejabat tinggi kerajaan atau tokoh- tokoh penting dunia persilatan yang punya pengaruh dan nama besar.


Satu suara lenguhan berat bercampur jeritan wanita yang panjang tertahan itu sampai terdengar di luar kamar. dua orang lelaki kekar yang berjaga di luar pintu kamar sekilas saling lirik dan terkekeh, sementara dua orang rekannya yang duduk tidak jauh dari sana sambil meneguk tuak yang terhidang diatas meja hanya geleng kepala sembari saling berbisik.


''Hee., he., ini yang ketiga kalinya wanita penghibur itu menjerit. kehebatan tuan muda dalam soal memuaskan perempuan memang tidak tertandingi. Huhm., membuat diriku iri saja..'' gerutu lelaki yang bertubuh gemuk pendek dengan rambut jabrik. ''Makanya., saat ada kesempatan nanti, kau harus tanyakan apa jamu rahasianya..'' sahut kawannya yang berkepala lonjong.


Di dalam kamar yang diterangi cahaya pelita minyak jarak itu terlihat sepasang muda- mudi yang telanjang bulat bermandi keringat. si wanita muda tidur terlentang dengan kedua buah dadanya bergerak turun naik seiring tarikan nafasnya yang setengah tersengal. seluruh bagian auratnya terlihat jelas. meski nampak kelelahan tapi anehnya bibirnya menyunggingkan senyuman.


Pasangannya seorang lelaki tampan yang umurnya mungkin masih dibawah tiga puluh tahun dengan tubuh tegap bersih. dia nampak berbaring santai setengah duduk di sandaran tempat tidur sambil sesekali menghisap pipa cangklong berisi tembakau yang bercampur daun candu. biarpun berparas gagah tapi ada kesan sombong dan jahat dari dalam dirinya.


''Sedari tadi tuan muda sibuk menghisap pipa cangklong, memangnya itu lebih nikmat jika dibandingkan tubuh saya.?'' sindir wanita muda berparas cantik itu setengah merajuk. ''Kau jangan menganggap remeh isi ramuan pipa cangklong yang kuhisap ini. dengan takaran dan racikan bahan yang tepat dapat memberikan kekuatan sejati bagi kaum pria dalam urusan menggauli wanita. kau sudah merasakannya sendiri bukan.?'' ujar lelaki muda itu balik menyindir.


Wanita itu terkikik pelan. dengan penuh nafsu dia bangkit sembari memeluk tubuh lelaki di sampingnya. ''Aku mengakuinya tuan muda. kau., kau memang sangat perkasa. biarpun hampir menangis kewalahan tapi aku suka. asalkan dapat selalu bersamamu diriku rela melakukan apapun. kau jangan pernah pergi dariku tuan muda..'' rengek wanita itu manja.


''Ooh, benarkah kau mau melakukan apapun untukku.?'' tanya pemuda itu menyeringai sambil tangannya membelai wajah cantik di depannya. wanita itu tersenyum mengangguk dengan pandangan mata genit. saat hendak bicara mendadak kedua matanya mendelik. seiring bunyi 'Kreek., kreesk' yang pelan tubuh perempuan bugil itu merosot dari pelukan dada si lelaki muda. wanita itu masih sempat berkelojotan kejang- kejang dengan leher dan kepala setengah terpeluntir ke belakang sebelum akhirnya diam tidak bergerak.

__ADS_1


''Meskipun kau termasuk menyenangkan tapi sayangnya perempuan penghibur sepertimu sudah banyak di sekitarku. Ashh., pelacur sialan ini tetap saja mampu menguras tenagaku..'' gumam pemuda itu sambil mengusap jemari tangannya yang baru saja mematahkan tulang leher wanita teman kencannya. alis matanya mengernyit saat telinganya mendengar ada suara ribut di luar kamarnya, seakan ada seseorang yang hendak memaksa masuk.


