Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Gairah Nyi Rondo Kuning.


__ADS_3

Dengan bantuan sebatang ranting kayu kering tangan pucat berotot kehijauan itu mengorek- ngorek bagian bawah perapian. lima buah ubi bakar yang sudah agak hangus kulitnya dan berselimut sedikit bara api tercongkel keluar. seolah tanpa merasakan panas kedua orang itu mengambilnya.


Dengan sedikit kupasan, kulit ubi setengah gosong sudah tersingkap. tanpa perduli masih mengepulkan asap panas kedua orang lelaki berbaju gelap dan putih inipun melahapnya sebagai hidangan makan malam. angin yang berhembus terasa lebih dingin. mereka cuma saling diam dengan pikiran masing- masing.


''Meskipun aku yakin orang berjuluk 'Pendekar Harimau Putih' ini tidak bicara dusta, namun diriku masih sulit mempercayai kalau dia adalah satu- satunya pewaris langsung dari perkumpulan silat 'Kipas Sangkala' yang masih hidup..'' batin pemuda pucat berbaju gelap bernama Pranacitra ini sambil melahap ubi bakarnya.


''Sayangnya aku tidak begitu paham tentang perguruan silat yang sudah lama musnah itu. tapi dari cerita yang pernah kudengar, mereka terkenal sangat kuat pada jamannya. biarpun jarang muncul untuk unjuk gigi didunia ramai dan tidak suka memihak, diseluruh wilayah timur dan tenggara hampir tidak ada pihak yang berani mencari perkara dengan mereka..''


Masih dalam merenung lelaki brewok berbaju putih dan gagah kekar itu sudah menegurnya. ''Apa yang ada dalam pikiranmu sekarang ini 'Gelandangan Hantu'., jangan katakan kalau kau ingin membatalkan kesepakatan kita. tapi jika itu maumu., aku juga tidak akan memaksa. anggap saja diriku sudah berlaku tolol hingga salah menilai hati orang..'' gumamnya sinis.


Yang disindir sesaat masih diam menunduk sebelum bicara, ''Banyak pendekar hebat dan punya nama baik di dunia persilatan ini. tapi kenapa kau justru memilihku, orang yang dikenal sebagai pemuda bajingan bernama busuk serta punya banyak sekali musuh.?''


''Haa., ha., meskipun semua yang kau bilang itu benar, tapi sayangnya mereka yang terkenal punya nama baik dan mentereng kebanyakan cuma kaum munafik yang hanya besar nama belaka. dihadapan yang lebih lemah saja mereka berani bertindak seolah ksatria sejati. tapi jika bertemu lawan lebih kuat, keberanian mereka surut bahkan mungkin berubah menjadi pengecut dan penjilat..''


''Kau tahu., aku sudah mengamati dirimu sejak lama. meskipun dalam beberapa kejadian kau juga menghabisi para pesilat aliran putih, tapi itu dikarenakan merekalah yang berlaku dungu dan tidak tahu diri hingga terlalu mendesakmu kejalan buntu. padahal dirimu sudah memberi ampunan pada mereka. kalau sudah demikian hanya ada pilihan membunuh atau mati terbunuh..''


''Lagipula., diantara para pesilat aliran putih yang jadi korbanmu, banyak juga yang hanya berkedok topeng suci padahal sebenarnya mereka punya hati yang culas dan licik. contohnya saja ketua perguruan 'Naga Biru' dari gunung Semeru. jika tidak terbongkar mungkin sampai saat ini mereka masih dianggap sebagai salah satu panutan aliran putih. orang seperti itu memang sudah layak untuk mampus.!'' tandasnya geram.

__ADS_1


''Pendek kata., nama baik dan mentereng atau julukan busuk yang menyeramkan bukanlah suatu jaminan. sebab apa yang terlihat serta terdengar belum tentu sama dengan kenyataan yang sesungguhnya. karena tidak seorangpun tahu yang berada dalam hati dan pikiran manusia..''


''Walaupun dirimu punya seribu gelaran buruk serta banyak riwayat cerita gelap yang jahat tentangmu diluaran sana, tapi kuyakin masih ada hati nurani dalam jiwamu..'' ujar Pendekar Harimau Putih acungkan jempolnya sembari melahap habis ubi bakarnya.


Pranacitra diam termangu, karena selama ini telinganya sudah teramat sering mendengar cibiran dan makian kotor bercampur ketakutan jika orang menyebut tentang dirinya. namun orang didepannya malah tanpa ragu memuji dirinya. sejujurnya dia malah merasa aneh dan risih diperlakukan seperti itu.


''Hhem., jika itu sudah menjadi keputusanmu, meskipun diriku tidak berani menjamin keberhasilan kesepakatan ini tapi akan aku usahakan semampuku agar tidak sampai mengecewakanmu..'' ujar si pincang ulurkan tangannya yang disambut lelaki itu dengan genggaman mantap.


Empat bulan kemudian.,


Rumah makan sekaligus tempat penginapan yang berada di pinggiran kadipaten Jepara itu hampir tidak pernah sepi pengunjung, meski letaknya agak terpencil ditepian hutan dan terlindung dibalik pepohonan. selain harganya cukup murah rasa masakan disana juga enak. apalagi., pemilik serta para pelayannya adalah kaum wanita cantik dan ramah kepada para pengunjung.


