
Orang setengah umur bertudung bambu yang menjadi anggota perkumpulan Maling Kilat diam- diam merapat lebih mendekati Pranacitra. entah kenapa didalam hati lelaki ini timbul perasaan senang dan percaya pada pemuda pincang itu.
''Anak muda., aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya. tapi melihat keadaan yang ada di depan mata, sepertinya perkumpulan pengemis Kelabang Ireng sengaja hendak mengurung kita berdua..''
Pranacitra menghela hanya nafas. ''Diriku tidak ada urusan apapun dengan kelompok kalian., tapi mungkin sudah nasibku sedang sial karena berada di tempat dan waktu yang salah..''
''Hak., ha., aku minta maaf karena telah tanpa sengaja melibatkanmu. namaku Ludiro, digelari orang si 'Jari Cepat.' menjabat kepala cabang perkumpulan Maling Kilat daerah ini. terus terang saja kukatakan kalau saat ini mereka sedang mengincar barang yang ada padaku..'' terang orang yang mengaku sebagai si Jari Cepat itu setengah berbisik. Pranacitra cuma diam menunduk ''Lalu apa gunanya kau jelaskan semua ini, toh pada akhirnya aku tetap saja terlibat masalahmu..'' batinnya dalam hati.
''Mereka semua berjumlah lebih dari sepuluh orang, juga membekal senjata cambuk kelabang yang menjadi andalannya., terus terang saja aku tidak yakin bisa lolos, tapi aku tidak rela jika mereka mendapatkan benda yang mereka inginkan..''
''Untuk berjaga- jaga., saat ini barang itu tidak berada padaku, tapi sengaja kusembunyikan di suatu tempat yang ada diluar Punggingan. jika aku tidak mampu selamat, harap kau suka mengambilnya, mungkin kelak akan berguna untukmu.!'' sambung si Jari Cepat sambil membisikkan tempat penyimpanan barang yang dia maksudkan.
Melihat kelakuan si Jari Cepat membuat para anggota perkumpulan pengemis Kelabang Ireng merasa curiga. salah satu diantaranya yang terlihat berumur lebih tua dari si Jari Cepat, berjubah hitam tambalan dan berambut gimbal setengah ubanan segera menegur. saat bicara baru terlihat dua giginya sebelah atas dan tiga gigi bawah sudah tanggal. juga ada sedikit bekas luka robek di bibirnya.
''Kalian berdua sedang berbisik apa., sobatku Jari Cepat, kesepakatan kita masih berlaku. jadi berikan kau saja barang pesanan kami sekarang juga..''
Hek., he., sobat 'Pengemis Gigi Gompal.' kau adalah wakil ketua perkumpulan pengemis Kelabang Ireng dan bukan orang baru di dunia hitam ini. tentunya tahu akan aturan perdagangan, jika ada uang baru ada pula barangnya..''
''Kalian baru memberi kami uang muka sebanyak seperempat saja dari harga barang pesanan, tapi sekarang sudah terlihat hendak merebut barang itu secara paksa dariku. cara kepungan seperti ini sudah jelas memperlihatkan niat busuk kalian..'' sindir si Jari Cepat sambil melirik cambuk sepanjang satu depa terbuat dari anyaman kulit kerbau yang tergenggam di tangan para anggota perkumoulan oengemis itu. kalau diamati pada ujung cambuk berwarna kehitaman itu nampak di ganduli dua batang besi tajam berwarna kemerahan pertanda mengandung racun. bentuknya mirip jarum penyengat pada ekor kelabang.
__ADS_1
Meskipun terkesiap dan marah mendengar ejekan lawan, tapi orang yang disebut sebagai Pengemis Gigi Gompal ini cuma menyeringai dan tertawa belaka ''Hak., ha., sobat Jari Cepat tidak perlu berprasangka buruk pada kami, ini semua cuma sekedar masalah keamanan belaka, jadi sekarang berikan dulu barang itu, setelah benda kami dapatkan, pembayaran pasti kami lunasi semuanya.!''
Mulut menyangkal tapi tangannya diam- diam memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mulai bergerak merapatkan kurungan. melihat itu si Jari Cepat menjadi semakin geram dan meludah penuh kebencian.
''Rupanya semua ini sudah kalian atur. bagus., bagus., sekarang tidak ada lagi alasan bagiku untuk bertahan di sini. cepat menyingkirlah dari jalanku, atau sepasang jari cakarku yang akan bicara.!'' bentak si Jari Cepat sambil sentakkan sepasang cakarnya ke bawah. selapis asap tipis menyelimuti kesepuluh jarinya yang membentuk cakar.
''Huh., 'Cengkeraman Jari Cakar Pencoleng' tingkatan ketiga. apa hebatnya ilmu itu., cuma berguna untuk mencuri barang rongsokan saja. Hak., ha.!'' olok Pengemis Gigi Gompal menghina lalu tertawa bergelak di ikuti semua anak buahnya.
