Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Kesepakatan rahasia.


__ADS_3

Hari sudah berganti pagi saat Pranacitra sampai disebuah tepian hutan. dengan langkah kakinya yang terseok pelan dan seakan tidak pernah berubah itu dia terus berjalan memasuki hutan. meskipun sudah hampir lima tahun dia tidak kemari namun dengan segala daya ingatnya yang kuat pemuda ini masih dapat mengenali sekitarnya.


Si pincang dari gunung Bisma itu berdiri termenung menatap sebuah pohon yang ukurannya paling besar dibandingkan pohon- pohon lain disekitarnya. cahaya mentari pagi seakan belum mampu menembus lebatnya batang pohon dan daunnya. dia ingat betul., dulu pernah ada seorang pengemis tua buta bergelar 'Gembel Sakti Mata Putih' duduk disalah satu cabang pohon itu.


Kalau teringat pertemuan pertamanya dengan si 'Gembel Sakti Mata Putih' dia pasti akan terbayang lagi dengan Srianah, karena gadis inilah yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi sebelum akhirnya diangkat murid oleh pengemis sakti itu. ada perasaan rindu dalam hatinya. ''Aah., semoga gadis itu selalu dilindungi yang Maha Kuasa..'' harapnya selalu.


Berpaling kearah lain kira- kira dua puluhan langkah terdapat gundukan tanah dan batu yang dipenuhi rumput belukar. didalam sana terkubur beberapa kepala bayi yang pernah menjadi tumbal ilmu hitam dari si 'Iblis Picak Buntelan Kuning' sebelum nenek jahat itu tewas ditangan Gembel Sakti Mata Putih.


Dengan sekali sapuan tongkatnya dia dapat membabat habis semak rumput liar dan bebatuan yang menutupi permukaan tanah dibawah pohon besar. setelah memastikan tempat penyimpanan barang yang dia cari tongkat besi hitam ditangannya kembali bergerak. kali ini menusuk, membongkar sekaligus mencongkel kedalam tanah.


Sebuah gulungan kulit yang terikat akar pohon dan berlepotan tanah mencelat keluar dari dalam lubang tanah. dengan tangan kirinya Pranacitra menyambuti gulungan kulit itu. sekali mengebut tanah basah yang melekat digulungan kulit itu rontok tersapu bersih.


Si pemuda pincang duduk bersila dibawah pohon yang besarnya hampir dua kali pelukan orang dewasa itu. perlahan dia membuka gulungan kulit kambing ditangannya. dalam lembaran terdapat gambar bermacam periuk tanah, dedaunan, bunga juga akar tumbuhan. selain itu terdapat pula banyak sekali tulisan mengenainya.


Pada bagian atas lembaran kulit itu terdapat tulisan 'Petunjuk Rahasia Ramuan Peningkat Tenaga Dalam Dan Pancaindera'. rupanya benda yang pernah sangat diidamkan oleh si Iblis Picak Buntelan Kuning ini telah sengaja ditinggalkan Prancitra dalam lubang tanah dibawah pohon. sepertinya dia kembali kemari untuk bisa menggunakannya agar kekuatan dirinya dapat memeningkat. meskipun dulunya Ki Suta guru pertama Srianah pernah menjadi gila karena ramuan ini, tapi si pincang percaya dia akan sanggup mengatasinya.


Untuk menghadapi partai persilatan terkuat dari aliran hitam sekelas 'Gapura Iblis' tidak cukup hanya berbekal ilmu silat dan kesaktian yang sangat tinggi saja, tetapi juga diperlukan kemampuan bermain siasat dan akal muslihat. mengenai itu Pranacitra jadi teringat pada seseorang. dalam jajaran sepuluh pesilat muda pendatang baru terkuat saat ini, ada tokoh wanita cantik yang berjuluk 'Dewi Malam Beracun.!'


Konon kabarnya ilmu kesaktian perempuan yang pernah dia tolong saat masih bersama Puji Seruni ini sebenarnya tidak terlalu luar biasa, namun kehebatan akal tipu muslihat juga pengetahuannya tentang racun serta senjata rahasia membuat dia sering kali sanggup mengalahkan pesilat lain yang punya ilmu kesaktian lebih tinggi darinya.


Paling tidak., sekarang ini Pranacitra sudah mempunyai seorang kenalan yang punya hubungan dengan partai Gapura Iblis. orang itu bukan lain adalah tokoh persilatan dari golongan putih yang sore kemarin sempat berduel dengannya diluar perbatasan pedukuhan Punggingan.

