
Gerombolan penunggang kuda yang berjumlah belasan orang itu terus saja memacu kudanya. hingga waktu sepenanak nasi kemudian mereka sudah sampai di mulut suatu lembah yang bertebing tinggi dan agak sempit. salah seorang penunggang kuda yang paling depan memberi isyarat tangan pada semua rekannya untuk berhenti.
Selanjutnya orang bertubuh besar brewokan dan membekal sebilah golok itu bersuit nyaring beberapa kali dengan nada tertentu. beberapa saat kemudian dari dalam lembah itu juga terdengar suara suitan dengan nada yang sama. tanpa menunggu lagi gerombolan penunggang kuda yang membawa serta tiga orang wanita di punggung tunggangannya itu memasuki mulut lembah.
Karena jalan di mulut lembah itu tidak begitu lebar, kuda mereka hanya bisa masuk bersama dua ekor saja secara beriringan. lembah itu terlihat penuh semak belukar lebat dan bebatuan padas hingga terkesan angker tidak terawat, meskipun ada juga bermacam bunga yang tumbuh di antara rumput belukar liar itu.
Setelah melewati mulut lembah mereka di sambut oleh puluhan orang lelaki kasar yang membekal senjata golok dan tombak. para penunggang kuda itupun turun dari punggung tunggangannya. beberapa sosok wanita muda yang dalam keadaan tertotok pingsan juga mereka turunkan.
Seetelah menjura hormat pada si brewok bertubuh besar mereka membawa para wanita culikan itu ke salah satu gubuk kayu yang berada tidak jauh dari sana. si brewok sendiri juga ikut turun dan langsung masuk ke dalam bangunan kayu yang berdiri di tengah dan berukuran paling besar.
Di dalam sana selain terdapat sebuah ruangan yang cukup luas, juga ada beberapa bilik kecil. di dalam bilik itu terdengar erangan dan jeritan wanita yang sepertinya sedang mengalami siksaan. si brewok hanya tertawa bergelak saat mengintip ada dua orang lelaki yang sama besar dan brewokan seperti dirinya sedang menggauli sekaligus memukuli wanita muda dengan telanjang bulat.
Mendengar gelak tawa keras dari luar kamar kedua orang itupun segera keluar dari sana. ''Dua hari ini kau keluar sarang, apa saja yang engkau dapatkan.?'' tanya orang brewok yang berkepala botak sambil betulkan celana kolornya. ''Jangan bilang kalau dirimu pulang hanya membawa tangan kosong..'' timpal si brewok gempal yang bertubuh pendek.
''Hak., ha., kalian pikir diriku sebodoh kalian berdua yang semakin lemah dan lambat karena terlalu banyak bersenang- senang dengan perempuan. dengarkan., aku dan anak buah bukan saja mendapatkan wanita muda yang baru. tapi juga harta rampasan dari para penduduk kampung.!''
__ADS_1
Mendengar jawaban rekannya kedua orang itu saling pandang lantas sama tertawa bergelak. mereka baru hentikan tawanya saat si brewok tinggi besar kibaskan tangannya. ''Sekarang aku ingin bertanya bagaimana keadaan wanita secantik bidadari itu yang terperangkap dalam ruang jebakan bawah tanah. apa dia belum mau menyerah juga.?''
''Huhm., kalau ingat wanita itulah yang telah membantai hampir separuh anak buah kita, ingin rasanya dia aku habisi saja dia sekarang juga. tapi., kalau melihat wajah dan tubuhnya yang memukau aku sungguh merasa sayang, karena dalam seumur hidup belum pernah aku melihat perempuan secantik itu..'' gumam si brewok tinggi besar berambut gimbal ini. dua kawannya juga mengangguk sependapat.
''Aah., bagaimana jika kita mengancamnya dengan melepaskan puluhan ekor ular berbisa ke dalam ruang jebakan bawah tanah itu. jika tidak juga berhasil, kita masukkan saja asap pembius dalam jumlah banyak. aku tidak percaya dia akan bisa bertahan di sana..'' usul si brewok berkepala botak.
''Jangan berbicara tolol., bagaimana jika dia sampai mati di dalam sana. setan alas sialan., lubang jebakan itu adalah tempat mati. tidak ada pintu lain kecuali dari lubang atas. kalau wanita itu kita keluarkan dalam keadaan sadar dia pasti mengamuk. ilmu kepandaiannya yang sangat tinggi akan menyulitkan kita semua. dia mesti keluar dalam keadaan lemas atau tertotok.!'' damprat si brewok bertubuh pendek.
