Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Nona- nona jelita., yang sadis.


__ADS_3

Semua kejadian itu begitu mendadak. meski jika di ceritakan terasa lambat namun pada kenyataannya justru berlangsung begitu cepat. jangan di lihat kedua orang gadis cantik ini masih begitu muda dan selalu nampak lemah lembut pembawaannya, karena saat mereka berdua sudah turun tangan yang ada cuma kekejamam tanpa ampun.!


Jerit kematian terdengar susul menyusul. ledakan keras yang diiringi kobaran api seketika membakar mayat juga semak ilalang yang berada di hutan itu. lontaran bola- bola peledak dari sebuah pipa aneh yang tersembunyi di balik lengan jubah putih 'Pipit Lincah' sungguh membuat hati bergidik. gilanya, gadis itu masih sempat tertawa riang melihat tubuh lawan yang berkelojotan dibakar api, tertembus jarum terbangnya atau terpotong pedang juga terjerat sabetan cambuk ular putih milik 'Camar Anggun'.


Hanya butuh waktu tidak sampai sepuluh jurus saja bagi kedua gadis pendamping si tuan muda pemalas dari Kota Hantu Pagi itu untuk menyelesaikan semuanya. dari lebih empat puluh orang anggota gerombolan rampok 'Seribu Mambang' sekarang hanya tersisa tiga orang saja yang masih bernafas. itupun tubuh mereka juga sudah tidak utuh dan penuh luka berdarah.


Walaupun hutan itu kini penuh dengan tubuh mayat bersimbah darah juga kobaran api yang membakar sekitarnya tapi tidak nampak setitikpun noda darah mengotori jubah putih kedua gadis cantik itu. jika yang membekal senjata pedang pendek dan cambuk ular putih nampak tersenyum maka si centil Pipit Lincah malah tertawa lepas, seolah mereka berdua bukanlah pelaku pembantaian itu. dengan santai gadis manis berlesung pipi itu berjalan menghampiri Begal Rawit Bolot yang terluka cukup parah dan memberikan tiga butiran obat padanya.


Kobaran api yang bersumber dari lontaran bola- bola peledak terus membakar sekitar tempat itu hingga udara terasa panas menyengat. dua orang gadis cantik sedang berdiri di tengah hamparan mayat hangus terbakar dan darah yang membanjir itu bukan saja menciptakan suatu pemandangan aneh tapi juga menyeramkan hati.


Di antara tiga orang anggota gerombolan yang masih tersisa, hanya si tinggi kurus berkepala botak saja yang dapat berdiri meski harus mengerang kesakitan memegangi tangan kanannya yang buntung setelah dibelit cambuk ular putih Camar Anggun. meskipun semua ini adalah suatu kenyataan tapi salah satu dari dua pimpinan gerombolan rampok Seribu Mambang dari hutan Mambangan ini tetap tidak dapat mempercayainya.


Sudah hampir sepuluh tahun lamanya dia juga kawan karibnya memimpin empat puluhan orang anak buahnya dalam soal menggasak sasaran. biarpun beberapa kali mereka bertemu dengan pihak kerajaan dan para pendekar aliran putih tapi gerombolan begal rampok Seribu Mambang tidak saja berhasil lolos dan mengambil barang jarahan, namun juga mampu menghabisi semua penghalangnya.


Tapi sekarang keadaan mendadak berbalik. orang ini cuma dapat berharap agar semua yang sedang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk dan sebentar lagi akan segera berakhir seiring dia terbangun dari tidurnya. sayang., sekarang ini dirinya tidak sedang tidur apalagi bermimpi. bau anyir darah juga daging mayat yang hangus terbakar api. hawa panas serta asap yang menyesakkan. segala rasa sakit dan ketakutan yang di alaminya adalah kenyataan.