Bangunannya sangat luas dan terdiri dari dua tingkat. kemampuan Nyi Rondo Kuning dalam menjalin hubungan baik dengan banyak orang dari kalangan berpengaruh membuatnya tidak khawatir akan adanya gangguan dari pihak lain. apalagi dia serta anak buahnya bukanlah kaum wanita lemah yang gampang ditindas.


Dibagian belakang bangunan terdapat sebuah kolam pemandian air panas yang terdiri dari petak- petak berbatas susunan batu. hanya pengunjung berkantong tebal dan pelanggan tertentu saja yang dapat mandi ditempat ini serta melakukan apapun yang mereka sukai, temasuk juga bermain perempuan sambil berendam.


Seorang pemuda gagah namun sedikit kurus dan pucat terlihat berendam dalam kolam beraroma bunga dan ramuan obat. kulitnya yang dipenuhi goresan bekas luka benda tajam nampak memerah dan mengepulkan asap. air kolam beriak mendidih. gulungan kabut tipis disertai kilatan cahaya merah hitam muncul sejengkal diatas kepala si pemuda.

__ADS_1


Saat sepasang mata dinginnya terbuka, disertai hentakan kedua telapak tangan keatas terdengar letusan keras. gemuruh air kolam berpusaran lantas semburat keluar sampai tinggal separuh. untungnya ruangan yang terpisah itu dibuat sangat kuat dan kedap suara hingga tidak terdengar pengunjung lain.


Pranacitra sesaat tetap berendam dalam kolam air panas yang berangsur tenang. meski sekujur kulit tubuhnya masih terasa panas melepuh, tapi dia tahu kalau usaha kerasnya untuk menguasai rahasia ilmu 'Peningkat Tenaga Dalam Dan Panca Indra' sudah mencapai keberhasilan.


Aliran tenaga kesaktian, hawa murni serta jalan darahnya sudah meningkat beberapa tingkat lebih kuat. pendengaran, penglihatan, penciuman serta perasaannya juga jauh lebih tajam dari sebelumnya. meskipun ruangan pemandian itu dibuat terpisah dan kedap suara namun dia masih dapat mendengar sebagian pembucaraan pengunjung rumah makan yang berada agak jauh dibagian depan.


Nyi Rondo Kuning masih terbaring telanjang bulat diatas pembaringan. tubuhnya yang agak gemuk namun padat sintal terlihat berkilat bersimbah keringat. buah dadanya yang besar bergerak teratur turun naik. biarpun matanya terpejam tapi bibir merahnya yang sedikit tebal menyunggingkan senyum kepuasan.


Di tepi ranjang berseprei kuning itu duduk bersandar Pranacitra yang baru mengenakan kembali celananya. sambil menyeringai dia melirik wanita disebelahnya itu. dia sekarang jadi paham kalau Nyi Rondo Kuning adalah sebangsa wanita bernafsu birahi besar namun sangat mudah mencapai kepuasan. Pranacitra bukanlah jenis pemuda alim dan bersih, dia bisa digolongkan sebagai bajingan tengik juga.


''Aaahh., Uuuhf., sudah lama sekali diriku tidak merasakan kepuasan seperti ini. kau sungguh hebat. aku., aku tadi sampai hampir menangis saking kewalahan..'' gumam Nyi Rondo Kuning sambil beringsut bangkit dari ranjang tidurnya. dengan masih gemetaran tanpa selembar benangpun dia mengambil kendi minuman diatas meja dan langsung menenggaknya.


''Jika dibandingkan dengan lelaki lain yang pernah menidurimu, seberapa hebat diriku dibandingkan mereka.?'' goda Pranacitra menyindir. mata wanita itu melotot gusar, ''Hei., aku tidak perduli jika kau anggap diriku wanita sundal yang tidak tahu malu, tapi selain mendiang suamiku cuma kau seorang saja yang kuinginkan untuk meniduri tubuhku. sedangkan yang lainnya, Chuiih., mereka hanya selintas lewat.!''


''Hee., he., maaf kakakku tersayang, aku cuma bercanda. tapi sampai kapan kau berdiri bugil seperti itu. memangnya dirimu sengaja pamer tubuh di depan adikmu ini.?'' gurau si pincang terkekah. ''Memangnya kenapa., meskipun diriku seorang janda tapi setidaknya kulit tubuhku lebih bersih tanpa bulu dan wangi, walaupun bermandi keringat seperti ini..''


''Jadi jangan samakan aku dengan gadis ketua 'Lima Elang Api' yang ketiaknya buluan dan bau asem itu.!'' semprot Nyi Rondo Kuning sewot. ''Seorang wanita biarpun cantik jelita jika dia malas menjaga kebersihan tubuh, lalu apa bagusnya.?'' oloknya mencibir sebal.

__ADS_1


''Baiklah Nyi Rondo Kuning, kurasa cukup kita bersenda gurau. kita berdua cuma mencari kesenangan sesaat saja..'' ucap Pranacitra sambil ganti meneguk kendi minuman sampai habis. ''Yah., sayangnya hanya seperti itu saja. mau bagaimana lagi kita berdua sama- sama begundal rendahan dari dunia gelap..''


''Soal tugas yang kau minta untuk menyelidiki tentang seorang bertangan kanan buntung namun punya ilmu silat dan kesaktian tinggi juga sudah kami dapatkan. kalau menurut ciri dan perkiraan umur yang kau berikan sebagai patokannya, besar kemungkinan orang yang sedang kau cari ini adalah si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh'. salah satu pentolan kawakan dalam kelompok pembunuh bayaran terkuat '13 Pembunuh.!''


__ADS_2