Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Hari ketiga bulan ketiga (bag 3)


__ADS_3

Caci makian dan sumpah serapah dari mulut para tokoh silat aliran hitam dan putih itu seakan tidak ada gunanya, karena mereka mesti bergegas menyelamatkan diri bila tidak ingin mampus di libas jurus kesaktian yang datang menghantam tanpa diundang. diantara semuanya kedua wakil ketua dari perguruan silat 'Pedang Samudera' yang paling duluan bertindak.


''Huhm., baru datang sudah langsung menyerang, kau pikir kami dari perguruan Pedang Samudra dapat dibuat main- main.!'' bentak wakil ketua Warmandaka gusar. ''Kurang ajar., rupanya bocah setan sialan itu memang segila yang pernah kita dengar. dia harus dilenyapkan secepatnya.!'' geram wakil ketua Muladewa.


Dengan keluarkan suara dengusan angkuh, tubuh mereka sama melompat setinggi lebih satu tombak. sebelah tangan kirinya berputar lalu membabat rata kedepan. dua gelombang arus tenaga bergulung menyapu sekeras ombak lautan. cahaya kebiruan turut pula menyambar disertai suara bergemuruh bagai badai menerjang. itulah salah satu ilmu sakti dari perguruan silat Pedang Samudra, jurus kesaktian 'Tapak Gelombang Pedang Menyapu Lautan.!'


'Whuuuss., wheeerss.!'


'Dheeeess., blaaaaam., blaaaaar.!'


Seakan tidak mau ketinggalan dengan kedua orang tua itu, 'Sepasang Pendekar Berbaju Kuning' juga turut melabrak. dua jari telunjuk dan tengah mereka dirapatkan. selarik cahaya kuning keemasan berkilauan berbentuk mata pedang sepanjang tiga jengkal mendadak muncul di tangan masing- masing. sekali mengibas mata pedang kuning itu melesat cepat menembusi gumpalan debu pasir tebal.


''Jurus 'Jari Pedang Jiwa Dewa- Dewi.!'' desis Nyi Kalong Mangiran dengan bibir gemetaran mengenali ilmu kesaktian yang di gunakan kedua suami istri itu. sebagai pesilat yang termasuk kawakan dan sesama pemakai ilmu pedang, tentunya nenek ini paham tingkat kesulitan untuk mencapai tahap pembentukan jiwa pedang.


Karena dengan menguasainya seorang pesilat pedang dapat melebur sebilah pedang pusaka kedalam jiwanya, dan pedang itu dapat muncul kapanpun dia membutuhkan. konon pada taraf puncak kesaktian, pedang pusaka yang sudah bersatu dalam diri orang itu akan semakin bertambah kuat. hingga tanpa diminta sang jiwa pedang akan muncul untuk melindungi pemiliknya.


Serangan berbagai ilmu pukulan sakti yang datang dan saling beradu susul- menyusul itu seketika membuat hampir seluruh tokoh silat yang hadir di lereng utara gunung Merapi itu berhamburan panik menyelamatkan diri. debu tanah pasir terbongkat bergulung- gulung membumbung menutupi udara. meskipun sosok tubuh lawan belum terlihat, tapi mereka semuanya menyadari betul siapa orang yang telah melakukannya.

__ADS_1


Ledakan sembilan cahaya hitam dari jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian'., berlusin bayangan telapak merah berbau anyir darah dari pukulan 'Tapak Darah Meminta Sedekah' yang disusul dengan ilmu pukulan 'Naga Penghancur Rembulan' dan diakhiri dengan cabikan cahaya hitam kemerahan dari jurus 'Cakar Burung Hantu Pemuja Kegelapan' seakan memberikan jaminan akan kehadiran si peringkat pertama dalam jajaran sepuluh pesilat pendatang baru terkuat di dunia persilatan saat ini.!


Walaupun tiga lembar nyawa sudah menjadi korbannya, serangan ganas yang tidak kenal ampun itu terus mengancam jiwa para tokoh silat. ketua dan wakil ketua perguruan silat Bayangan Berdarah meraung gusaran. sekali berkelebat mereka lepas menghindar lantas berkelebat balik menyerbu.


Tubuh kedua orang pimpinan ini berubah laksana bayangan merah darah yang melesat ketengah gumpalan debu pasir yang menutupi pandangan sambil babatkan senjata pedang begeriginya. dua larik cahaya merah bagaikan sepasang gigi taring iblis mencabik kemuka.


Nyai Kalong Mangiran si 'Kelelawar Betina Berpedang Hantu' jelas tidak mau ketinggalan. melihat kematian Kelelawar Paku yang sangat mengejutkan membuat dendam kesumat nenek tua itu semakin menggelegak. dengan sebatang pedang bersinar kemerahan di tangan kirinya diapun turut meluruk ke balik gumpalan debu tanah yang masih pekat menggulung.


Semua peristiwa ini berlangsung begitu cepat. tidak satu orangpun yang tahu apa yang terjadi disebaliknya. hanya terdengar berpuluh kali bentrokan senjata dan ledakan ilmu kesaktian sebelum disusul dengan terpentalnya tiga sosok tubuh merah hitam keluar dari gulungan debu pasir yang semakin memanas.


Satu tikaman tongkat lurus tanpa kembangan apapun yang mampu melontarkan sepasang cahaya hitam dari jurus 'Tongkat Kembar Cahaya Kegelapan' sudah melabrak 'Nyi Kalong Mangiran dan kedua ketua Bayangan Berdarah. tapi ditengah jalan tubuh si pincang Pranacitra yang masih berlepotan debu tanah bercampur dengan tetesan darah mendadak menjejakkan kakinya ke bumi, sekali menutul sosok pucat itu sudah berbalik arah.