''Berguna atau tidak kau akan segera mengetahuinya.!'' dengan didahului bentakan garang ketua cabang perkumpulan Maling Kilat ini langsung menggebrak mendahului serangan. kesepuluh jarinya yang kekar membentuk cakar membabat kiri kanan, lalu mencengkeram dan mencabik. asap putih tipis yang memancarkan hawa dingin turut mengiringi serangannya.
Dari gerakan jurus silatnya, orang ini seperti petnah belajar sejenis ilmu silat Cakar Elang. tapi hawa dingin yang memancar dari ujung jarinya menandakan kalau dia telah berhasil mencampurnya dengan ilmu kesaktian yang lain.
'Whuut., Whuuut., Crasst.!'
'Whuuk., whuuk, Cstaaar.!'
''Aaaakh.!''
''Kurang ajar., ayoh cepat bunuh maling sialan itu.!'' teriak Pengemis Gigi Gompal murka. dengan raungan gusar seluruh anggota perkumpulan pengemis Kelabang Ireng serentak maju menggebrak sambil ayunkan senjata cambuk di tangan mereka.
__ADS_1
''Habisi juga pemuda pincang itu, mungkin dia sengaja dikirim oleh perkumpulan lain yang ingin merebut barang pesanan kita.!'' seru pengemis baju hitam yang sempat terkapar dihantam Pranacitra. tentunya dia masih meresa geram dan malu karena dipecundangi oleh seorang pemuda pincang.
Tanpa dapat di tahan lagi, terjadilah suatu pertarungan sengit antara belasan orang anggota pengemis Kelabang Ireng dengan dua orang pesilat dari perkumpulan Maling Kilat dan seorang pemuda yang pincang kaki kirinya.
Dengan andalkan sepasang cakarnya yang mengeluarkan asap tipis dingin, si Jari Cepat terus berusaha membongkar kepungan lawannya. tapi ini bukanlah perkara mudah, belasan senjata cambuk lawan yang dinamai 'Pecut Kelabang Ulet' ini benar- benar sangat merepotkan. meskipun dia juga mampu menghantam roboh seorang pengemis lagi, tapi sudah dua kali pula tubuhnya termakan ujung senjata Pecut Kelabang Ulet yang tajam dan beracun itu. walaupun belum sampai parah, tapi orang bernama Ludiro alias si Jari Cepat itu sudah merasakan aliran darahnya mulai tersendat.!
Sementara Pranacitra yang cuma ingin pergi secepatnya dari tempat itu juga terpaksa harus menghadapi serangan cambuk para anggota pengemis Kelabang Ireng. karena hanya memiliki satu jenis ilmu silat saja, maka pemuda itu kembali mainkan jurus silat yang sama. hati pemuda ini sangat kesal dan dongkol. ''Aku cuma ingin pergi dari sini., kenapa kalian terus merecokiku.?''
Tubuh sedikit membungkuk, lutut agak menekuk dan kepala setengah menunduk. sepintas terlihat kaku dan menggelikan. tapi hebatnya dari tubuh pemuda itu seakan terpancar hawa mengerikan yang disertai suara jeritan menyayat bagaikan gema setan penasaran. inilah suatu pertanda kalau si pincang sudah semakin menguasai ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup.!'
Lima cambuk menyambar menyambar cepat, si pincang memutar langkah kedua kakinya dengan sikap kaku, anehnya lima serangan cambuk lawan dapat dihindari semudah mengedipkan mata. berikutnya kaki kanannya menjejak membuat tumpuan. dua tangan mengemplang dan menjotos keras.
''Kubilang., jangan menggangguku.!'' bentak Pranacitra marah. segulung angin keras menghantam dahsyat. cahaya kekuningan beraroma busuk yang di sertai hawa dingin menusuk tulang turut menyambar.!
Lima orang lawan langsung terjungkal roboh dengan tubuh gembung bengkak menguning di selimuti asap sedingin es berbau busuk menyengat.!
Pucat pias wajah semua orang. sementara Pranacitra malah tertegun pandangi kedua tangannya yang kurus pucat. tubuh pemuda ini gemetaran penuh rasa ngeri. ''Apa lagi yang telah terjadi pada diriku sekarang ini, kenapa mereka bisa mati mengerikan seperti itu.?'' batinnya penuh kebingungan.
Saat hati Pranacitra di liputi keheranan, Pengemis Gigi Gompal mendadak tersurut mundur. bibirnya.yang sedikit sumbing gemeletuk ketakutan saat berkata ''Itu., itu adalah ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup.!' bo., bocah pincang., sia., siapa dirimu sebenarnya. ada., ada hubungan apa kau., kau., deng., dengan si, si 'Setan Kuburan.?''
__ADS_1