__ADS_1


Sebenarnya saat dia melihat bendera hitam lambang partai Gapura Iblis itu berada ditubuh si 'Pendekar Harimau Putih' darah Pranacitra terasa mendidih. hampir saja dia gelap mata hingga berniat langsung menghabisinya. beruntung nalarnya masih jalan karena tidak mungkin seorang ksatria seperti orang ini mau bergabung dengan suatu perkumpulan jahat tanpa sebab.


''Kenapa seorang pendekar hebat yang dikenal berani, tegas dan adil dalam rimba persilatan sepertimu bisa jatuh kedalam partai aliran hitam.?'' desak Pranacitra bengis. meskipun ujung tongkat besinya sudah menusuk seruas jari ke dalam pinggang kirinya sehingga mengucurkan darah, tapi orang tinggi besar dan agak brewok itu malah menyeringai lantas tertawa bergelak sampai terbatuk- batuk.


''Haa., ha., ha., Uugh., uhugh., rupanya benar dugaanku, kau punya dendam dengan partai Gapura Iblis. bahkan aku merasa kalau dirimu adalah orang yang selama ini menghabisi para pemegang bendera hitam perlindungan milik partai itu.!'' hardik Pendekar Harimau Putih dengan suara penuh tekanan.


''Kau., kau tidak perlu terkejut atau merasa gusar. akan kujawab semua pertanyaanmu. tapi sebelumnya bis., bisa., kah kau., kau lep., lepas., kan dulu diriku. kita bicara baik- baik..'' bujuknya menahan rasa kesakitan. Pranacitra perlahan mencabut kembali tongkatnya lalu mundur selangkah. dia tidak merasa khawatir lawan bakalam kabur. entah kenapa dalam hatinya dia percaya pada orang ini.


Begitu terlepas dari ancaman tubuh kekar dan besarnya sudah melompat bangun. hanya dengan meminum sebutir obat lalu dua kali menotok jalan darah dipinggang kiri serta mengatur pernafasannya sebentar saja dia sudah dapat kembali pulih dan menghentikan darah yang mengalir pada lukanya.


''Disini bukan tempat yang baik untuk bicara..'' bisiknya memandang tajam sekeliling. setelah memungut kembali senjata tombak bermata golok harimaunya, Pendekar Harimau Putih cepat berkelebat kearah hutan di ikuti oleh Pranacitra. dalam sekejap saja tubuh mereka sudah lenyap seiring tibanya malam hari.


Pranacitra hanya diam menunggu lelaki didepannya melanjutkan ucapannya. sikap pemuda itu tetap dingin tanpa menyiratkan perasaan apapun membuat orang lain merasa gelisah jika memandangnya. ''Eehm., akan kupersingkat semuanya. dimasa lalu diriku pernah punya dendam kesumat dengan orang partai Gapura Iblis yang telah membunuh sanak saudaraku..''


''Dulu ada suatu perguruan silat besar yang pernah berkuasa didaerah timur dan tenggara, tapi kemudian mereka runtuh akibat perebutan kekuasan dan pengkhianatan diantara calon pewarisnya. saat itulah partai Gapura Iblis menghancurkan perguruan silat itu hingga benar- benar lenyap dari rimba persilatan. meskipun kejadiannya sudah lebih tiga puluhan tahun silam tapi semuanya masih membekas dalam ingatanku.!'' geram Pendekar Harimau Putih penuh dendam amarah.


''Kau tahu., saat itu diriku masih sangat muda. mungkin lebih muda darimu. dalam perguruan silat ini aku adalah keponakan dari ketua lama yang merupakan adik kandung dari ayahku. sejak kedua orang tuaku meninggal beliaulah yang merawat dan mendidikku. waktu itu tubuhku tidak sekuat sekarang, kurus juga lemah. seingatku entah bagaimana paman mendadak jatuh sakit. karena beliau tidak mempunyai anak maka tiga murid terbaiknya menjadi calon penerusnya..''


''Singkatnya terjadi persaingan dan sialnya., tanpa diketahui siapapun salah satu dari mereka rupanya sudah lama menjadi anggota partai Gapura Iblis. perpecahan hanya mengakibatkan kehancuran, perguruan silat itupun musnah. untungnya paman sempat menyuruh dua orang kepercayaannya untuk membawaku keluar dari sana hingga diriku selamat dari pembantaian, sedangkan mereka berdua tewas karena melindungiku..''


''Dalam pelarian tanpa bekal apapun hampir semua penderitaan telah aku alami. dalam keadaan putus asa keberuntungan justru datang menghampiriku. tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang sakti yang kemudian mengangkatku sebagai murid. dengan cara berlatih yang sangat keras dan aneh, juga meminum bermacam ramuan obat, tubuhku yang kurus lemah perlahan berubah menjadi kuat dan sebesar sekarang. pendek kata., penampilanku sudah berubah jauh hingga tidak satu orangpun dapat mengenaliku lagi..''