Tapi keributan itu kiranya cuma berlangsung sekejap saja karena setelah itu kesunyian kembali terjadi. lelaki itu mendengus sinis. dalam kehidupannya dia sudah terbiasa mengalami percobaan pembunuhan tapi anak buahnya selalu dapat mengatasinya. orang yang berniat membuat masalah diluar kamar tadi pastilah sudah dihabisi bawahannya.


Angin dari luar yang masuk melalui celah jendela membuat ruangan yang barusan terasa panas menjadi dingin. meskipun punya ilmu kesaktian tinggi dan latar belakang yang luar biasa namun entah kenapa lelaki itu merasa kalau udara dingin di dalam kamarnya saat ini membuat dirinya merinding. dengan bergegas dia meraih pakaian jubah hitamnya yang tergantung di dinding ruangan.


Baru saja hendak keluar kamarnya, mendadak besi pegangan pintu sudah dibuat hancur dari luar. pintu kayu tebal terhempas mencelat remuk menjadi serpihan. sepasang tangan tahu- tahu telah datang menghantam. satu tangan terkepal bercahaya kuning keemasan dan hitam membentuk kepala seekor naga.


Sebaliknya, sebelah tangan kiri berkelebat laksana cakar burung hantu buas. kilatan- kilatan cahaya merah juga hitam turut menderu seiring udara sekitar yang anehnya menjadi gelap meredup. gelombang hawa sangat panas membakar disertai suara meraung ganas menyertai datangnya kedua serangan itu.!


Bukan olah- olah kagetnya pemuda berjubah hitam itu. dengan membentak keras diantara rasa gusar dan ngeri dia bertindak sangat cepat. sambil bergerak mundur pemuda itu lepaskan empat pukulan sakti sekaligus yang mengeluarkan sambaran sinar merah disertai gumpalan asap beracun. bentrokan kekuatan sakti terjadi. seisi kamar hancur berantakan hingga atap dindingnya jebol terbakar.!


Dua bayangan hitam terlihat saling hantam di udara. walaupun hanya berlangsung tidak lebih dari tiga atau empat gebrakan jurus tapi yang mereka gunakan adalah ilmu kesaktian tingkat tinggi yang luar biasa dan sangat menakutkan. ledakan beruntun dan kobaran api yang membakar bangunan rumah penginapan seolah tidak mampu dipadamkan oleh curah hujan dalam waktu singkat.


Di dahului suara jeritan ngeri sesosok tubuh berjubah hitam terlempar keluar dan jatuh terkapar di jalanan. sosok itu tidak dapat lagi dikenali sebagai manusia karena kepalanya terpecah tinggal separuh dan hangus. begitu juga dengan badannya, nyaris hanya tinggal onggokan tulang- belulang dan serpihan sisa daging gosong.


Pemuda berbaju gelap dan bercaping bambu itu sesaat masih berdiri di samping kusen pintu salah satu kamar penginapan yang berderak hendak roboh. sepasang mata dingin tanpa perasaan apapun menyorot tajam dari balik capingnya yang sudah butut. setelah menghela nafas dia membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar melewati undakan anak tangga menuju lantai bawah rumah penginapan yang turut terbakar di beberapa bagian.


Langkah- langkahnya yang aneh terlihat pelan dan menyeret seperti cacing merayap. kaki kiri pemuda ini cacat. sebatang tongkat besi hitam membantunya berjalan menuruni tangga. meski suara ketukan ujung tongkat yang menyentuh lantai seperti berirama dan teratur tapi justru mendatangkan perasaan seram dihati pendengarnya.


Mata dibalik caping itu melirik sekelilingnya. di sana terlihat bergelimpangan belasan sosok tubuh yang sudah tidak bernyawa baik di lantai bawah ataupun atas. dengan tongkat besi hitam di tangannya dia dengan mudah membuat lubang hangus pada tengah dahi, tenggorokan juga jantung lawan sebelum menerobos masuk ke dalam kamar tempat pemuda berjubah hitam berkencan dengan wanita pelacur.

