
Pranacitra dan Srianah terlihat gemetaran melihat pemandangan yang baru mereka lihat. ada lima kepala bayi yang sudah membusuk tinggal tengkorak berbelatung dalam buntelan kain kuning itu. jika saja Pranacitra tidak menahan tubuhnya, pasti Srianah sudah sejak tadi pingsan atau muntah karena tidak kuat melihat semuanya.
Meskipun mereka sadar kalau nenek tua yang berjuluk Iblis Picak Buntelan Kuning itu adalah manusia jahat, tapi sungguh mereka tidak mengira bakal sekejam itu, hingga tega menumbalkan kepala bayi hanya untuk bisa menguasai suatu ilmu kesaktian.!
''Setiap manusia mempunyai akal dan nafsu. jika nafsu telah mengalahkan akal sehatnya hati nuranipun tertutupi. saat nurani sudah hilang, maka dia tidak ada bedanya dengan setan. melakukan segala cara hanya demi sebuah keinginan..''
''Apa yang kalian lihat ini hanyalah salah satu contoh orang yang telah tersesat akal sehat dan tertutupi hati nuraninya., diluar sana bisa jadi ada manusia yang lebih kejam dan gila dari nenek tua bermata picak ini..'' tutur Gembel Sakti Mata Putih seakan dia tahu apa yang ada dalam pikiran kedua anak muda itu.
''Sekarang semuanya sudah berlalu. nenek setan itu telah mati. sesuai janjiku kalian berdua aku angkat sebagai murid. mulai hari ini kalian ikut aku ke suatu tempat. di sana kelak akan kuajarkan semua ilmu silat dan kesaktian yang aku miliki kepada kalian berdua.!'' kata si kakek buta. kalau Srianah langsung berlutut seraya mengucapkan terima kasih, berbeda dengan Pranacitra dia hanya menjura horamat tanpa bicara apapun.
Hal ini menimbulkan pertanyaan di benak Gembel Sakti Mata Putih juga Srianah. ''Anak muda., apakah kau tidak suka jika kuangkat menjadi muridku.?'' tanya si kakek dengan suara berat. ''Kakang Pranacitra., kakek ini adalah orang yang sangat sakti juga luhur budi. bukankah selama ini kau mencari seorang guru hebat sepertinya.?'' Srianah ikut pula bertanya dengan keheranan.
''Ooh., jadi namamu Pranacitra. sebuah nama yang bagus, tapi sepertinya nasibmu tidak sebagus namamu. tubuhmu lemah dan penyakitan. sedari awal bertemu kau sudah begitu sering terbatuk dan menggigil. Hhm., agaknya aku harus mengobatimu terlebih dulu sebelum mulai mewariskan ilmuku''
''Sekarang katakan terus terang kenapa kau sepertinya enggan menjadi muridku. asal kau tahu saja, selama ini entah sudah berapa orang yang rela berlutut berhari- hari di depanku hanya karena ingin menjadi muridku.!'' ujar si Gembel Sakti Mata Putih setengah membentak.
Pranacitra menghela nafas dalam, dengan terbatuk- batuk dia melangkah ke depan kakek itu. entah bagaimana dia mendadak sudah meraih sebelah tangan si Gembel tua lalu dia letakkan di dadanya sebelah kiri bawah. ''Coba kau lihat., penyakit apa yang mengeram di dalam tubuhku sekarang ini.!''
Sebenarnya Gembel Sakti merasa kesal dan tersinggung dengan perbuatan si pemuda pucat yang menurutnya agak kurang ajar. tapi tanpa sadar dia mulai meraba aliran darah di tubuh Pranacitra. saat itulah dia terperanjat kaget.
__ADS_1
''Racun pembeku darah dan jantung.!'' serunya dengan muka berubah hebat. ''Siapa orang yang telah meracunimu sedemikian kejinya.? dengan penasaran Gembel Sakti Mata Putih bertanya. ''Orang dari partai Gapura Iblis yang menyebut diri mereka 'Tiga Setan Berbaju Rombeng.!'' jawab Pranacitra sambil secara singkat menceritakan semua yang dia alami.
''Gapura Iblis., mereka adalah partai aliran hitam yang terkuat saat ini. sungguh suatu keajaiban karena kau masih bisa bertahan hidup sampai sekarang..''
''Hak., ha., kurasa nasibku tidak seburuk yang kau bilang orang tua, buktinya aku beruntung masih bisa hidup..'' sindir Pranacitra tertawa bergelak. tawa getir yang seakan menyimpan dendam dan penderitaan hidup.
Dengan penasaran Gembel Sakti Mata Putih menarik tubuh Pranacitra ke bawah lalu duduk bersila. kembali dia memeriksa seluruh keadaan tubuh pemuda pucat itu. hingga sampai di suatu titik tubuh, tangan orang tua ini berhenti. telapak tangannya seketika ditarik cepat seakan baru tersengat ular berbisa. dengan wajah kelam penuh penyesalan dia berkata ''Sejak kapan kau punya 'Lubang Nadi Neraka Gelap' di dalam tubuhmu.?''
Pemuda itu menoleh seakan tak mengerti, Srianah yang melihat sesuatu yang janggal segera bertanya. ''Guru., tolong kau jelaskan pada kami apa maksud kata- katamu tadi, Lubang Nadi Neraka Gelap itu apa.?''
