Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Dua orang sesepuh.


__ADS_3

Sosok tubuh berjubah putih itu seakan tidak mendengar ucapan salam hormat dari kedua orang tua yang berdiri setengah membungkuk di bawahnya. dengan tetap menyilangkan kedua tangannya yang putih halus namun kekar itu sang ketua partai 'Gapura Iblis' masih diam mengamati lukisan besar lambang partai persilatan aliran hitam terkuat yang terpampang di dinding ruangan goa ini.


Sikap diam dan dingin dari ketuanya yang seakan tidak perduli justru membuat kedua sesepuh utama Gapura Iblis menjadi gelisah. sesepuh 'Dewa Kikir' melirik sekejap rekannya yang bungkuk buta. meski tidak lagi mampu melihat namun sesepuh 'Bungkuk Mata Buta' mempunyai indera perasaan yang sangat tajam hingga tahu kalau sobatnya sedang meliriknya seakan minta pendapat.


''Lukisan lambang partai kita ini sudah ada di dinding goa sejak ratusan tahun lalu. leluhur kita sang pendiri partai Gapura Iblis sendiri yang membuatnya. ini beliau lakukan sebagai pengingat kepada para keturunannya kelak bersama seluruh anggota partai untuk dapat membangkitkan kembali kejayaan Gapura Iblis..''


''Sejak perang besar antara partai Gapura Iblis dengan gabungan beratus perkumpulan silat golongan putih pada masa silam, leluhur partai terpaksa harus membuat perjanjian dengan para kaum bangsat pengecut yang mengaku dari aliran putih itu hingga kita tidak diperkenankan untuk keluar di dunia ramai sebelum kekuatan kita benar- benar dapat dipulihkan..''


Tanpa membalikkan tubuhnya ketua partai Gapura Iblis terus berucap. setiap perkataan yang keluar dari mulutnya terdengar datar dingin tanpa ada tekanan hingga orang lain tidak akan dapat mengira apakah dia sedang marah, sedih ataukah gembira. tapi justru semua itu seperti membawa suasana seram yang aneh dihati pendengarnya.


''Aku tidak tahu bagaimana cara kalian berdua sebagai dua dari empat orang sesepuh utama partai Gapura Iblis dalam mengatur segala permasalah di luaran sana, tetapi kenapa dalam beberapa bulan belakangan ini telingaku lebih sering mendengar berita yang kurang baik. seperti sekarang ini., kedatangan kalian dua orang tua yang menghadapku tanpa perintah rasanya juga membawa kabar buruk.!''

__ADS_1


''Sesepuh Bungkuk Mata Buta, kau bicaralah lebih dulu.!'' sambil setengah balikkan tubuh jari telunjuk ketua partai Gapura Iblis tepat menunding orang tua bungkuk berjubah hitam. diawali dengan helaan nafas berat orang tua buta itu mulai bertutur segala kejadian di dunia luar yang punya kaitan dengan partai Gapura Iblis, termasuk juga masalah si pincang.


Meskipun di luarnya sang ketua bersikap acuh seolah tanpa perduli tetapi sesepuh Bungkuk Mata Buta tahu betul kalau dalam hati pimpinannya sedang dibakar amarah. orang tua berjubah hitam itupun mengakhiri laporannya. dengan isyarat tangan sang ketua meminta sesepuh Dewa Kikir untuk ganti memberikan laporan.


Jika awalnya ketua partai Gapura Iblis yang tidak dapat terlihat raut wajahnya kerena dia berada di tempat yang lebih tinggi dan gelap itu masih nampak acuh, tidak demikian saat mendengar penuturan sesepuh Dewa Kikir tetang masalah besar yang berhubungan dengan hancurnya tempat pertambangan emas berlian dibukit kekuasan perguruan silat Pasir Selatan.