Kepalan tangan kirinya menghantam tiga kali beruntun ke tubuh 'Tiga Singa Buas Bersurai Biru' yang baru saja berhasil jejakkan kaki mereka ke tanah untuk menghindari pukulan Naga Penghancur Rembulan. serentak hati mereka terperanjat ngeri melihat gempuran beruntun yang dilancarkan lawan. suara naga meraung murka yang memekakkan telinga mengiringi sambaran tiga buah cahaya hitam emas berbentuk kepala naga yang membuka rahangnya. inilah jurus 'Raungan Naga Kehancuran.!'


Ketiga orang bersaudara yang muksnya mirip binatang buas dan menjadi tuan rumah dalam pertarungan sengit itu sama menggembor buas. sungguh dalam mimpi mereka yang terburukpun tidak pernah menyangka kalau lawan sekali datang langsung berani untuk beradu jiwa.


Mereka tahu untuk menghamburkan ilmu kesaktian tingkat tinggi seperti ini akan sangat menguras tenaga dalam. sehebat apapun pesilat jika kehabisan tenaga pasti bakal lebih cepat mati. tapi gilanya justru si pincang ini berani melakukannya. apakah bocah itu benar sudah bosan hidup.?'

__ADS_1


Tidak ada lagi waktu untuk berpikir, seakan sudah sepakat sambil meraung kedua tangan mereka sama terentang lalu menghantam dan mencengkeram ke muka. beberapa larikan cahaya dan kabut kebiruan melabrak dahsyat merobek udara pagi. ilmu pukulan 'Cabikan Singa Neraka Biru' sudah dilepaskan.


Gempuran dahsyat dari pemuda yang telah mewarisi banyak ilmu kesaktian dari lima dedengkot persilatan kawakan aliran hitam ini tidak hanya berhenti di situ saja. tanpa perduli dengan serangan balik para lawannya yang mengancam nyawanya, dia jatuhkan tubuh ke atas tanah, bergulingan empat kali untuk menghindari jurus 'Jari Jiwa Pedang Dewa- Dewi' yang kembali dilepaskan oleh Sepasang Pendekar Berbaju Kuning dan diakhir gerakan balas menghantam dengan jurus 'Tongkat Maut Pemecah Rembulan.!'


Seakan mempunyai tenaga sakti yang berlipat ganda, masih dalam keadaan serata dengan tanah, tubuh Pranacitra tiba- tiba mencelat hampir tiga tombak ke udara. ilmu pukulan 'Cengkeraman Jari Melintasi Udara Merenggut Sukma' disusul 'Tapak Harum Seribu Maut' yang dilepaskan Setan Berjari Iblis dan Harum Beracun lewat dibawahnya dan menghantam sebongkah batu hingga gompal dan berasap kemerahan. anehnya tongkat besi kepala tengkorak seperti sengaja dia tancapkan ke atas tanah.


Tubuh si pincang yang melayang di udara seakan diselimuti gumpalan kabut putih yang sangat dingin. ribuan butir titik- titik air beku menyelimuti udara. hawa sekitar menjadi sangat dingin menusuk tulang. si Harum Beracun yang hendak merebut tongkat besi hitam sampai tertahan langkahnya.


Cepat orang ini kerahkan tenaga dalamnya untuk mengusir hawa dingin yang membuat kaku tulang tubuh. saat dia melirik rekannya yang lain, terlihat semuanya terperanjat saat menyadari kabut sedingin es ini bukan saja membuat udara serasa membeku, bahkan permukaan tanah juga turut dilapisi butiran salju.!


''Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini., tapi kalian semua yang memaksaku. dua orang bangsat bergelar si Harum Beracun dan Setan Berjari Iblis, aku ingin mencabut nyawa kalian berdua lebih dulu sesuai dengan pesan kelima orang tua di Lembah Seribu Racun.!'' bentak Pranacitra bengis.


Semua orang terperanjat bukan olah- olah ngerinya. kedua mata semua orang menatap keatas dengan bergidik. dari tubuh si pincang yang punya bermacam julukan menyeramkan itu keluar cahaya putih menyilaukan dan kabut tebal sedingin es yang semakin menyelimuti udara. ''Setan alas., apa yang sedang dilakukan bocah jahanam itu.!'' batin semua orang tanpa sadar merasa ketakutan.


''Sia., sia., lan., aa., aku sam., pai ti., tidak mam., pu mengge., rakkan tub., tubuh., kuu.!'' geram Nyi Kalong Mangiran gemeletuk kedinginan. saat matanya melirik semua orang dia terkejut karena mereka juga mengalami hal yang sama dengannya. Setan Berjari Iblis dan si Harum Beracun masih sempat lepaskan satu ilmu kesaktian sebelum tubuh mereka mulai kaku berselimut salju putih.


''Aku pertaruhkan segalanya dalam satu serangan ini. kalian semua akan mendapatkan kehormatan karena menjadi yang pertama untuk merasakan ilmu 'Salju Neraka Membekukan Dunia.!'' dengan membentak keras Pranacitra hantamkan kedua tangannya ke bawah. bergulung- gulung cahaya dan kabut putih yang diiringi ribuan es yang berjatuhan bagai paku tajam menghunjam. ledakan bergemuruh bagai gunung runtuh terjadi. sejauh mata memandang yang ada hanyalah hamparan putih dan beku.

__ADS_1


__ADS_2