
Mendengar si tukang dayung perahu menyebut dirinya sebagai 'Iblis Dayung Besi' membuat suasana menjadi sangat tegang dan ribut. tiga perahu yang mengepung seketika sampai urung mendekat. bahkan orang berjubah hitam berkepala botak lonjong yang bernama Ki Betik Kawak juga sampai terbangun dari kursinya dengan muka berubah hebat.
''Bagaimana mungkin dia bisa muncul lagi di perairan sungai Wareng ini. bukankah kabar yang tersiar mengatakan kalau orang ini sudah mati di daerah muara sungai saat dikeroyok gerombolan bajak laut 'Layar Hantu.?' batin si kepala bajak sungai Kali Wareng tidak mengerti.
''Ketua Ki Betik Kawak., kejadian ini sangat tidak masuk akal, apakah mungkin Iblis Dayung Besi sebenarnya masih hidup dan kabar yang kita dengar itu bohong belaka.?''
''Atau., bisa juga manusia yang kita hadapi saat ini hanyalah samaran orang lain yang mencoba menggertak kita. tapi., jika dilihat dari kemampuannya dia juga punya ilmu silat tinggi..'' bisik kedua anak buah Ki Betik Kawak sangsi.
Orang yang di panggil sebagai Ki Betik Kawak, ketua 'Gerombolan Bajak Sungai Wareng' itu terdiam, apa yang diungkapkan kedua anak buahnya cukup beralasan. setelah berpikir sesaat diapun balas teriak, ''Yang aku tahu Iblis Dayung Besi sudah mati beberapa tahun lalu di muara sungai Wareng ini. jadi jangan mencoba menakuti kami dengan menyamar sebagai orang yang telah jadi mayat.!''
'Karena jangankan kau, sekalipun umpama Iblis Dayung Besi sendiri yang ada di sini juga akan kami libas.!''
''Seluruh daerah aliran sungai Wareng dari hulu hingga ke muara sungai di dekat laut sudah menjadi wilayah kekuasaan kami, Bajak Sungai Kali Wareng pimpinan Ki Betik Kawak, raja dari segala gerombolan bajak sungai. Haa., ha.!'' timpal kedua anak buah Ki Betik Kawak yang di sambut gelak tawa seluruh anggota kawanan. sementara sang pemimpin cuma rangkapkan kedua tangan dan terkekeh seram.
''Haa., haa, ha., bertahun lamanya aku jadi penguasa sungai wareng ini, tapi baru dua tahun menghilang ternyata ada gerombolan tidak tahu diri yang mencoba mengambil alih dan menanamkan pengaruhnya di sini..''
__ADS_1
''Sebenarnya aku tidak masalah., toh sungai Wareng ini bukan milikku. banyak orang yang mengantungkan hidupnya dari sungai ini. tapi lain ceritanya jika ada yang mulai mencoba menguasai untuk kepentingannya sendiri. karenanya dayung besiku yang akan bicara.!'' bentak si tukang dayung perahu yang mengaku sebagai Iblis Dayung Besi itu sambil putar dayungnya di atas kepala hingga menimbulkan gulungan angin keras disertai suara menggaung.
'Whuuuk., whuuk., Bheet.!'
'Byaaaar., Blaaash.!'
Di akhir gerakan putaran dayung besinya, orang ini hantamkan senjata dayungnya ke permukaan sungai. tak ampun lagi gulungan angin kencang berputaran menderu ganas menghantam, hingga sungai berarus deras itu sesaat seakan terbelah airnya ke tiga penjuru arah.!
Jelas perahu lawan di depannya yang sudah kosong mental terbalik dan hancur tinggal puing- puing kayu yang hanyut. hempasan tenaga itu terasa hingga mengguncangkan kapal besar yang milik Ki Betik Kawak. pimpinan kawanan bajak sungai ini harus kerahkan banyak tenaga dalamnya untuk menahan guncangangan arus tenaga itu.