__ADS_1


Berjalan pelan diantara mayat- mayat yang menjadi korbannya tidak membuat pemuda itu merasa senang ataupun menyesal. karena sejujurnya jiwanya telah hambar. malah kadang baginya., perbuatan membunuh itu tidak ada bedanya dengan bernafas, makan- minum ataupun tidur. bersamaan dengan suara gemuruh keras dan robohnya bangunan rumah penginapan itu, tubuh si pemuda pincang juga turut lenyap dari sana.


Di salah satu sudut kadipaten Sumedang terlihat seorang pemuda berpakaian gelap yang basah kuyup. dengan duduk bersandar didinding anyaman bambu sebuah warung makan yang tutup karena hujan lebat dia mencari perlindungan dari guyuran hujan. dengan tenaga dalamnya dia membuat baju yang basah seketika mengering dan tubuhnya menjadi hangat.


Dengan malas pemuda itu mengeluarkan sebuah gulungan kain kecil yang di penuhi dengan coretan tulisan. di bagian paling atas terdapat tulisan, 'Perguruan silat Gajah Guntur' di lereng gunung Gajah. si 'Alap- Alap Bersayap Baja' pimpinan kaum penadah barang curian 'Alap- Alap Hitam'. Gerombolan perampok 'Seribu Mambang' dari hutan Mambangan. Keluarga Ki Braja Kencana, bekas pembesar Pajajaran yang menghasut perpecahan diantara pejabat keraton agar mendukung salah satu putranya untuk menjadi panglima kerajaan.


Selain nama- nama orang diatas masih ada beberapa nama lain yang tertulis di kain itu. tapi sepertinya si pemuda terlalu malas untuk membacanya. dia lebih tertarik dengan tulisan di bagian bawahnya. ''Diantara nama sasaran yang kuberikan padamu, cuma gerombolan rampok Seribu Mambang saja yang tidak diketahui jejaknya. mereka seolah lenyap dari sarangnya begitu saja..''


''Satu orang lagi mesti kau pikirkan baik- baik lebih dulu sebelum memutuskan untuk membunuhnya. dia seorang pemuda yang doyan main perempuan. aku tidak tahu jelas kedudukannya dalam partai Gapura Iblis tapi sangat mungkin orang bernama Gandara ini punya hubungan dekat dengan salah satu petinggi partai. kudengar saat ini dia sedang mengemban suatu tugas rahasia di wilayah Sumedang..''


''Manusia yang gemar berfoya- foya serta selalu dilindungi belasan anak buahnya yang pastinya membekal kepandaian hebat ini kabarnya digadang- gadang akan menjadi tulang punggung partai Gapura Iblis dimasa depan. dia dianggap salah satu yang terbaik dari golongan muda hasil didikan partai..''


Tidak disebut nama si penulis di kain kumal itu. cuma terdapat gambar kepala seekor harimau yang lebih mirip kucing penyakitan. pemuda pincang bercaping itu menyeringai. untuk membunuh seorang musuh dia tidak pernah mau berpikir panjang. asalkan layak di bunuh pasti dia cabut nyawanya tanpa ragu. itu adalah sejenis aturan keras atau di jaman sekarang disebut sebagai prinsip yang dia pelajari dari seorang kenalan sekaligus bekas saingannya di masa lalu.


''Kalau kau hendak membunuh orang, paling gampang serang pada titik kelemahannya. jika tidak ketemu kelemahannya, maka buatlah dia menjadi lemah. itulah pedoman utama dalam membunuh.!'' orang yang mengatakan semua itu adalah seorang pembunuh bayaran terkenal di rimba persilatan yang di gelari si 'Ular Sakti Berpedang Iblis.!'


Gandara suka bermain perempuan. maka itu juga menjadi kelemahannya. meskipun pemuda bernama Gandara ini mempunyai ilmu kesaktian sangat tinggi tapi tetap tidak akan berguna jika berhadapan dengan murid lima dedengkot persilatan aliran hitam dari 'Lembah Seribu Racun.!'


...........................


Jangan lupa tuliskan komentar Anda jika suka👍. Terima kasih🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2