
Mendengar jawaban 'Camar Anggun' kedua mata tuan muda pemalas yang tadinya tertutup dengan dengkuran nafas nafas halus yang mulai terdengar jadi kembali terbuka. ''Hehm., memang cuma nona Camar Anggun yang paling mengerti isi hatiku. aku malah sempat pernah berpikir, jangan- jangan kau ini adalah jelmaan ulat yang merayapi otakku sampai tanpa harus kujelaskan panjang lebar dirimu sudah mengetahui maksudku..''
Gadis cantik jelita yang dipanggil sebagai Camar Anggun hanya tersenyum sekilas lalu kembali sibuk membaca dan menulis di atas buku catatan yang berada di pangkuannya. sebaliknya gadis cantik yang satu lagi dan berusia lebih muda langsung cemberut. ''Huhm., selalu saja kakak Camar Anggun yang kau puji, mentang- mentang dia lebih pintar dariku..'' sungutnya mencibir.
''Kau jangan mudah cemburu seperti itu, nanti wajah manismu jadi berkeriput dan cepat tua. lagi pula meskipun aku sedikit lebih paham cara berpikir tuan muda kita tapi kau justru lebih mengerti apa yang dia inginkan untuk menjadi isi perutnya. ibarat kata jika diriku adalah ulat di otaknya maka kau seperti cacing dalam perutnya..'' ujar Camar Anggun tersenyum.
''Ooh, benar juga. kita berdua memang ulat dan cacing dalam diri majikan Kota Hantu Pagi yang ternama ini. Hii., hi..'' sahut gadis bernama Pipit Lincah itu tertawa riang. ''Eeh., tuan muda, selain kami berdua kau ingin membawa siapa lagi jika nantinya kita jadi pergi ke pulau 'Seribu Bisa' yang jadi tempat rahasia 'Kelompok 13 Pembunuh.?''
Sang tuan muda pemalas tidak menjawab melainkan menggeliat dan melirik Camar Anggun. seolah sudah tahu maksudnya gadis jelita yang pintar itu membolak- balik buku catatannya yang terbuat dari lembaran kulit binatang dan sangat tipis. ''Eehm., menurutku akan lebih baik tuan muda membawa serta kaki tanganmu yang ke 174 dan 175. si 'Kaki Besi Perak' dan 'Tangan Besi Perak..''
''Tapi kenapa mesti mereka berdua.?'' tanya Pipit Lincah ingin tahu. ''Pulau Seribu Bisa berada sangat jauh diseberang lautan. kita perlu orang yang punya pengalaman untuk mengemudikan kapal dan dapat membawa kita menyeberangi samudra. sebelum mereka menjadi bawahan tuan muda, kedua orang ini berasal dari keluarga nelayan yang terkenal. selain itu berkat bantuan tuan muda, kini tingkat tenaga dalam juga otot tubuh mereka mengalami peningkatan yang luar biasa..'' jelas Camar Anggun.
Kereta kuda yang bentuknya cukup mewah berwarna hitam dengan ukiran garis warna emas itu melaju cepat menerobos jalan tepi hutan seolah terbang. kusir kereta kuda ini memang patut diacungi jempol karena dia sanggup mengendalikan jalannya kereta yang melaju seperti peluru. tapi mendadak saja Begal Rawit Bolot yang menjadi kusir berseru tertahan sambil menarik tali kekang kudanya.
''Kawanan bangsat dari mana yang berani menghentikan kereta kuda ini.!'' bentak Begal Rawit Bolot gusar sambil melompat turun dan cabut goloknya dari balik pinggang. mata di balik caping bambu edarkan pandangan ke sekeliling. dia cukup terkejut saat menyadari sudah ada puluhan orang yang mengepung keretanya.
''Haa., ha., pucuk dicinta ulampun tiba. di saat kita membutuhkan kereta kuda untuk dapat mengangkut barang upeti, justru sekarang sudah ada kereta yang bukan saja besar tapi juga mewah pertanda pemiliknya pasti orang dari kalangan atas..'' gelak tawa terdengar di antara kelebatan hutan rimba. dalam sekejap seputaran tempat itu telah berlompatan keluar lebih dari empat puluh orang bermuka bengis dengan senjata terhunus di tangan dan langsung bergerak mengepung.
