
Bayangan putih itu masih terus berkelebat cepat menuruni lerenga gunung semeru melalui bebatuan dan hutan lebat, sampai akhirnya dia berhenti saat tiba di sebuah tepian sungai kecil yang jernih. meskipun kepalanya di tutupi sebuah caping bambu hingga wajahnya tidak terlihat, tapi dapat di pastikan kalau orang ini masih sangat muda.
Setelah membasuh mukanya dengan air sungai, pemuda berbaju putih yang bukan lain adalah si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' itu membuka karung kain putih berisikan dua buah kepala manusia yang bernoda darah.
''Hhmm., apa yang mesti aku lakukan pada dua kepala jelek ini. biarpun keduanya adalah pesilat jahat dari golongan hitam tapi sayang sekali aku tidak tahu siapa orang yang mau membelinya. seandainya ada tentu bisa kutukar dengan imbalan yang pantas hingga pundi- pundi uangku akan semakin banyak..''
''Tapi sepertinya sekarang ini diriku cuma melakukan sebuah pekerjaan yang sia- sia. sialan betul..'' pemuda itu mengomel sendirian sambil membuang karung kain putih bernoda darah berisikan dua butir kepala yang baru dia penggal diatas panggung pertemuan besar para pendekar di lereng Semeru itu ke dalam sungai.
Baru saja beberapa langkah dia beranjak dari tempatnya, dari balik batang pepohonan muncul seorang lelaki tampan berumur empat puluhan berjubah hijau. lelaki yang terlihat santun dan lemah lembut itu nampak sedang mengukir sebuah boneka kayu wanita cantik.
Jemarinya yang putih bersih dan halus namun kokoh terlihat begitu terampil mengukir boneka kayu itu dengan menggunakan sebilah pisau kecil yang amat tajam. biarpun langkah kakinya sepintas lambat, namun hebatnya dalam waktu dua kejapan saja jarak dua puluh langkah sudah terlewati olehnya. Ular Sakti Berpedang Iblis meskipun terkesiap tapi masih terlihat tenang.
''Setahuku ketua memintamu untuk bekerja secara senyap dan rahasia tanpa boleh ada seorangpun yang tahu. lalu apa alasanmu hingga berani muncul terang- terangan.?'' orang berbaju hijau itu bertanya sambil terus mengukir boneka kayunya.
''Jawab pertanyaanku sekarang, Ular Sakti Berpedang Iblis.!'' ucap orang berjubah hijau itu dengan suara lembut namun terasa dingin dan mengancam. pemuda berbaju putih sedikit menjura hormat dengan sikap kaku.
''Salam hormat tuan Kamajaya., aku berani melakukannya karena semua yang hadir di sana tidak mengetahui soal hubunganku dengan kelompok '13 Pembunuh'. lagi pula selama tugas dapat kulaksanakan dengan baik, ketua juga tidak akan keberatan..'' jawab si Ular Sakti Berpedang Iblis santai.
__ADS_1
Orang berjubah hijau yang di panggil sebagai tuan Kamajaya sesaat hentikan ukirannya. senyuman ramah yang tersungging di bibirnya berubah menjadi seringai kejam. ''Peraturan dalam kelompok 13 Pembunuh sangat ketat. jika sampai kau melanggarnya, nyawamu bisa melayang sebagai gantinya.!''
''Aku jamin semuanya berjalan dengan lancar. bahkan sepertinya ada pihak lain yang juga diam- diam ikut membantu pemuda pincang itu. di antara ribuan orang yang berada di bawah panggung, aku melihat ada yang menggunakan sejenis ilmu langka yang kalau tidak salah bernama 'Membagi Gelombang Nada Memecah Suara'. orang yang memiliki ilmu ini bukan hanya bisa merubah suara aslinya menjadi beberapa macam dan membuatnya seolah berasal dari banyak orang, tapi juga sanggup menyebarkannya dari empat penjuru hingga sulit di cari asalnya..''
''Aah begitukah., sungguh tidak kusangka ilmu kesaktian langka itu masih ada pewarisnya. pengetahuanmu lumayan juga. baguslah jika memang demikian..'' ujar Kamajaya sambil tersenyum memuji Ular Sakti Berpedang Iblis.
''Tuan Kamajaya tidak cuma datang untuk memberikan pujian padaku bukan.?'' sindir pemuda itu. seketika senyuman Kamajaya berubah kejam. ''Aku hanya memperingatkan kepadamu. tidak perduli bagaimana hubungan antara kau dan wanita cantik itu di masa lalu, kau jangan pernah lagi berani untuk mendekatinya. 'Dewi Malam Beracun' hanya pantas bersanding denganku.!''
''Ooh kiranya soal itu., tuan Kamajaya tidak perlu berprasangka buruk. meskipun kenal cukup lama, tapi diantara kami berdua tidak ada hubungan yang istimewa. kurasa., wanita itu memang hanya pantas untuk tokoh silat sehebat tuan. karena siapa di dunia persilatan yang tidak mengenal Kamaja si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa.?'' puji Ular Sakti Berpedang Iblis seraya menghormat.
