Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Panggung Pertarungan (bag2)


__ADS_3

Seketika itu juga semua orang di sana menjadi gempar. bukan saja karena melihat jurus serangan si baju putih yang sangat ganas dan menggidikkan hati. tetapi juga di sebabkan nama 'Ular Sakti Berpedang Iblis' di sebutkan oleh beberapa orang yang berada di bawah panggung besar.


"Tunggu., bukankah si Ular Sakti Berpedang Iblis ini adalah salah satu tokoh silat muda pendatang baru yang juga menempati jajaran peringkat atas.?" seru seseorang di sana.


''Bukan itu saja., meskipun dia belum setahun muncul di dunia persilatan, namun kabarnya pemuda ini sudah merobohkan belasan tokoh silat yang ternama.!" sahut orang yang lainnya hingga ratusan pesilat di bawah panggung semakin gempar.


Kalau bicara tentang si Ular Sakti Berpedang Iblis, pertama kali dia muncul di dunia hitam rimba persilatan belum ada setahun. kabarnya saat itu dia hanyalah seorang pemburu hadiah kecil yang kerjanya cuma menangkap para begundal rampok untuk di serahkan kepada petugas kerajaan. tentu saja dengan tujuan mendapat imbalan uang. tapi pekerjaan itu dia lakukan cuma dua bulan saja.


Setelah itu sasarannya meningkat jauh lebih berbahaya. seorang gembong perampok yang terkenal jahat dan sulit di tangkap berikut gurunya si perampok yang menjadi salah satu tokoh silat terkenal dari golongan hitam papan atas juga mampu dia habisi sekaligus.


Pemuda yang umurnya baru dua puluhan tahun ini lalu mengumumkan bahwa dia sanggup membunuh siapapun asalkan di bayar mahal. tapi konon dia juga mempunyai pantangan. tidak bersedia membunuh orang tua, wanita lemah, anak- anak dan pejabat jujur yang dermawan.


Di luar semua itu sekalipun sasarannya adalah tokoh silat dari aliran putih, asalkan bayarannya mahal dia juga tidak keberatan membunuhnya. sejak saat itulah nama Ular Sakti Berpedang Iblis menjadi terkenal di rimba persilatan. bahkan kabarnya orang ini di masukkan dalam peringkat atas para pesilat muda pendatang baru, sejajar dengan si 'Arwah Hijau, 'Sepasang Cakra Malaikat, dan tentunya juga Pranacitra.


Pedang pendek berhawa hitam pekat yang menebar bau sebusuk bangkai terus deras menghunjam. saat masih di atas mungkin cuma berupa sebuah tusukan. tapi setengah jalan berubah menjadi puluhan ujung mata pedang yang berselimut bayangan puluhan kepala ular kobra hitam yang sedang meluruk sambil menyeburkan bisanya.!


''Keparat., pemuda jahanam.!'' maki 'Nenek Siluman Berjubah Merah' sambil buru- buru melompat mundur sekalian telapak tangannya hantamkan satu pukulan sakti berhawa panas yang memancarkan sinar merah redup. sementara tangan kirinya loloskan sebuah pedang tipis yang ujungnya melengkung seperti gaetan serta membawa hawa angker kemerahan.


Inilah pukulan sakti 'Tapak Siluman Merah' dan pedang 'Gaetan Siluman' yang menjadi andalan si Nenek Siluman Berjubah Merah. kabarnya dengan ilmu pukulan dan senjata saktinya si nenek sudah banyak membunuh para pesilat tangguh di tanah andalas.


''Bedebah kurang ajar.!'' rutuk Pengemis Gelap. tapi orang tua ini tidak mau mundur seperti rekannya. sepasang tangannya yang selama ini tersembunyi dibalik lengan baju hitammnya yang gombrong mendadak keluar. anehnya bersamaan udara di sekitar panggung sesaat di selimuti hawa gelap hingga terasa remang. saat itulah dua gulung sinar hitam yang keras dan panas menggebrak memapaki serbuan puluhan bayangan ular kobra hitam yang menebarkan racun ganas. ilmu pukulan 'Kepalan Besi Kegelapan' milik si Pengemis Gelap unjuk kekuatan.


'Sraaasst., traaaang., craaang.!'

