
Mendengar ucapan dingin dari mulut ketua partai 'Gapura Iblis' membuat hati sesepuh 'Dewa Kikir' menjadi sedikit gelisah karena dia tahu betul sifat dari pimpinannya itu. semakin orang ini bersikap acuh, dingin dan hambar dalam berbicara maka semakin dalam pula dirinya menyimpan kekejaman.
"Kau tahu bukan kakek sesepuh Dewa Kikir, aku sangat membutuhkan barang itu demi menyempurnakan ilmu kesaktianku. kalau mengingat masa lalu saat diriku berhasil menjadi pemenang dalam persaingan merebut jabatan ketua partai Gapura Iblis dari tangan kembaranku yang tertua, aku hampir saja mati karena kalah dalam tingkatan ilmu kedigjayaan.."
"Hanya karena siasat tipu muslihat yang sangat terencana fdan sedikit keberuntungan saja diriku dapat lolos dari maut lantas berhasil membunuhnya. aku juga tidak akan pernah melupakan jasa kalian semua yang telah mendukungku utamanya kau dan kakek sesepuh 'Bungkuk Mata Buta'. tapi kita tidak dapat menjamin keadaan seperti ini akan tetap sama selamanya, apalagi rencana besar kita sudah semakin dekat waktunya.."
"Singkatnya diriku tidak ingin mengulang kejadian masa silam yang mengandalkan tipu muslihat semata. karena dengan adanya kesempurnaan dari ilmu kesaktianku, semua yang menjadi penghalang Gapura Iblis untuk menjadi penguasa tunggal dunia persilatan akan dapat kita sapu bersih dengan sangat mudah. jadi kuharap., kalian jangan sampai membuat diriku kecewa.!" tandas ketua Gapura Iblis itu
"Apapun yang menjadi keinginanmu, itu sudah menjadi kewajiban bagi kami para bawahanmu untuk dapat mewujudkannya. hanya saja., soal 'Bunga Jamur Cendawan Iblis' ini., kami memang rada mengalami sedikit kesulitan untuk mencarinya karena kekurangan sumber berita yang dapat di percaya. apalagi kedua sesepuh partai yang lainnya, si 'Kutu dan Benalu' juga sudah lama tidak ada kabarnya. Huhm., sialan betul.!" omel si Dewa Kikir mendengus kesal.
"Tapi meskipun begitu kami akan berusaha sekuat tenaga. dengan mengandalkan segala sumber daya yang ada dalam partai, kurasa benda keramat itu bisa kita dapatkan.." jawab si Dewa Kikir. orang tua berkepala botak itu masih terus memberikan beberapa laporan penting pada ketua partai Gapura Iblis.
"Aah, hampir saja aku melewatkan suatu masalah penting. ini mengenai 'Darah Keabadian' yang menjadi incaran 'Kelompok 13 Pembunuh'. jika memang benar kabar yang terdengar kalau cairan darah sakti itu dapat meningkatkan kekuatan bagi para pesilat yang meminumnya, mungkinkah itu dapat kita jadikan sebagai pengganti Bunga Jamur Cendawan Iblis, andai kita masih gagal menemukannya. bagaimana menurutmu.?" tanya Dewa Kikir.
Ketua partai Gapura Iblis yang berdiri dalam kegelapan sempat keluarkan seruan tertahan sebelum tertawa dingin. "Dari sekian banyak berita bagus yang kau laporkan hari ini, cuma masalah Darah Keabadian saja yang cukup menarik hatiku. kenapa pemikiran sebagus itu tidak kau katakan sejak dulu. Chuih., apakah usia tua dan banyaknya pekerjaan ruwet dalam mengatur harta benda partai semakin membuat otakmu lamban.? sindir sang ketua mencibir.
"Huhm., biarpun setua ini tapi aku belum karatan tahu.!'' gerutunya menahan geram. "Meski banyak orang pandai dalam partai Gapura Iblis tetapi kuyakin tidak ada yang sanggup bekerja sepertiku. ucapanmu seperti sengaja melecehkan diriku.!" sang ketua menyeringai sinis dibalik kegelapan. "Aku hanya bercanda saja, kenapa juga kau marah. siapkan anak buahmu untuk ikut serta dalam perebutan Darah Keabadian. tapi ingat, lebih baik 13 Pembunuh tidak sampai mengetahui kalau kita turut terlibat.."