''Jika melihat kereta kuda ini mungkin sekali isinya juga penuh dengan barang berharga. kalau sudah rejeki memang tidak akan pergi kemana.!'' terdengar seruan lain dari para pengepung. ''Setan alas., kuperingatkan pada kalian agar jangan berani berbuat apapun dengan kereta majikanku atau kalian bakal menyesal.!'' damprat Begal Rawit Bolot.
__ADS_1
''Bedebah. kurang ajar betul kusir kuda ini. apa dia tidak menyadari keadaannya yang sebentar lagi akan tergeletak menjadi mayat di hutan ini.!'' maki seorang lelaki lima puluhan tahun bertubuh tinggi kurus dengan jubah hitam menutupi tubuhnya. ditangannya dia mencekal sebuah golok panjang yang ujungnya bengkok menyerupai kaitan.
''Huhm., mungkin kusir tolol ini belum tahu kalau saat ini sedang berada di wilayah hutan 'Mambangan' tempat sarang gerombolan rampok 'Seribu Mambang.!'' dengus salah satu rekan si jubah hitam kurus. orang ini meskipun juga berjubah hitam namun tubuhnya lebih tinggi dan besar ketimbang kawannya. selain itu dia juga berkepala gundul dan memanggul sebuah gada berduri di bahu kanannya.
Begal Rawit Bolot rada terperanjat juga kala mendengar dengan siapa saat ini dia berhadapan. sebagai bekas pimpinan kaum perampok lelaki ini jelas pernah mendengar juga nama gerombolan begal rampok 'Seribu Mambang'. dia merutuk kelalaiannya karena tidak menyadari sudah berada di daerah yang berbahaya.
''Paman Rawit Bolot, berikan saja beberapa keping uang perak atau emas pada mereka sebagai uang jalan. kita mesti secepatnya sampai di tempat tujuan.!'' terdengar suara merdu si Pipit Lincah yang melongokkan kepalanya keluar jendela kereta. wajah gadis muda cantik berlesung pipit itu seketika menarik perhatian kawanan penghadang.
''Woouuhh., apa kalian lihat tadi. ada wajah cantik yang keluar dari dalam kereta.!'' seru seorang anggota gerombolan. ''Haa., ha., ini benar- benar rejeki nomplok. kereta kuda mewah berharga mahal dengan isinya yang juga sangat istimewa.!'' gelak anggota lainnya. ''Aku berharap setelah kedua ketua kita puas menikmatinya, kita sebagai anak buah juga bisa mencicipi gadis cantik itu.!'' sahut anggota yang berdiri paling dekat dengan kereta.
Tapi sayangnya itulah ucapan terakhir yang keluar dari mulutnya karena lehernya keburu putus setelah golok Begal Rawit Bolot telah memenggal kepalanya. gerakan bekas salah satu pimpinan rampok alas Roban itu tidak berhenti di situ saja. dengan jurus 'Golok Lawang Sedasa' dia berkelebat menyerang kedua pimpinan lawan yang masih tertegun.
Saat tubuhnya berkelebat maju senjata golok berujung rata ditangannya juga tidak berhenti membacok dan membabat. tiga orang lawan kembali terjungkal roboh bersimbah darah. orang lain yang berada disana hanya dapat melihat sepuluh buah bayangan golok besar yang datang mendobrak kepungan.
'Craaakk., craaass., sraaatt.!'
''Uaaahk., uaakh., aaarkh.!''
''Anjing keparat. kurang ajar.!'' maki kedua pimpinan gerombolan itu yang tidak pernah menyangka kalau lawannya sanggup bergerak begitu ganas. serentak keduanya menyambut serangan Begal Rawit Bolot dengan andalkan senjata masing- masing. demikian juga anak buahnya yang tanpa diperintah langsung turut mengeroyok.
__ADS_1
Pertarungan yang jelas tidak seimbang satu lawan empat puluhan orang seketika terjadi di hutan itu. meskipun punya ilmu silat sangat tinggi tapi dikepung demikian banyak musuh membuat Begal Rawit Bolot terdesak hebat. biarpun masih dapat bertahan namun luka- luka akibat sabetan senjata telah mampir di tubuhnya yang gempal kekar. biarpun begitu dia sama sekali tidak mengeluh sedikitpun bahkan semakin beringas.