Tubuh tinggi itu sesaat sempat terlihat bergetar dengan suara dengusan kegusaran. ''Tidak gampang bagi kita untuk menemukan sumber dana sebesar pertambangan emas di dalam bukit karang itu. kerahkan seluruh kekuatan utama kita yang berada diluar sana untuk memburu murid kelima tua bangka keparat itu, tidak perduli dia ada hubungannya dengan semua kejadian ini atau tidak.!'' perintah sang ketua setengah mendamprat.


''Kuberikan waktu satu bulan. kepala bocah itu mesti sudah berada disini. perlukah aku panggil kedua sesepuh tua lainnya yang sedang memencilkan diri untuk menangani masalah ini. ataukah., harus diriku sendiri yang turun tangan.?'' dengan suara dingin dia bertanya sekalian menyindir bawahannya. ''Harap ampunmu ketua, kami berdua akan melakukan semua perintahmu secepatnya. tentang kedua rekan lama kami itu, rasanya tidak perlu terlibat apalagi sampai harus kau sendiri yang bertindak langsung..'' ucap Dewa Kikir cepat. ''Benar sekali ketua., cukup aku dan sobat sesepuh Dewa Kikir yang mengurusnya..'' sambung sesepuh Bungkuk Mata Buta.


''Jika tidak ada lagi yang perlu kalian berdua sampaikan, segeralah kerjakan semuanya. aku ingin tahu apakah anak buah kita yang ada diluar memang masih dapat diandalkan ataukah justru menjadi semakin lamban dan tidak berguna..'' gema suara dingin itu masih terngiang jelas namun orangnya sudah lenyap dari hadapan kedua sesepuh tua itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian setelah gema suara ketuanya hilang, barulah dua sesepuh partai Gapura Iblis itu turut berlalu keluar dari ruangan goa batu pualam. tanpa bicara mereka terus berjalan melewati lorong- lorong goa yang tertata membentuk jalan dan banyak ruangan lainnya.


Para anggota partai berjubah dan bertutup kepala hitam yang berjaga di setiap sudut lorong goa sama menjura hormat saat berpapasan dengan mereka berdua, pertanda mereka memang punya kedudukan yang sangat tinggi di dalam partai aliran hitam terkuat itu.


Sesampainya di suatu cabang lorong kedua orang tua itu berhenti. ''Huhm., sialan betul., apa yang sedang dipikirkan ketua sampai harus memanggil kedua setan tua itu..'' sungut Dewa Kikir mendengus kebutkan buku catatannya beberapa kali. ''Aku juga tidak suka jika mereka turut di libatkan. apakah kau percaya jika mereka bilang menyepi karena sudah merasa lelah dengan urusan partai.?''


''Chuih., hanya orang dungu saja yang percaya mulut dua anjing tua itu. mereka hanya ingin mengincar kelengahan agar dapat menggeser kedudukan kita berdua sebagai orang- orang kepercayaan ketua. tidak ada jalan lain, kita mesti selesaikan masalah ini secepatnya. aku juga harus menghitung ulang semua pengeluaran dan pemasukan partai. jika butuh bantuan orang kau bisa gunakan bawahanku..'' dengan setengah mengomel sesepuh Dewa Kikir berlalu meninggalkan rekannya.


Sesepuh Bungkuk Mata Buta turut menarik nafas kesal. saat hendak tinggalkan tempat itu muncul seorang penjaga berjubah hitam yang bergegas menghampirinya. ''Salam hormat tuan sesepuh, mohon maaf telah menahan jalanmu. saya tadi mendapatkan pesan dari bawahan tuan kalau dia sedang menunggu di ruanganmu..''


''Aku punya banyak bawahan. siapa orang yang kau maksudkan itu.?'' tanya sesepuh Bungkuk Mata Buta dengan nada tidak suka. ''Harap ampunmu tuan sesepuh, tapi saya tidak berani bertanya pada orang itu siapa dia. namun hamba sempat melihat dia sepertinya membawa sebuah buntelan hitam yang berbau anyir darah busuk..''

__ADS_1


*****


Orangnya sibuk kerja jelang tutup tahun. cuma bisa update sedikit tok🙏. mungkin besok ada lagi👌.


__ADS_2