__ADS_1
Dewa Kikir pencongkan mulutnya "Mereka hanya gerombolan pembunuh bayaran tolol, kenapa juga mesti kita waspadai. justru dengan nama besar Gapura Iblis kita harus bisa membuat mereka mau menyerahkan Darah Keabadian itu pada kita dengan suka rela. jika mereka berani menolak, tinggal kita habisi saja. selesai.!"
"Hehm., belakangan aku lihat kelakuan si tua bangka kikir ini semakin berangasan saja.." batin ketua Gapura Iblis sambil geleng- geleng kepala. sementara diluar dia bicara lain. "Walaupun Kelompok 13 Pembunuh bukanlah tandingan kita tapi jika terjadi bentrokan tetap saja akan timbul banyak korban.."
"Mereka dapat saja kita musnahkan dengan mudah namun partai Gapura Iblis juga pasti kehilangan banyak anggota. itulah yang harus di hindari.!" tandas sang ketua sembari kibaskan sebelah tangannya pertanda mengakhiri pertemuan. "Aku mengikuti perintahmu.." ucap Dewa Kikir menjura hormat sebelum mengundurkan diri dari dalam ruangan goa pualam putih.
Keheningan yang mencekam terasa dalam ruangan yang cuma diterangi nyala api obor batu yang tertancap di tengah lantai. setelah merenung sesaat, ketua Gapura Iblis bertepuk tangan tiga kali sebelum berseru. "Kalian sampaikan perintahku agar si 'Ratu Lebah Bunga Bangkai' datang menghadap kemari.!"
Terlihat dua bayangan hitam dari balik sudut kegelapan yang berkelebat keluar ruangan. tidak perlu menunggu terlalu lama, dari ujung pintu ruangan goa nampak muncul tiga sosok bayangan manusia yang bergerak masuk. dua orang yang tiba lebih dulu cepat menghormat sang ketua sebelum kembali lenyap di sudut kegelapan.
Setelah tiba di tengah ruangan barulah wanita itu berhenti. sepertinya dia memang sengaja memilih berdiri dekat dengan cahaya api obor batu agar orang lain dapat melihatnya dengan jelas. wanita itu selain punya paras sangat cantik juga berambut hitam ikal lebat yang sebagian di gelung ke atas. bibirnya yang bergincu merah seperti selalu sunggingkan senyuman menggoda.
Dua hal yang paling menarik darinya adalah di tangan wanita itu terlihat memegang sebuah pot guci berwarna keperakan setinggi satu setengah jengkal dengan ukiran wajah- wajah setan. lima kuntum bunga berwarna kuning hitam, ungu, merah dan putih dengan beberapa lembar daun di tangkainya tumbuh di guci itu. aroma wangi keluar dari pot guci itu.
Selain itu di sekeliling pinggangnya yang ramping tergantung belasan kantung kulit kecil berwarna keemasan. sejak wanita cantik namun seperti suka berlaku genit cabul itu memasuki ruang goa, terdengar suara- suara mendengung aneh. kini dapat diketahui kalau di sekeliling tubuh perempuan itu terdapat puluhan ekor lebah warna- warni yang beterbangan. sesekali beberapa diantara lebah- lebah itu hinggap di atas pot bunga lima warna.
''Salam hormatku ketua partai Gapura Iblis. ada keperluan apa hingga yang mulia ketua memintaku untuk datang menghadapmu. apakah., ketua yang gagah menginginkan tubuh wanita ini untuk melepaskan segala kebosanan dan bersenang- senang berdua.?'' pancing wanita genit itu sembari menjura lalu tertawa kecil.