Orang tua buta itu menghela nafas berat, seakan menyesali sesuatu. ''Lubang Nadi Neraka Gelap adalah nadi langka yang hanya bisa timbul karena luka dalam sejak lahir. orang yang memiliki nadi ini tubuhnya akan terus lemah dan gampang sekali sakit..''
''Segala ilmu pengobatan tidak akan dapat menyembuhkannya. karena Lubang Nadi Neraka Gelap ibarat sebuah lubang sumur tak berdasar. semua obat akan terhisap habis dan menghilang ke dalam lubang sumur itu.!'' terang Gembel Sakti Mata Putih seraya bangkit berdiri.
''Karena itulah aku tidak mau mengangkatmu sebagai guru, karena jika hanya membuat rasa kecewa di hati kita berdua kenapa harus dilakukan.?'' ucap si pemuda turut berdiri.
''Tapi kau tetap bisa ikut denganku, setidaknya dirimu tetap akan aman. sedang muridku Srianah juga ada yang menemani. siapa tahu aku kelak punya cara untuk mengobatimu.!'' si Gembel Sakti berusaha menghibur Pranacitra. tapi pemuda itu cuma tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
''Terima kasih atas niat baikmu, tapi aku tidak mungkin mengikutimu., selama diriku masih bernafas aku tidak akan pernah menyerah pada penyakitku. karena aku percaya selama kita terus berusaha dan berdoa., selama nyawa masih bersemayam di dalam raga, selama itu pula kita bisa merubah garis nasib kita.!'' ujar Pranacitra dengan sorot mata tajam menggidikkan. tanpa sadar Srianah tersurut mundur karena ngeri. Gembel Sakti Mata Putih ikut tergetar hatinya mendengar tekat bulat pemuda itu.
__ADS_1
''Satu saja permintaanku., harap kau jaga, didik dan sayangi adikku Srianah. dia satu- satunya orang yang dekat denganku selama ini..'' pinta Pranacitra pada si Gembel Sakti.
''Tidak., aku tidak mau. jika kau pergi aku juga akan ikut serta.!'' bantah Srianah sambil memeluk erat si pemuda. gadis itu mulai menangis. batin Pranacitra seakan tersayat. tapi dengan keraskan hatinya dia berbalik dan membentak ''Jangan membantahku., kau sudah memiliki guru yang hebat, jangan pernah kau sia- siakan hanya karena rasa suka sesaat.!''
''Kau masih sangat muda Srianah., lagi pula umurku juga tidak lama, jadi jangan menyia- nyiakan hidupmu dengan berbuat suatu kebodohan..''
Srianah menghapus matanya yang basah, ''Berbuat bodoh katamu.? memangnya apa salahnya berada disamping orang yang kau sukai. jika umur kita setahun kita nikmati setahun, kalau sebulan kita jalani sebulan. bahkan seminggu ataupun cuma sehari sisa usia kita, juga tidak ada bedanya asalkan kita bersama dengan orang yang kita sayangi..''
Sebuah ucapan polos yang terucap dari hati seorang gadis tiga belas tahunan. baik Gembel Sakti Mata Putih, Pranacitra bahkan Srianah sendiripun juga tidak yakin., rasa suka seperti apa yang ada di hati gadis muda itu. apakah sebagai sahabat, adik perempuan kepada kakak lelakinya, ataukah rasa suka diantara dua lawan jenis. mungkin terlalu muda bagi Srianah untuk bicara soal perasaan cinta, tapi kata orang cinta itu buta.!
Gembel Sakti Mata Putih menghela nafas berat, sekali jari tangannya bergerak menotok, tubuh Srianah langsung terkulai lemas. detik selanjutnya telapak tangan kirinya menghantam punggung Pranacitra yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi. dia tersentak kaget saat merasakan bergulung- gulung tenaga sakti membanjiri setiap bagian tubuhnya.
''Jangan dilawan bocah., pusatkan saja perhatianmu untuk mengumpulkan semua tenaga sakti yang kuberikan ini ke satu titik di daerah pusar.!'' bisik orang tua itu sambil menekan bahu Pranacitra hingga terpaksa duduk bersila mengikuti petunjuk si Gembel Sakti.
''Kau tidak perlu cemas soal Srianah, dia cuma tertidur. tenaga sakti ini adalah milik si nenek Iblis Picak Buntelan Kuning yang berhasil kusedot habis. karena bertentangan dengan aliran ilmu kesaktianku maka kuberikan saja kepadamu, karena sayang jika terbuang percuma begitu saja..''
''Meskipun aku tidak bisa mengangkatmu sebagai muridku, akan kuwariskan sebuah jurus silat aneh yang pernah kudapatkan dari seorang kenalan lamaku. kurasa itu bisa berguna buatmu.!''
Pranacitra masih sempat mendengarkan beberapa pesan dari si Gembel Sakti Mata Putih, sebelum dia semakin tenggelam di dalam semedi untuk mengolah tenaga sakti yang lumayan besarnya dalam tubuhnya.
__ADS_1
Saat dia sadar hari telah beranjak senja, Srianah dan gurunya juga sudah lenyap dari sana. hati pemuda itu terasa pedih. tapi dia mengerti kalau ini jalan yang terbaik buat mereka. selembar kain kumal penuh tulisan dan garis- garis aneh seperti langkah kaki terlihat dipangkuannya. sepertinya kain itu adalah robekan baju si Gembel Sakti. diatas kain itu terdapat tulisan rahasia jurus 'Langkah Aneh Mayat Hidup.!'
Mohon tulis Coment, kritik dan saran juga likeπ jika anda suka. Terimakasih.πππ