Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
You Will Be Dead.!


__ADS_3

Dua orang kakek nenek yang punya potongan tubuh aneh bersikap seakan tidak terjadi apapun. bagi mereka pandangan mata orang lain yang ngeri, seram, terkesima atau bahkan ketakutan saat melihat kehadiran keduanya adalah suatu hal lumrah dan biasa terjadi. si nenek bertubuh tinggi gemuk melahap paha kambing bakar seolah tanpa mengunyah. dalam lima kejapan mata semua telah masuk ke dalam perut besarnya.


Si kakek kecil bungkuk lebih bersikap tenang. matanya yang cekung setengah mengantuk menatap pemuda kotor yang terbaring di atas tempat tidur kayu. dengan langkah kemalasan mereka berdua berjalan menghampiri. suatu seringai aneh tersungging di bibir keduanya melihat sosok pemuda pucat yang terbaring kaku seperti mayat itu.


''Uu., uun., untunglah., dua tuan see., sesepuh telah datang kemari. saya mohon segeralah menyadarkan pemuda ini. dii., dia sudah terlalu lama begini. hamba sangat khawatir kalau dia nantinya jadi mati sungguhan..'' ucap Pendekar Harimau Putih pada kedua orang tua yang tidak lain 'Kutu Bangkotan' dan pasangannya si 'Benalu Tua' sambil menjura hormat.


''Kalau dia betul- betul mampus itu sudah jadi nasibnya. sekarang kau berjaga di luar gubuk. jangan sampai ada siapapun yang mendekati apalagi masuk ke mari..'' perintah si Kutu pada lelaki brewok itu. ''Eehm., kurasa akan lebih baik jika kau langsung menghabisinya.!'' tambah Benalu Tua lantas bersendawa keras.


Jangan di kira perilaku mereka terlihat selalu tenang tanpa banyak bergerak. kekejaman hati keduanya sudah tidak terbantahkan. tanpa bicara apapun Pendekar Harimau Putih cepat bergegas keluar sambil membawa senjata tombak golok kepala harimau setelah sebelumnya sempat melirik pemuda sepucat mayat yang terkapar di atas pembaringan.


Kutu dan Benalu mengamati sekujur tubuh pemuda pucat di depannya dengan tatapan mata tajam seperti baru menemukan sesuatu yang menarik hati. dengan satu lirikan isyarat mereka serentak turun tangan. sepasang jari telunjuk kurus kering menotok kening kiri- kanan sementara sebuah telapak tangan besar berlemak menghentak tengah dadanya. cahaya berselimut kabut keperakan merasuk ke dalam kepala dan tubuh si pemuda.


Hanya lewat waktu sepuluh tarikan nafas saja tubuh pucat kaku itu bergetar dan terjangkat keras ke atas. si Kutu cepat pindahkan dua jari telunjuknya menghantam ke belakang punggung. beruntun kakek ceking bungkuk itu menotok hingga lebih dua puluh kali jalan darah dari bahu atas sampai daerah bawah pinggang. terdengar suara berkerotokan seperti benda keras yang retak atau pecah tertembus sesuatu.


Cahaya keperakan yang menyelimuti tubuh si pucat secara aneh perlahan berganti sinar dan kabut dingin kebiruan. ''Hee., he., jadi benar dugaan kita, dalam tubuh bocah ini selain terdapat 'Lubang Nadi Neraka Gelap' juga ada tenaga kesaktian dari batu pusaka 'Nirmala Biru'. kita sudah membantunya membangkitkan dua kekuatan itu. setelahnya dia bisa terus hidup atau malah mampus, itu semua tergantung usaha dan garis nasibnya sendiri..'' ujar si Kutu Bangkotan terkekeh.

__ADS_1


Si Benalu Tua cuma tertawa sekilas saja. dia kembali merogoh ke dalam kantung bajunya yang besar. saat di tarik keluar sudah ada tiga butir telur ayam rebus di tangannya. setelah mengupas kulitnya telur itupun langsung lenyap di telannya. ''Kita berdua hanya bisa menunggu. meskipun kemungkinannya tipis namun aku yakin anak ini akan sanggup lolos dari lubang kematian..''


''Sebab jika menghadapi kesulitan begini saja sudah tewas, maka dia memang tidak layak mempunyai darah keturunan dari pendiri partai 'Gapura Iblis'. lima orang tua yang terkurung di Lembah Seribu Racun itu cukup beruntung juga karena sebelum mati masih bisa bertemu dengan barang bagus seperti bocah ini..''


Mulutnya yang besar masih ingin berbicara tapi seketika dia urungkan karena tubuh pemuda di depannya mendadak bergetar keras lalu melayang dua jengkal di atas balai pembaringan kayu selama beberapa kejapan mata sebelum terhempas kembali ke bawah. tidak ada satupun perubahan yang terjadi. tubuh pemuda pucat itu tetap diam kaku sama sekali tidak bergerak. cahaya kebiruan yang menyelimuti raganya juga sudah lenyap.


Apakah semua ini berarti usaha pengobatan kedua orang tua sesepuh partai Gapura Iblis itu telah mengalami kegagalan.? si Kutu dan Benalu sesaat tertegun. ada kekecewaan di mata mereka. tapi satu seringai tipis muncul di sudut bibir mereka, saat merasakan adanya hembusan nafas meskipun teramat halus yang keluar dari lubang mulut juga hidung si pucat. selama manusia masih bisa bernafas, maka dia tetap hidup.