Kamajaya tertawa bergelak hingga suaranya menggoncangkan seluruh lereng gunung. ''Yah., memang hanya diriku yang pantas untuknya. lagi pula siapa lagi kalau bukan aku. Haa., ha., bagus sekali. akan aku laporkan semua hasil kerjamu pada ketua. uang jasamu juga aku tambahkan..''
Di balik ketampanan, sikap santun dan lemah lembutnya lelaki ini adalah seorang bajingan perusak kesucian kaum wanita. hebatnya dia tidak pernah memaksa namun mangsanya yang justru suka rela menyerahkan diri karena terbujuk rayuan gaibnya. dalam kelompok 13 Pembunuh orang licik ini termasuk salah satu pentolannya.
Dua buah kantung berisi penuh uang emas dan perhiasan melesat secepat kilat dari tangan Kamajaya. Ular Sakti memutar telapak tangan kirinya. sesaat dua buah kantung kulit itu seperti tertahan di udara sebelum berpindah ke tangannya. saat itu juga tubuh Kamajaya sudah lenyap dari hadapan. pemuda itu menyeringai sinis dari balik capingnya.
''Hek., he., kau bilang ingin membunuhku jika terus berhubungan dengan perempuan itu. dasar pria ganjen dungu yang mengaku paling romantis, apakah kau pikir mampu untuk melakukannya. mendengar julukanmu saja rasanya aku sudah ingin muntah. tuan Kamajaya si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa'. chuih., julukan gila..'' Ular Sakti Berpedang Iblis meludah, geleng- geleng kepala sambil tertawa sendiri.
__ADS_1
''Biarpun diriku sudah sangat lama mengenal wanita itu, tapi sampai sekarangpun aku masih belum dapat memahami isi hatinya. jika kau ingin bersanding dengan wanita itu, silahkan saja asalkan dia mau. tapi bisa jadi dirimulah yang bakal mati lebih cepat dalam pelukan mautnya..'' gumam si Ular Sakti Berpedang Iblis tertawa mengekeh.
Dalam benaknya terbayang sosok seorang wanita secantik bidadari kahyangan berjubah gaun hitam dan membekal kipas perak. rambut panjang hitam bertusuk konde bulan sabit emas dengan senyuman menggoda dan langkah kakinya yang anggun gemulai. dia sungguh seorang wanita jelita yang sanggup membuat pria manapun tergila- gila bahkan ada yang sampai rela menjadi budaknya. setelah menghela nafas panjang diapun berkelebat lenyap dari sana.
Meski panggung besar itu sudah di bersihkan dari mayat dan potongan tubuh, namun sisa darah yang anyir masih berceceran di sana. orang- orang yang berdiri di atas panggung masih sama dengan sebelumnya. keheningan terjadi sesaat lamanya. biarpun angin yang bertiup terasa semakin dingin, namun tetap tidak sedingin sorot mata si pucat yang seperti tanpa perasaan.
''Sii., siapa kau berani turut campur urusanku. apakah dirimu tidak sadar sedang berada di mana dan berhadapan dengan siapa.?'' Sepasang Cakra Malaikat membentak garang berusaha menutupi jiwanya yang sempat gemetar. dari benturan senjata tadi dia dapat merasakan tingkat ilmu kepandaian lawannya sangatlah tinggi.
Sebaliknya pemuda bertongkat besi hitam itu bukan saja mengacuhkannya, malahan dia menoleh ke belakang. ''Rawat dulu lukamu, biar masalah ini aku yang mengurusinya..''
Gadis cantik bernama Puji Seruni itu hendak membantah, tapi melihat sorot mata dingin dan sadis si pemuda dia menjadi ngeri sendiri lalu menurut.
''Dari sepuluh pesilat pendatang baru di dunia persilatan saat ini, nama 'Sepasang Cakra Malaikat' berada di atas 'Ular Sakti Berpedang Iblis' dan si 'Arwah Hijau' yang menempati dua urutan terbawah. tapi dari tingkahmu yang terlalu banyak gaya, aku justru merasa kalau kedua orang itu jauh lebih kuat darimu.!''
Sebaris ucapan yang datar dan dingin, namun penuh nada penghinaan keluar dari mulut pemuda pucat itu. Sepasang Cakra Malaikat menggeram marah. tanpa perduli lagi siapa adanya orang ini, dia bermaksud untuk segera membunuhnya.
Pemuda pucat menyeringai sinis, ''Seandainya saja kau menuruti ucapan si Ular Sakti Berpedang Iblis untuk menyingkir dari sini, nyawamu pasti selamat. tapi sayangnya., sekarang sudah terlambat bagimu untuk menyesalinya..''
__ADS_1
*****
Silahkan tulis komentar, kritik saran, likeπ vote dan jadikan favorit jika anda suka. trims buat yg sudah bantu share novel ini.ππ.