__ADS_1


''Lantas kenapa sekarang kau ceritakan semua rahasiamu ini kepadaku. memangnya kau hendak mencari simpati dariku.?'' sindir Pranacitra memotong. ''Untuk sebuah kerja sama yang baik tentunya kedua belah pihak mesti saling percaya dan tidak menyimpan rahasia..'' jawab Pendekar Harimau Putih tegas.


''Aku adalah salah satu pesilat golongan lurus yang menjadi begundal dari Gapura Iblis. tugasku menjadi mata- mata bagi mereka untuk mengetahui siapa saja tokoh persilatan golongan putih yang diam- diam menentang mereka. apa kau pernah mendengar nama 'Dewi Manyar' juga suaminya Ki Manyar Angin.?''


''Aku pernah mendengar suami istri ketua perkumpulan silat 'Bukit Manyar' itu telah mati terbunuh dua bulan lalu. apakah pembunuhan biadab itu hasil perbuatanmu. kenapa kau sampai tega mencelakai pendekar berbudi luhur seperti mereka berdua., kurasa akal sehatmu sudah terkubur dendam kesumat.!'' bentak Pranacitra marah.


''Berbudi luhur apanya., itu semua cuma kedok untuk menutupi perbuatan busuk mereka. kau tahu., sepuluh tahun silam kedua orang ini cuma gelandangan rendahan yang ditampung oleh Ki Manyar Megantara, ketua perguruan Bukit Manyar yang lama. karena sopan dan pandai membawa diri mereka diangkat sebagai murid bahkan diberikan tempat tinggal..''


''Tapi tidak ada yang tahu hati manusia, budi baik dibalas kejahatan. karena tamak ingin menguasai kekayaan dan perguruan milik gurunya, mereka meracuni sang guru hingga tewas. dengan akal licik dan saksi palsu keduanya melimpahkan kesalahan kepada putra tunggal Ki Manyar Megantara yang memang dikenal kurang baik perangainya dan doyan main perempuan..''


''Meskipun sudah menyangkal sekuat tenaga tapi bukti sudah didepan mata. akhirnya satu- satunya keturunan Ki Manyar Megantara itupun mati ditangan para murid perguruan Bukit Manyar. atas kesepakatan bersama kedua bekas orang rendahan itu diangkat sebagai ketua dan wakil ketua perguruan yang baru..''


''Gilanya mereka berani mengganti namanya dengan Dewi Manyar dan Ki Manyar Angin sebagai penghormatan pada mendiang ketua perguruan yang meninggal. Chuih., aku tidak tahu mesti tertawa atau malah muntah setiap kali teringat kisah kelam itu..'' tutur Pendekar Harimau Putih sinis sekaligus geram.


''Cerita ini aku dapat dari mulut seorang saksi palsu yang hendak dibungkam mulutnya karena menuntut pembagian kekayaan dari mendiang Ki Manyar Megantara. aku tanpa sengaja menyelamatkannya saat terjatuh dari tebing sungai dengan membawa luka parah..''


''Selain mereka berdua aku juga berhasil menyelidiki para pesilat aliran putih yang sebenarnya berhati bejat. disatu sisi diriku terlihat seakan membantu partai Gapura Iblis, tapi sebenarnya aku juga memberantas para serigala berbulu domba, kaum laknat yang bermuka malaikat.!'' tandasnya gusar.


''Waktuku tidak banyak., khawatir saat ini ada mata dan telinga lainnya yang mendengar. jadi aku tawarkan sebuah kesepakatan, akan kuberitahukan semua yang kuketahui tentang partai Gapura Iblis. sebagai balasan kau bantu diriku untuk menghancurkan mereka.!'' pungkas lelaki brewok berbaju putih ini. itulah awal kesepakatan rahasia yang dijalin Pranacitra dan Pendekar Harimau Putih. lagi pula semua itu cukup menguntungkan bagi si pincang. karena bagaimanapun juga tujuan mereka juga sama.


''Bicara panjang lebar tapi kau belum katakan sebenarnya dari perguruan silat mana dirimu berasal.?'' tanya Pranacitra. orang itu terdiam dan mendongak menatap kegelapan langit. ''Perguruan silat kami tidak pernah memihak golongan hitam atau putih. meski cuma berbekal kipas sebagai senjata tapi dulu wilayah timur dan tenggara pernah menjadi daerah kekuasan dari perguruan silat 'Kipas Sangkala.!''

__ADS_1


__ADS_2