Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

Sedangkan di lobby, dua orang Resepsionis tengah membereskan barang-barangnya, mereka di pecat karena ke angkuhan dan ke sombongannya pada tamu.


Sudah sering kali para karyawan memperingati mereka tetapi mereka selalu saja pongah. Karyawan disana semua ramah , sopan dan lembut karena itu adalah ketentuan utama dalam bekerja disana.


"Kan aku sudah pernah bilang, jangan terlalu sombong jika ada tamu" ucap teman kerja nya yang Senior.


"Hmmm , ya ini adalah kesalahan kami , Mbak" balas Resepsionis tersebut dengan lesu.


"Jangan ulangi lagi jika kalian bekerja nanti" nasihat senior nya.


Lalu kedua Resepsionis tersebut langsung pergi dengan keadaan yang lesu.


Hampir semua karyawan disana berbisik tentang Kafka dan Delisa. Mereka membicarakan bagaimana sifat Kafka yang lembut pada Delisa dan bagaimana Delisa yang sangat sederhana tetapi sangat cantik.


Sedangkan di ruangan Kafka, Delisa terlelap di pelukan Kafka. Dengan sangat hati-hati Kafka menidurkan Delisa di kamar pribadi nya.


CUP


Kafka mencium kening Delisa lembut dan melangkah keluar untuk memakan makan siang yang di bawa oleh Delisa.


***


Mansion Ardmaja.


Elga dan Ayu ke datangan Ikmal yang sudah lama tidak datang ke mansion mereka.


"Bagaimana kabarmu , Mal?" tanya Elga


"Saya baik, Tuan. Bagaimana kabar kalian? Ahh saya sudah hampir 10 tahun tidak kesini" kekeh Ikmal


"Ya kau melupakan kami, apakah sekarang kau sudah menikah?" tanya Ayu dengan hati-hati.


"Doakan saja , saya sedang menunggu jawaban dari seorang wanita" ungkap Ikmal bahagia.

__ADS_1


Ayu menghembuskan nafas lega.


"Syukurlah , kamu berhak melanjutkan hidupmu meski mungkin sudah sangat malu jika menikah di usia kepala empat" ledek Lana yang baru saja tiba disana bersama Vani.


"CK! Kau harusnya mendukungku bro" kesal Ikmal dan memeluk tubuh Lana.


Ayu dan Vani bergegas ke arah dapur dan membiarkan para lelaki yang sedang mengobrol.


"Halo epribadeh" teriak Qilla dengan riang.


"Yaampun Queen berisik" ucap Lana mendengus.


"Hehe maaf Paman, aku bahagia karena nilaiku paling tinggi" ungkap Qilla bahagia.


"Woahhh benarkah? Mana Paman lihat?" ucap Lana lembut. Lalu Qilla membuka tas dan memberikan kertas ulangannya pada Lana. Elga hanya bisa menggelengkan kepala saja , karena memang Lana sudah sangat dekat dengan Qilla dari sejak Putrinya kecil.


Ikmal melihat Qilla tersenyum kecil, mungkin saja jika ia sudah menikah ia akan mempunyai anak seperti Tuan dan Sahabatnya.


"Queen , sapa Paman Ikmal" titah Elga lembut.


"Paman , kenapa aku baru melihat Paman? Apa Paman habis semedi dulu baru muncul?" celetuk Qilla membuat Lana dan Elga terbahak.


Ikmal menganga tak percaya pada Putri Tuannya ini.


"Paman baru kesini , karena rumah Paman sangat jauh" balas Ikmal sekena nya.


Lana sudah siap mendengar ucapan ajaib dari Qilla.


"CK! Alasan , bilang saja Paman tidak berniat" ceplos Qilla kembali.


Ayu dan Vani tertawa kecil melihat wajah terkejut dari Ikmal. Mereka sudah biasa mendengar celetukan Qilla.


"Bos , bisa tidak aku pulang saja" ucap Ikmal prustasi.

__ADS_1


"Buahahahaha" tawa Lana dan Elga pecah saat mendengar ucapan Ikmal yang prustasi.


Seperti tidak mempunyai dosa, Qilla melenggang pergi setelah pamitan pada Mommy dan Daddy nya.


"Bos , kenapa Putrimu sangat ajaib" decak kagum Ikmal.


"Hahaha bukan lo aja yang di buat prustasi. Hampir seisi rumah ini di buat pusing dengan tingkah dia" balas Elga dengan tertawa.


Ikmal menggeleng kagum, entah kenapa Qilla bisa berbeda dengan Tuan dan Nyonya nya yang kalem.


"Ohh iya , apa kamu kesini akan mengundang kami?" tanya Lana serius.


"CK, aku di suruh nunggu jawabannya selama 3 hari. Dia wanita baik-baik bahkan dari pesantren. Aku merasa minder dan pesimis sih tetapi Bu Susi terus menyemangatiku" jawab Ikmal dengan menghela nafas.


"Jangan begitu, kau tau aku dulu juga bahkan sempat stress dan bisa di bilang gila, tetapi Mas Elga menerimaku apa adanya karena dia memang tulus mencintaiku bukan karena nafsu ataupun apa. Dan kamu juga berpikirlah yang positif , karena setiap manusia pasti mempunyai masalalu" ucap Ayu tersenyum.


"Ya benar apa yang di bilang Ayu, jika memang dia wanita menolakpun mungkin memang dia bukam jodohmu. Berdoalah agar semua nya lancar" timpal Vani dengan lembut.


"Nah dengarkan kedua wonder women ini" celetuk Qilla dengan membawa makanan di tangannya.


Ikmal terkekeh melihat kelakuan Putri dari Tuan Elga ini.


"Mereka itu wanita yang tangguh , saking tangguhnya mau ke Mall saja harus membawa banyak boddyguard untuk membawa belanjaannya , apalagi Mommy" celetuk Qilla kembali.


"Fpppttt" tawa Ikmal dan Lana tertahan saat melihat wajah masam Ayu.


"Hei kau ini sudah seperti musuh Mommy saja" kesal Ayu


Elga tersenyum dan memeluk Putri dan Istrinya tersebut.


Ikmal dan Lana merasa bahagia karena kebahagian Elga sudah lengkap dengan kedua Anaknya dan mendapatkan Istri yang baik pula.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2