''Sii., sia., siapa kalian ini sebenarnya. Ken., kenapa., berlaku bee., begi., begitu kejam paa., pada kami. paa., padahal kii., kita tidak puu., pun., punya silang., seng., sengketa aap., apapun.!'' teriak si tinggi kurus berjubah hitam tergagap. Pipit Lincah yang mendengarnya sampai tertawa geli. ''Haa., ha., aduuhh., mungkin saking takutnya orang ini sampai berkata sesuatu yang sangat bodoh. Heih botak., apa kau lupa kalau gerombolanmulah yang lebih dulu membuat masalah..''

__ADS_1


''Tentang siapa kami, kurasa orang rendahan sepertimu belum layak untuk mengetahuinya. sekarang lebih baik kau bunuh diri agar dapat secepatnya menyusul semua kawanmu yang telah menunggu di neraka.!'' damprat Pipit Lincah berkacak pinggang. di hina begitu rendah oleh seorang gadis muda membuat pimpinan begal rampok itu naik pitam dan menjadi nekat. lagi pula tiba- tiba dia teringat pada sesuatu yang dapat merubah keadaan.


''Huhm., dua gadis keparat. kaa., kali., kalian akan menyesali semuanya ini. asal tahu saja kami berniat untuk mengirimkan barang upeti pada pihak yang paling berkuasa di dunia ini sekaligus menjadi pelindung gerombolan rampok Seribu Mambang. untuk itu kami butuh sebuah kereta kuda. tapi kalian bukan saja menolak memberikan keretamu tapi juga berani membunuh semua kawanku.!'' dengus si tinggi botak gusar.


''Kau bilang hendak menyuruhku bunuh diri.?Chuih., setan alas. lihatlah benda keramat yang ada padaku ini bocah- bocah jahanam. kalian semuanya akan mampus karena telah membuat kesalahan tidak berampun.!'' teriak si tinggi botak. sambil meludah dia acungkan tangan kirinya ke atas. hembusan angin bercampur asap membuat benda hitam yang di pegangnya berkibar. bau darah busuk lapat- lapat tercium.


''Bendera hitam lambang partai 'Gapura Iblis.!'' seru Pipit Lincah dan Camar Anggun hampir bersamaan saat melihat sebuah bendera hitam pekat dengan lukisan dua buah gapura besar dan bulan purnama berselimut lelehan darah. keduanya diam tertegun menatap lambang partai persilatan terkuat dari aliran jahat itu. bahkan Begal Rawit Bolot yang baru saja memulihkan dirinya juga ikut terperanjat.


''Haa., ha., rupanya kalian berdua mengerti juga dengan bendera hitam lambang dari penguasa dunia persilatan ini. baguslah jika begitu. tetapi meskipun telah membuat kesalahan sangat besar, aku masih berbelas kasihan. serahkan diri kalian berdua padaku untuk aku nikmati. anggap saja sebagai ganti sebelah tanganku yang buntung dan semua kawanku. kalian dengar itu bocah perempuan sundal.!''


Perlahan Camar Anggun palingkan wajahnya menatap kereta kuda hitam. ''Hehm., udara di hutan ini sangat panas. aku ingin secepatnya sampai ke tempat kita untuk mandi lalu bersantai. selesaikan semuanya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun..'' terdengar suara seseorang yang setengah mengguman kemalasan dari dalam kereta kuda.


''Baik tuan muda.!'' hanya tiga patah kata itu saja yang dapat di dengar oleh si tinggi kurus botak untuk terakhir kalinya. karena saat berikutnya dia hanya dapat melihat dua cahaya putih menyilaukan mata berkelebat melewatinya. entah bagaimana caranya Camar Anggun tahu- tahu sudah berada di belakang tubuhnya dan kini berjalan berbalik arah lewat di sampingnya.


''Hee., he., apa yang kau lakukan gadis cantik, memangnya kau sudah tidak tahan ingin berada dalam dekapanku hingga berani berjalan di dekatku.?'' ejek si tinggi botak terkekeh. mendadak tawanya berhenti sebab sesaat dia bisa melihat tangan kirinya yang memegang bendera Gapura Iblis terpotong sebatas pergelangan. seperti belum cukup, bagian siku juga pangkal lengannya juga turut jatuh ke tanah.