__ADS_1
''Haa., ha., siapa lelaki yang tidak suka dengan wajah cantik dan tubuhmu yang menggiurkan itu. tapi sayangnya saat ini aku bukan sedang menginkannya melainkan hendak bertanya padamu mengenai suatu masalah penting. sebagai seorang ahli racun dan pengobatan dalam partai Gapura Iblis tentunya kau paham tentang sifat dari bermacam tanaman obat dan racun. seperti yang kau ketahui aku sudah sangat lama menginginkan Bunga Jamur Cendawan Iblis demi kesempurnaan ilmu kesaktianku..''
''Sayangnya., orang- orangku masih saja gagal untuk mendapatkannya. ini membuat diriku merasa gusar dan kecewa..'' keluh orang berjubah putih itu berjalan mondar- mandir di atas lantai tiga undakan batu. ''Ooh ketuaku., andai saja hamba mampu membantumu pastilah sudah kulakukan sejak lama. hanya saja aku tidak sanggup menciptakan benda yang punya kemampuan setara dengan Bunga Jamur Cendawan Iblis itu. harap maafmu atas ketidakmampuanku ini..'' ucap wanita berjuluk Ratu Lebah Bunga Bangkai itu membungkuk rendah hingga belahan dadanya yang putih montok terlihat jelas.
Seketika darah sang ketua berdesir lebih cepat. ''Setan betina ini benar- benar mampu menggoda kaum lelaki. jika dilihat dari luar, siapapun tidak akan pernah mengira kalau umurnya sudah lebih enam puluh tahun. keahlian pengobatan dan racunnya memang tidak dapat dipandang remeh. sebagai salah satu jebolan perguruan 'Panca Racun' yang konon di dirikan oleh salah satu cucu 'Tabib Langit Racun Bumi' tentu ilmu pengobatan dan racunnya sudah sangat tinggi..'' batinnya dalam hati.
Sementara di luarnya dia malah bicara lain. ''Aku tahu kau sudah bekerja sangat keras dan tidak akan menyalahkanmu. sesepuh Dewa Kikir baru saja menghadapku untuk memberikan laporan tetang segala yang berkaitan dengan harta benda partai. selain itu dia juga mengatakan tentang Darah Keabadian yang jadi incaran Kelompok 13 Pembunuh. sekarang aku ingin bertanya padamu, apakah darah yang kabarnya sakti ini ada kemungkinan untuk dapat menggantikan Bunga Jamur Cendawan Iblis.?''
Ratu Lebah Bunga Bangkai seperti tertegun diam sesaat lamanya sebelum sunggingkan senyuman genit. ''Aash., kenapa tidak pernah terpikir olehku masalah ini. biarpun aku belum pernah melihat wujud dari Darah Keabadian itu seperti apa, namun segala kemungkinan masih bisa menjadi kenyataan. dapatkan darah itu, akan kulakukan yang terbaik untukmu.!'
Bayangan jubah putih perlahan melayang ke samping Ratu Lebah Bunga Bangkai lantas berputar lembut dibelakang tubuhnya. sepasang lengan putih bersih namun kekar dan kokoh merengkuh tubuh rampingnya. perlahan jemari sang ketua mulai menelusup masuk ke balik jubah gaun merah, dimulai dari sepasang buah dada hingga terus turun ke bagian bawah perut. ''Aku tahu kau butuh pelampiasan hasrat agar dapat berpikir jernih dalam bekerja. lagi pula sudah berapa lama dirimu tidak kuberikan kepuasan.?'' bisik lelaki itu menyeringai.
''Aah. aah, iit., itu su., sudah lebih duu., dua bulan. kaa., kau., kau harus melakukannya sekarang juga. Aah., sialan. aku sudah tidak tahan lagi. kaa., kau memang lelaki bajingan.!'' wanita itu terus menggelinjang, berteriak dan mendesah. nafsunya cepat terbangkit. pot bunga lima warna terjatuh ke lantai bersama jubah merahnya. kini dia telanjang bulat lalu ganti memeluk tubuh sang ketua.
.....Ada adegan XXX dibawah cahaya obor.. Bikin otak jadi mikir kotor.. Maaf para reader, ini bukan kebiasaan author.. Jadi., terpaksa kita sensor.,😅🙏.
....Silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih😊.
__ADS_1