__ADS_1


'Plaang., Blaaasssh., blaaam.!'


Dentang beradunya senjata pusaka dan ilmu pukulan sakti yang terjadi di tengah panggung besar itu di akhiri dengan suara ledakan keras hingga panggung terasa bergetar seakan nyaris roboh.


Ki Galing Brajapaksi alias 'Dewa Naga Langit' sang ketua perguruan silat 'Naga Biru' dan pesilat muda yang berjuluk 'Sepasang Cakra Malaikat' sama terkesiap kaget. bersamaan mereka kerahkan tenaga dalamnya untuk menahan getaran keras itu.


Tiga sosok tubuh terpental berlawanan arah. setelah tersurut mundur empat lima langkah ke belakang, kedua orang tua sama jejakkan kakinya dengan mantap. tapi wajah mereka sama mengkelam seakan menahan rasa sakit.


Tubuh pemuda berbaju putih berjumpalitan hingga ujung kakinya menyentuh ujung tepian sebelah kiri panggung. di saat semua orang mengira dia akan jatuh ke bawah panggung, si Ular Sakti Berpedang Iblis membuat satu gerakan aneh namun luar biasa. hanya dengan mengaitkan dua ujung jempol kakinya di bibir panggung pemuda berbaju putih dan memakai caping bambu itu mampu menahan tubuhnya.


Awalnya hampir separuh tubuh orang ini doyong ke bawah, lalu perlahan naik sambil meliuk seperti seekor ular hingga balik berdiri sedikit membungkuk. pedangnya yang konon bernama pedang 'Iblis Hitam' mengacung lurus ke belakang menunjuk ke bawah. kedua kakinya sedikit merenggang depan belakang.


Telapak tangan kirinya yang terjulur di depan dada dan agak menekuk membentuk kepala seekor ular, terlihat di selimuti kabut dan cahaya putih yang memancarkan hawa panas. sikap pemuda ini seperti seekor ular kobra yang siap menyerang mangsanya. diam- diam hati semua orang merasa bergidik ngeri.


''Jika kalian berdua ingin muntah keluarkan saja sekarang. karena di akhirat kalian tidak akan bisa lagi melakukannya.." ucap pemuda itu sambil terbatuk dan meludah. terlihat air ludahnya berwarna kemerahan bercampur darah. sungguh aneh, jelas dialah yang sedang terluka dalam, tapi malah mengolok lawannya.


''Haa., ha., jika kalian mau muntah setidaknya rasa sesak di rongga dadamu akan jauh berkurang, meskipun kalian berdua tetap bakal mati juga di tanganku..'' Ular Sakti Berpedang Iblis tertawa mengejek. bersamaan tubuhnya melesat cepat ke depan dengan gerakan meliuk- liuk seperti ular yang merayap.


Sepintas terlihat lambat, tapi kecepatannya justru sangat menakjubkan. pedang Iblis Hitam di tangan kanan menyambar dari belakang ke depan dengan sabetan miring ke atas. hawa bayangan kobra hitam turut mengiringi serangannya. bersamaan telapak tangan kirinya turut pula menghantam.


''Ilmu pukulan 'Kobra Penggerogot Mayat.!'' seru beberapa orang yang mengenali pukulan sakti itu. segulung kabut dan cahaya putih berbentuk kepala ular kobra besar menyambar ke muka. hawa yang jauh lebih panas dari bara api serasa membakar udara.!


'Whuuuss., Traaaang.!'

__ADS_1


'Craaaaass., Blaaaamm.!'


Tubuh ringkih si Pengemis Gelap terbanting bergulingan hingga hampir jatuh ke bawah panggung. tapi sekelebat bayangan putih tahu- tahu muncul di sana. dengan sebelah kakinya dia bukan saja mampu menahan tapi juga menendang balik tubuh Pengemis Gelap hingga terkapar di tengah panggung. tepat di sebelah mayat Nenek Siluman Berjubah Merah yang sudah terkapar tanpa kepala. gemparlah semua orang yang berada di sana.!