Begitu halus dan rata tiga potongan tangan itu hingga darahnya sesaat tidak tersembur keluar. berikutnya kedua kakinya terasa sangat perih. dari dua telapak kaki, dua lutut, dua pangkal paha serentak tersembur darah segar. jeritan menyayat yang keluar dari mulutnya seakan terputus secara paksa. dia seolah bisa melihat langit dan daun- daun di pucuk pepohonan hutan yang berguguran, padahal dia sedang tidak mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


Dalam waktu satu tarikan nafas yang tersisa, mata orang ini seolah masih sempat melihat batang lehernya sendiri yang tanpa kepala. sampai matipun dia tidak pernah mengerti kenapa kepalanya bisa berada di tanah dan terpisah dari tubuhnya. Pipit Lincah mencibir hina potongan tubuh orang itu. dia lantas menuangkan sejenis cairan putih dari dalam sebuah tabung keramik ke atasnya, begitu juga semua mayat yang ada di sana.


Dalam hitungan sepuluh tarikan nafas, tercium bau menyengat juga asap putih pekat yang menutupi mayat disertai suara letusan kecil beruntun. saat semuanya menghilang tidak ada lagi suatu apapun di sana kecuali onggokan bubuk putih. melihat semua itu tanpa sadar Begal Rawit Bolot gemetaran menelan air ludah saking ngerinya.


''Walaupun jurus 'Kilatan Inti Amarah' yang di perlihatkan oleh nona Camar Anggun sangat menakutkan tapi 'Cairan Beracun Pemusnah Raga' milik nona Pipit Lincah juga tidak kalah menyeramkan..'' batinnya bergidik meski dulu dia juga sudah pernah melihat kehebatan dari kedua nona jelita itu saat mereka datang menyelamatkan nyawanya dari kematian.


''Tuan muda, aku menemukan dua buah peti berisi harta berharga dari balik semak pepohonan. mungkin itulah yang mereka maksud sebagai upeti untuk Gapura Iblis. apa yang mesti kita perbuat dengan peti berisi harta ini. Waahh., banyak juga isinya.!'' seru Pipit Lincah. ''Kau ambil saja satu peti yang paling berharga untuk kita bawa pulang. sisanya tetap tinggalkan di sini dan sebagian sebarkan ke sekitar hutan. nanti diam- diam kau bisa menyebarkan berita kalau ada banyak harta di tempat ini..'' terdengar suara dari dalam kereta yang memang si tuan muda pemalas adanya.


''Tapi jika kita melakukannya., bukankah akan timbul kekacauan besar.?'' ucap Pipit Lincah bingung. ''Hanya orang berhati tamak dan serakah yang akan terpancing kemari lantas saling bunuh. Gapura Iblis yang akhirnya juga mendengar masalah ini pasti akan turun tangan karena merasa harta itu adalah upeti miliknya yang belum sempat di serahkan. mereka pasti mengira para anggota rampok Seribu Mambang sudah menjadi korban perebutan karena mempertahankan peti harta upeti itu..''


''Dengan demikian selain menghapus semua jejak yang mungkin tertinggal, Kota Hantu Pagi juga dapat menghindari kecurigaan dan perselisihan dengan Gapura Iblis. malah sebaliknya, kita bisa mengadu domba orang persilatan yang berjiwa sempit dengan partai terkuat aliran hitam itu. kurasa itulah maksud tindakan tuan muda..'' terang Camar Anggun.


Pipit Lincah yang seperti tercerahkan seketika tertawa sembari merangkul pundak rekannya. ''Hii., hi., kau memang seekor ulat yang paling mengerti isi otak dan hati tuan muda kita. kalau begini terus, aku jadi semakin iri padamu kak.!'' ujarnya. setelah mengerjakan semua yang di minta tuan mudanya, Pipit Lincah menyusul masuk ke dalam kereta kuda. sekali sentakkan tali kekang, Begal Rawit Bolot kembali memacu kereta kudanya tinggalkan hutan itu.


............................


Silahkan tuliskan komentar Anda👌. Terima kasih🙏.

__ADS_1


__ADS_2