
Bicara soal 'Datuk Janggut Biru' tokoh silat dari tanah Palembang di pulau besar Andalas ini adalah merupakan salah satu pesilat aliran putih yang bukan saja punya ilmu kesaktian tinggi, jujur dan tegas dalam memisahkan antara benar atau salah tapi juga memiliki hubungan baik dengan banyak kalangan.
Saking tegasnya dalam membela suatu kebenaran, kabarnya dimasa mudanya dia pernah hampir tewas dikeroyok lima orang saudara seperguruannya yang dia pergoki hendak berbuat asusila pada seorang wanita desa. saat itu tanpa perduli ilmunya paling rendah dia nekat melindungi wanita itu sekaligus mengancam bakal melaporkan perbuatan busuk mereka pada sang guru.
Salah satu dari kelima orang murid bejat itu adalah kakak kandungnya sendiri. akibatnya bukan saja dia dibuat babak belur dan nyaris mampus dihajar lima saudara segurunya, malahan dalam keadaan pingsan dia diseret kehadapan gurunya lalu balik difitnah kalau justru dialah yang hendak berbuat tidak senonoh pada wanita itu.
Beruntung wanita yang dia tolong akhirnya datang memberikan penjelasan meskipun sebelumnya dia sempat takut karena berada dalam ancaman kelima murid itu. tapi nasi telah menjadi bubur. meskipun nyawanya selamat dari hukuman mati sang guru, tapi seluruh ilmunya sudah dimusnahkan.
Sang guru yang merasa sangat menyesal dan malu menjadi gelap mata dan menghabisi lima orang muridnya. tapi pukulan batin itu membuat aliran darahnya bergolak. dalam keadaan itu lima murid murtadnya bukan saja berhasil lolos malah sempat melukainya juga membawa kabur wanita desa itu.
Sadar lukanya cukup parah, akhirnya orang tua itu memberikan seluruh tenaga saktinya pada murid bungsunya yang terlanjur dia buat lumpuh. akibatnya orang inipun mati karena kehabisan tenaga. kejadian ini membuat sang murid bungsu semakin kuat keyakinannya dalam jalan kebenaran. setahun kemudian dia kembali muncul dan membantai kelima bekas saudara seperguruannya. bahkan kakak kandungnya sendiripun juga tidak dapat lolos dari kematian.
Itulah riwayat masa silam Datuk Janggut Biru yang pahit. sebagai pesilat muda yang punya jalur hubungan dengan Nyi Rondo Kuning, Pranacitra tentu juga pernah mendengar cerita kelam orang tua itu dari janda cantik yang tahu banyak rahasia orang persilatan.
Karenanya dalam hati murid lima orang dedengkot kawakan aliran hitam itu muncul rasa hormat dan simpati pada Datuk Janggut Biru. meskipun demikian saat menyerang lawannya Pranacitra hampir tidak pernah mau bertindak setengah hati. baginya tidak ada kejelasan pasti dalam hitam atau putih. sebab itulah dimatanya cuma ada abu- abu.
Sepuluh larik cahaya kebiruan yang menderu dari ujung jari Datuk Janggut Biru seketika musnah dilibas pukulan sakti Pranacitra. meskipun sangat terkesiap hingga keluarkan seruan kaget, namun tokoh silat tua ini tidak menjadi panik. dalam keadaan terancam maut tubuhnya yang tinggi gagah masih sanggup berkelebat kesamping kiri meski kakinya nyaris tersandung salah satu mayat dari murid perguruan silat Pasir Selatan.
__ADS_1
Dalam hatinya orang tua ini merutuk karena angin pukulan sakti pemuda itu masih mampu merobek jubah birunya sebelah bawah. bahkan betis kaki kanannya terasa panas melepuh dan perih dibasahi darah. bisa dibayangkan jika tubuhnya sampai terkena langsung.
Baru sekejap saja tubuhnya menyentuh tanah, dari arah belakang terdengar suara makian dari Ki Jembar Pambudi dan Nyi Sekar Bekti. kedua suami istri yang menjadi ketua padepokan Pasir Selatan dan dijuluki 'Sepasang Pualam Sakti' itu mesti bergerak memisah untuk menghindari pukulan maut Pranacitra yang terus melabrak hingga menghancurkan sisi tebing bukit karang.
Sambil merentang kedua telapak tangannya mereka hantamkan sebuah aji kesaktian yang mengeluarkan cahaya putih berkilauan. keduanya berniat untuk membungkam mulut Pranacitra secepatnya. ''Matilah kau bocah setan pembunuh keji.!" bentak Nyi Sekar Bekti kalap. bersama suaminya dia telah kerahkan ilmu pukulan 'Tapak Sakti Pualam Putih.!'
Dalam rimba persilatan pada awalnya ilmu pukulan ini sebenarnya tidak termasuk luar biasa. tapi keberhasilan mereka dalam meningkatkan tenaga kesaktiannya dengan cara menghisap kesucian para gadis dan kaum lelaki muda membuat kekuatan ajian ini menjadi berlipat ganda.