''Keparat., kalau perempuan itu masih keras kepala juga, terpaksa kita gunakan cara itu saja untuk mengancamnya. meskipun sangat di sayangkan kalau dia sampai mati. sekarang juga kalian siapkan bubuk pelemah tenaga dan beberapa ekor ular berbisa. aku tunggu di atas lubang jebakan itu. akan kucoba sekali lagi untuk membujuknya..'' dengus di brewok rambut gimbal sambil berlalu keluar.
Setelah melewati sebuah ruangan yang di penuhi oleh tumpukan karung bahan makanan dan gentong minuman keras, orang ini sampai di ruangan lain yang kosong. ada seorang penjaga lagi yang berdiri di sana. dengan satu isyarat si brewok menyuruhnya membuka beberapa papan kayu yang menutupi tengah lantai ruangan.
Rupanya disitu terdapat sebuah lubang sumur tanah. dengan sebuah obor orang ini melihat ke bawah sumur yang bibirnya sama rata dengan lantai gubuk. lubang sumur itu sempit di sebelah atas tapi agak luas di bagian dasar. dalamnya sumur kira- kira lebih empat tombak.
Meskipun orang yang terjebak di dalam sumur itu punya ilmu meringankan tubuh yang tinggi, namun tetap saja tidak akan mampu mencapai ketinggian seperti itu, apalagi dengan keadaan sumur yang sempit dan juga tubuhnya yang sudah kehilangan banyak tenaga karena berkali- kali gagal saat berusaha naik ke atas.
__ADS_1
Dengan penerangan cahaya obor, di dalam sumur itu dapat terlihat ada sesosok tubuh wanita berjubah gaun hitam sedang duduk bersila. meskipun sedang tidak berdaya tapi dia nampak tenang mengatur pernafasannya. biarpun tidak begitu jelas tapi dapat di ketahui wanita muda itu sangatlah cantik.
Rambutnya yang hitam lebat sepanjang pinggul dan sebagian tergelung ke atas di hiasi sebuah tusuk kudai emas berbentuk bulan sabit. sebuah senjata berupa kipas perak yang masih terdapat bekas darah korbannya yang telah mengering tergeletak di atas pangkuannya.
Setelah menarik nafas panjang wanita itu menoleh ke atas, cahaya obor di tangan si brewok terlihat bergoyang seiring tangannya yang gemetar saat melihat tatapan mata sadis wanita itu. meskipun jelas kalau dia menaruh kebencian dan penasaran, tapi seolah tetap tidak mampu mengurangi kecantikan wajah dan daya tarik dirinya meskipun cuma sedikit.
''Hee., he., apa kabar sayangku, maafkan jika dalam beberapa hari ini aku tidak dapat bertemu denganmu karena suatu urusan penting di luar lembah, melihatmu seperti ini sungguh membuat hatiku sedih. jadi., kenapa kau tidak menerima tawaranku agar kita dapat bersenang- senang bersama., selamanya..''
Hanya itu saja ucapan yang sempat dia keluarkan, karena kejap berikutnya kedua tangan wanita secantik bidadari itu bergerak mengayun keatas. dua buah paku dan sebilah pisau terbang beracun sudah menyambar cepat ke atas. dengan merutuk marah orang ini berkelit bahkan hampir jatuhkan diri ke tanah.
Meskipun lolos dari maut tapi lengan kirinya sempat tergores pisau terbang. lain halnya dengan anak buahnya yang juga berdiri di tepi sumur, tubuhnya tumbang dengan wajah menghitam setelah kepala dan lehernya tertembus paku terbang beracun. ''Wanita sundal jahanam., kau akan menyesali semua perbuatanmu sampai ke liang neraka. akan aku buat tubuhmu jadi makanan ular berbisa.!''
''Biarpun dirimu memiliki bentuk tubuh serta wajah seperti bidadari kahyangan dan aku menginginkanmu., tapi apa boleh buat kau sendiri yang memilih untuk merasakan siksaan. kau dengar itu perempuan bangsat.!'' umpat si brewok gimbal seraya menotok beberapa urat di lengan kirinya yang sedikit membengkak.
*****
__ADS_1
Asalamualaikum, Salam sejahtera dan sehat selalu. Mohon sertakan komentar, like👍, kritik saran, juga vote atau favorit👌jika anda suka. tolong share novel Pendekar Tanpa Kawan dan 13 Pembunuh pada teman" anda. mohon maaf jika sering kali lambat up date. Terima kasih🙏, Wasalamualaikum.