Keadaan ini membuat gerombolan rampok Seribu Mambang semakin gusar terutama kedua pimpinannya. dengan menggembor buas mereka menyerang dari dua arah. golok bermata kaitan membabat leher sekalian hendak membelah bahu kiri lawan. sedang gada berduri si tinggi besar tanpa ampun mengepruk kepala sekaligus punggung Begal Rawit Bolot.!
Untuk pertama kalinya lelaki kekar bercaping bambu itu meraung gusar menahan rasa sakit. walaupun dapat menghindari dan menangkis serangan kedua musuhnya tapi dia harus menerima satu sabetan golok di pinggang kiri. masih untung lukanya tidak terlalu dalam meski darah mengucur deras hingga orang ini masih dapat bertahan hidup.
''Bangsat semuanya. aku akan mengadu jiwa dengan kalian.!'' teriak Begal Rawit Bolot kalap. setelah bergulingan menjauh lantas menotok jalan darah di mulut lukanya, dia kembali menyerbu tetap dengan ilmu Golok Lawang Sedasa yang berarti golok sepuluh pintu. bedanya jika sebelumnya bayangan sepuluh goloknya terlihat mengurung dari berbagai penjuru arah kini sepuluh golok itu serentak membacok hanya ke satu sasaran. inilah jurus terkuatnya yang di namai 'Sepuluh Golok Membelah Pintu Bendungan.!'
Akibatnya bukan hanya si tinggi besar bergada duri saja yang tewas seketika dengan tubuh terpotong- potong tapi juga empat anak buahnya yang terkapar mandi darah setelah turut tersambar jurus lawan. sementara pedang dan golok mereka sama terlepas bermentalan. sayang sekali untuk dapat melepaskan jurus pamungkas ini Begal Rawit Bolot mesti kerahkan seluruh sisa tenaganya hingga dia lemas jatuh terduduk.
''Jahanam busuk. pergilah kau ke neraka.!'' gembor si tinggi kurus sambil babatkan golok kaitan di tangannya hendak merajam habis punggung lawan guna membalaskan kematian sobatnya. ''Bayar nyawa pimpinan juga semua kawan kami, bangsat sialan.!'' rutuk para anggota gerombolan yang sama mengamuk. belasan senjata sudah memburu hanya tinggal dua jangkauan tangan saja dari tubuh Begal Rawit Bolot.
''Habisi mereka semuanya. jangan tinggalkan jejak sedikitpun.!'' terdengar suara dingin memberi perintah dari dalam kereta kuda. ''Baik tuan muda.!'' terdengar pula sahutan dua orang gadis yang merdu di telinga. atap kereta kuda mendadak terbuka, menyusul dua bayangan putih berkelebat keluar dari sana.
Aroma wangi segar tercium dari kedua orang gadis muda yang punya raut wajah sangat cantik. meskipun begitu gerakan jurus yang mereka pakai justru teramat kejam.
Dengan sebilah pedang pendek di tangan kiri dan cambuk ular putih tergenggam di kanan, gadis bernama Camar Anggun selain mampu menikam dan menggorok tenggorokan tiga orang lawan sekaligus dalam sekali serangan, cambuknya juga sanggup membelit putus pergelangan tangan si tinggi kurus yang sejengkal lagi dapat membabat punggung Begal Rawit Bolot dengan golok kaitannya.
Lain halnya dengan Pipit Lincah. dengan andalkan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat tinggi dia menghamburkan dua puluh jarum perak beracun sekaligus dalam sekali lemparan. enam orang seketika roboh berkelojotan menjadi korban. belum lagi tersembunyi sebentuk pipa pelontar bahan peledak dari balik lengan jubahnya, gadis centil ini seolah berniat hendak membakar habis seluruh kancah pertarungan.!
__ADS_1
..........
Maaf kalau alur ceritanya jadi lebih lambat atau melebar. aku cuma bantu update tok ora melok gawe novel😊. Silahkan tuliskan komentar Anda yah🙏, Terima kasih.