Pranacitra tetap berdiri ditempatnya. tanpa menggeser tubuh dia memutar tongkat besi hitamnya dua kali keliling tubuh lantas lurus menusuk deras kemuka. dua larikan cahaya hitam yang disertai suara menggaung keras menyambar ganas. jurus 'Tongkat Kembar Cahaya Kegelapan.!'
'Whuuuss., whuuuss. !'
Dentuman keras terdengar beruntun hingga menggoncangkan bukit karang. ''Aaaakh., Keparat sialan.!'' teriak Nyi Sekar Bekti dan Ki Jembar Pambudi meraung gusar. tubuh keduanya tersurut mundur hampir dua tindak. mereka tidak menyangka kesaktian lawan yang masih begitu muda ternyata begitu hebat. meskipun begitu mana mau mereka kalah gertak.
''Siapa bocah pucat ini sebenarnya sampai membuat Sepasang Pualam Sakti tergetar mundur. bahkan akupun sempat merasakan keganasan pukulannya. apakah diriku perlu turut membantu mereka berdua meskipun itu tindakan pengecut.?'' batin Datuk Janggut Biru ragu sambil mengobati dan menotok jalan darah dikaki kanannya yang terluka.
"Pemuda keparat., jangan kira kau dapat lolos dari kematian. selembar nyawa anjingmu tidak cukup sebagai ganti puluhan muridku !'' bentak Nyi Sekar Bekti. "Sahabatku Datuk Janggut Biru., mari kita bergerak bersama untuk melenyapkan biang kejahatan didunia persilatan.!'' sambung Ki Jembar Pambudi mencoba menarik dukungan.
__ADS_1
Tanpa harus menunggu jawaban rekannya, kedua orang inipun sudah kembali menyerbu sambil lepaskan lagi ajian 'Tapak Sakti Pualam Putih'. berseling waktu satu tarikan nafas Datuk Janggut Biru juga menyusul dengan kibaskan sepuluh jemarinya yang memancarkan cahaya biru pekat. dari hawa panas dan pancaran sinarnya dapat diduga kalau kekuatan ilmu yang dinamai 'Sepuluh Cahaya Petaka Biru' ini lebih hebat dari yang pertama dia lepaskan.
Yang diserang hanya menatap dingin. tongkat besinya tertancap ke tanah padas. kedua telapak tangannya dibuka menghadap keatas dengan tubuh sedikit membungkuk mirip orang yang sedang meminta. cahaya hitam merah menyelimuti pergelangan hingga ujung jemarinya. saat dia menghantam terlihat dua buah telapak tangan hitam merah melabrak.!
''Jurus pukulan 'Sepasang Telapak Mengemis Nyawa.!'' jerit Ki Jembar Pambudi panik mengenali ilmu kesaktian yang dilepaskan lawannya. Nyi Sekar Bekti malah tidak sempat lagi berteriak karena ilmu pukulan lawan sudah keburu datang mengancam.
Kemampuan pemuda ini memang kadang diluar nalar. hanya selisih sedetik saja setelah menghantamkan ilmu kesaktian, tangan kanannya sudah meraih kembali tongkat besinya yang tertancap ditanah. sekali saja tongkatnya menghentak, selarik sinar hitam pekat berpusaran menyambar dibarengi suara ledakan guntur.
Dengan menggunakan jurus 'Tongkat Maut Pemecah Rembulan' dia bukan saja berniat menahan ilmu kesaktian Datuk Janggut Biru, tapi juga sekalian memusnahkannya ditengah jalan. semua ini membuat ketiga lawannya terguncang nyalinya. karena mereka paham untuk dapat mengeluarkan dua ajian tingkat tinggi dalam waktu yang hampir bersamaan seperti itu membutuhkan ketenangan pikiran dan tenaga dalam yang berlipat ganda.
Bentrokan ilmu kedigjayaan yang terjadi seolah membuat puncak bukit karang itu runtuh. beberapa bagian tebing bergetar dan tengah berjatuhan ke laut. beberapa sosok mayat murid perguruan Pasir Selatan juga turut bermentalan dan hancur sebelum hilang tergulung angin pukulan sakti yang menderu.
Suara ombak laut yang ganas menghempas pantai karang dibawah sana seolah tersurut hening seiring dengan terdengarnya suara siulan lagu yang berirama menyedihkan hati. dari balik pusaran debu pasir yang menutupi pandangan terlihat sosok bayangan seorang pemuda yang sedang berjalan terseok pelan seperti cacing merayap.
*****
Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu bagi kita semua. πAmin.
__ADS_1
Kami sungguh tidak pernah menyangka kalau novel silat gaya jadul seperti Pendekar Tanpa Kawan bisa tembus 1M.π₯³. karena awalnya kita cuma mengira paling banter 100K saja. Mungkin bagi author lain jumlah popularitas 1M itu sangat biasa. tapi bagi kami itu sudah luar biasa dengan segala keterbatasan kami.
Kepada para reader pembaca yang budiman kami ucapkan banyak Terima kasih. karena dengan Up date dan cerita yang tidak jelas, Anda masih sudi mengikuti novel iniπ . Mohon maaf atas segala kekurangan kami. sekali lagi Terima kasih, πβπππ. Wasalamualaikum.,