Semakin lama alur pernafasan pemuda itu terasa bertambah lancar. biarpun demikian tubuhnya masih tetap terbujur kaku dan pucat seperti mayat. kini kedua orang tua besar kecil itu sudah berada di samping kiri dan kanan balai kayu. mata mereka menatap tidak berkesip. saat berikutnya si Kutu Bangkotan berbicara dengan setengah membentak, ''Aku tahu kalau dirimu dapat mendengar dan mulai merasakan sekelilingmu meskipun tubuhmu belum dapat bergerak.!''


''Saat ini kau sedang terbaring di atas balai kayu yang berada dalam sebuah gubuk, jauh di tengah hutan belantara. aku si kakek tua disebut sebagai Kutu Bangkotan dan seorang nenek yang berdiri di sebelahku bergelar si Benalu Tua. kami berdualah yang telah membuatmu terluka parah bahkan sempat mengalami kematian sekaligus menguburmu di dalam tanah..''


''Walaupun belum jelas penyebabnya tapi kami tahu kalau kau punya dendam kesumat pada partai Gapura Iblis. mungkin selama ini dirimu beranggapan kalau dengan bekal ilmu- ilmu kesaktian yang kau dapatkan dari lima orang gurumu di Lembah Seribu Racun sudah cukup bagimu untuk membalas dendam sekalian juga menghancurkan partai Gapura Ibis. Haa., ha., sungguh anggapan dungu dan mengelikan.!'' si Kutu tertawa mengejek.


''Gapura Iblis bukan saja penguasa dari aliran hitam melainkan juga yang mengatur tatanan dunia dari segala sisi kehidupan. karena masih menghormati pesan leluhur, Gapura Iblis tetap menahan diri untuk berada dibalik kegelapan. tapi tidak lama lagi., semua itu akan berubah. jika dari balik tirai saja partai Gapura Iblis mampu menguasai lebih dari separuh isi dunia ini, dapat kau bayangkan jika mereka sudah keluar dari sarangnya.!''

__ADS_1


''Kau mungkin merasa tidak bisa menerima semua yang aku katakan. tapi kami tahu dalam lubuk hatimu kau tidak dapat lagi menyangkal karena pada kenyataannya., kau sudah kami buat kalah dengan sangat mudah.bahkan sempat juga berkunjung ke alam kematian..''


''Sekarang coba kau pikirkan baik- baik wahai bocah pincang, pucat, melarat, gila dan bodoh., jika melawan dua orang sesepuh tua saja kau sudah kalah, lantas bagaimana jadinya kalau dirimu berhadapan dengan ketuanya. hanya ada satu akhir saja. kau pasti akan mampus. 'You Will Be Deth.!'' si Benalu Tua turut pula mencemooh.


Kutu Bangkotan menoleh kernyitkan alisnya, ''Ucapan apa itu, dari mana kau mempelajari kalimat aneh yang begitu asing. apakah dirimu sudah terlalu kelaparan hingga mulai berbicara ngawur.?'' yang ditanya mendengus kesal. ''Dulu waktu kita bermain- main di daerah tanah orang Melayu semenanjung Malaka, aku sempat melihat seorang tua dari negeri asing yang rambutnya pirang seperti emas. orang tua ini rupanya sedang mabuk berat diatas sebuah perahu. sambil terus minum arak dia mengamuk dan mencaci maki semua orang yang lewat didekatnya..''


''Yang kuingat adalah kata 'You Bastard., 'You Idiot., dan 'You Will Be Dead'. orang- orang yang merasa kesal menjadi sangat marah dan melempar pemabuk asing itu ke tengah laut. sambil acungkan jari tengah mereka berseru 'F*ck You.!' pemabuk dari negeri asing itupun mati tenggelam. sampai akhirnya akupun tahu arti You Wil Be Dead itu adalah Kau Pasti Akan Mampus.!''


Si Kutu Bangkotan menjadi tertarik hingga dia bertanya dan tanpa sadar turut tunjukkan jari tengahnya ke atas. ''Lantas apa arti ucapan 'F*ck You itu, dan kenapa mereka mesti mengacungkan jari tengahnya segala.?'' mendengar itu mata si Benalu langsung melotot naik pitam. ''Lebih baik kau tidak tahu apapun dan jangan pernah lagi untuk menanyakannya karena selain itu sangat menjijikkan juga tidak penting.!''


''Sekarang juga cepat selesaikan urusan kita dengan bocah pincang ini lalu carikan aku pengganjal perut. isi kantung makananku sudah hampir habis tahu. Heihh., turunkan jari tengahmu dari mukaku, dasar Kutu peot sinting.!'' damprat si Benalu Tua gusar.


''Aaih., setiap kali mulai kelaparan Benalu gembrot ini selalu saja marah- marah tanpa sebab. tapi kali ini lebih parah, dia marah cuma gara- gara jari tengah. sebenarnya yang sinting itu aku ataukah dia.?'' gerutu si Kutu Bangkotan mengeluh dalam hati.


*****

__ADS_1


Asalamualaikum Wrb., Kami Author dan tukang Update novel 'Pendekar Tanpa Kawan' dan '13 Pembunuh' mengucapkan 'Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan' kepada para Reader pembaca dan kaum Muslimin- Muslimat. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua. Amin🤲.


Mohon maaf jika bab yang ini terasa janggal dan ada perkataan yang kurang berkenanšŸ™. Wasalamualaikum Wrb.


__ADS_2