Mayat si Pengemis Gelap terlihat mengerikan. perut dan dadanya hangus dan terbongkar isinya. tulang dadanya remuk berserabutan keluar. bau daging hangus yang membusuk terasa menyengat hidung. sekali pedangnya bergerak kepala Pengemis Gelap sudah terputus. dengan tenang dia memasukkan potongan kepala itu kedalam sebuah karung kain putih.


Kini di tangan pemuda berbaju putih yang sampai saat ini tidak terlihat jelas raut wajahnya karena tertutupi caping lebar dan dalam itu sudah terbungkus dua buah kepala manusia. hampir tidak ada seorangpun yang bisa melihat dengan jelas bagaimana caranya dan kapan pemuda ini melakukannya. seakan menghantam, dan memenggal kepala kedua lawannya dapat dia lakukan dalam satu tarikan nafas saja.


Ular Sakti Berpedang Iblis menyeringai, ujung jarinya menunjuk tepat pada diri Sepasang Cakra Malaikat yang hendak bermaksud menyerangnya. ''Aku tidak tertarik bertarung denganmu, jadi jangan memaksakan sesuatu yang sia- sia..''


''Kau datang hanya untuk membuat keonaran di panggung pertemuan besar ini. rupanya dirimu sama sekali tidak punya rasa hormat pada ketua perguruan Naga Biru Ki Galing Brajapaksi sebagai tuan rumah acara ini. aku akan mewakili beliau untuk menghukummu.!'' bentak Sepasang Cakra Malaikat sambil meloloskan senjata cakra peraknya. Ki Galing Brajapaksi tertawa dalam hatinya karena pemuda berjubahbungu itu dapat dia peralat untuk membunuh tanpa harus dia perintah.


''Hak., ha., mau membunuhku., apa kau mampu melakukannya.? dengar ucapanku, kita berdua sama- sama pesilat muda pendatang baru yang di tempatkan pada jajaran atas. karena itu aku menghargaimu dengan memberimu peringatan, jangan ikut campur urusan ini. pergilah dari sini sebelum terlambat..''


''Mulut sampah., apa maksud ucapanmu barusan.!'' bentak Sepasang Cakra Malaikat gusar sambil rentangkan kedua tangannya yang menggenggam senjata cakra perak. meskipun bersiap menggebrak tapi dia penasaran dengan ucapan si Ular Sakti Berpedang Iblis.


''Aku tidak perlu menjelaskannya padamu. lagi pula sepertinya semuanya sudah terlambat, setan kecil yang pincang itu telah datang kemari..'' desis Ular Sakti Berpedang Iblis sambil matanya yang tajam di balik caping menatap ke satu arah. suasana riuh yang panas perlahan berubah menjadi senyap dan dingin. entah kenapa hati sebagian orang menjadi di liputi perasaan seram.


Langit pagi yang awalnya cerah tiba- tiba berubah menjadi mendung. hampir semua orang menoleh ke satu arah. di kejauhan sana terlihat dua orang muda- mudi sedang berjalan mendekat. seorang pemuda bertongkat besi hitam berbaju gelap dengan langkah kakinya yang terseok. di samping kirinya ada seorang gadis cantik berbaju putih mengiringinya.


Pemuda pincang itu berhenti berjalan dua puluhan tombak dari panggung besar. meski kepalanya agak menunduk tapi terasa ada sinar mata tajam menyorot angker dari balik rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya. seolah ada hawa dingin membekukan jiwa yang terpancar dari diri pemuda aneh itu.


Sebaliknya gadis cantik jelita berbaju putih itu melesatkan tubuh rampingnya ke depan. dalam jarak dua puluhan tombak dia hanya menutulkan ujung kakinya dua kali ke tanah dan melewati beberapa kepala orang yang ada di bawah untuk sampai ke atas panggung besar. orang sama berseru memuji ketinggian ilmu meringankan tubuh sekaligus kecantikan gadis yang baru saja datang ini.

__ADS_1


*****


Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu. maaf lambat up date., selain sibuk kerja hpnya juga sempat eror. aplikasi NT juga ikut hilang bersama semua file naskah 2 novelnya. tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai kembali normal. Terima kasih sudah sabar menunggu. untuk novel 13 Pembunuh masih hilang sebagian, jadi tunggu kiriman cerita lagi dari yang punya novel ini.👌🙏. Wasalamualaikum.


__ADS_2