Yang ketiban sial adalah dua perahu yang berada di kanan dan kiri Iblis Dayung Besi. meskipun perahu mereka tidak sampai terbalik dan hancur, tapi sempat juga terhempas mundur hingga berbalik arah dua tiga tombak jauhnya. bahkan enam orang penumpangnya hilang keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. beruntung mereka jago berenang hingga bisa selamat sampai di tepian sungai Wareng yang dalam serta deras arusnya.
Yang di gempur malah tertawa bergelak, dengan memutar dayung besinya lebih cepat dia menangkis hujan panah berapi yang dilepaskan gerombolan Bajak Sungai Kali Wareng dari atas kapalnya. berpuluh anak panah di buat mental dan patah sebelum sampai ke perahu.
Anehnya jika ada satu atau dua yang lolos apinya langsung padam digulung kepulan asap berbau kemenyan yang menghembus dari dalam bilik kecil dari anyaman bambu tempat berteduh penumpang perahu.
__ADS_1
Semua itu tidak lepas dari pandangan mata Ki Betik Kawak. belum lagi dia berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai Iblis Dayung Besi, masih ada lagi orang berilmu tinggi yang bersembunyi di dalam bilik perahu itu. ''Sialan., kalau hari ini aku tidak mampu menghabisi si keparat itu, kami semua bisa terusir dari sungai wareng ini. tapi siapa orang yang ada di dalam sana.?''
''Aah., persetan siapa mereka. jumlah kami lebih banyak. lagipula aku juga belum turun tangan..''
''Kita maju sekarang., terus hujani dengan panah berapi hancurkan perahu itu juga semua orang yang ada di atasnya.!'' seru Ki Betik Kawak. semua anak buahnya berteriak keras, kapal melaju cepat kedepan, panah berapi kembali menghujani. di atas perahu Iblis Dayung Besi merutuk meskipun mampu menghalau hujan panah berapi, tapi jika jarak diantara mereka semakin dekat tentunya menambah kesulitan baginya. karena semakin dekat maka makin cepat pula hujan panah itu datang.
Tapi Iblis Dayung Besi memang bukan pesilat kemarin sore. dengan masih berdiri kokoh di haluan depan perahunya dia angkat dayung besinya di depan dada lalu di putar cepat seperti kincir angin hingga tumbul pusaran angin keras yang disertai suara bergemuruh. terlihat kilatan- kilatan cahaya mirip petir muncul di antara pusaran angin itu.!
Hebatnya puluhan anak panah berapi yang melesat, seakan tersedot kedalam pusaran angin dayung besi lalu patah bermentalan ke udara. saat berikutnya si Iblis Dayung Besi membentak keras ''Gerombolan Bajak Sungai Kali Wareng., rasakanlah serangan jurus 'Amukan Dayung Iblis Selaksa Guntur ini.!''
Mulutnya membentak dayung juga turut menghentak kemuka. gelombang angin keras desertai cahaya petir yang berputar memnyambar kemuka. arus sungai tersapu membalik menghantam kapal, gulungan arus tenaga dahsyat turut melabrak haluan depan hingga berderak seakan mau pecah.!'
'Whuuuss., Whuuukh.!'
'Braaaakh., Kraaaks.!'
__ADS_1
''Jahanam., rupanya manusia keparat itu memang si Iblis Dayung Besi. cepat kalian periksa kapal ini jangan sampai bocor dan tenggelam.!'' bentak Ki Betik Kawak.
Meskipun sadar orang yang dihadapinya adalah seorang tokoh silat berkepandaian tinggi dan pernah menjadi penguasa sungai Wareng ini, tapi kemarahannya yang meluap sudah menutupi akal pikirannya. sebenarnya Ki Betik Kawak sudah lama berkeinginan untuk menjadi penguasa di sepanjang aliran sungai Wareng ini, tapi keberadaan dari Iblis Dayung Besi di daerah hilir sungai membuat daerah kekuasaannya terbatas hanya di bagian hulu saja. lagi pula jika sangat terdesak dia masih punya sesuatu benda yang bisa di andalkan.