Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
34


__ADS_3

Pagi Hari.


Ayu , El dan yang lainnya sudah bersiap akan berangkat ke Negara I. Mereka berangkat pagi karena ingin istirahat sebelum esok hari langsung ke Resort.


Lana dan Tama langsung duduk di kursi depan dengan membahas berkas yang sama. Sedangkan El duduk di kursi agak belakang dengan Ayu.


Mereka berangkat dengan di antar oleh Pranss dan Nadin. Karena Orangtua Ayu sedang bersiap akan pergi ke Negara Y untuk melihat saudara dari Ayah.


Ayu duduk dan menyender di pundak El. Jujur saja semalam dia kurang tidur karena membahas semua masalah ini dengan Tama dan yang lainnya.


Dengan sayang El langsung mengusap lembut rambut Ayu dan memeluk pinggangnya.


Tak sadar mereka akhirnya terlelap dengan pulas selama perjalanan.


**


Negara T.


Amanda akan pulang nanti sore. Mereka akan ke Mansion Orangtua Amanda, karena mansion Nico sudah laku terjual.


Saat ini mereka sedang sarapan dengan hangat. Meski mereka sedang di rundung masalah tetapi mereka tidak akan sedih berkelanjutan karena itu akan percuma.


"Uhhh anak Ayah kenapa tampan sekali" Ucap Nico dengan gemas lalu mencium pipi Putranya.


Amanda terkekeh melihat Nico yang sangat bahagia bermain dengan Putra mereka.


"Nak, sini Putramu dan kau makan dulu sana ajak Roger" Titah Bu Yulia.


"Apa Ibu sudah selesai makannya?" Tanya Nico


"Sudah, Nak. Cepat sana makan" Jawab Bu Yulia lembut.


Tanpa menjawab Nico memberikan Putra nya pada sang mertua. Lalu ia memanggil Roger dan mengajaknya makan.


Roger dan Nico makan di balkon kamar rawat Amanda. Mereka sengaja makan disana untuk membahas sesuatu.


"Tuan, bagaimana untuk kedepannya? Kita akan merintis lagi perusahaan atau bagaimana?" Tanya Roger di sela makannya.


"Kau tau Roger, kalaupun kita membuka lagi perusahaan baru pasti Putri akan menghancurkannya. Aku pun bingung harus bagaimana" Jawab Nico menghela nafas.


Lalu mereka diam tanpa bicara melanjutkan makan nya.

__ADS_1


*


Siang Hari.


Pranss sudah sampai di Negara T, ia langsung menghubungi Nico dan bertanya di Rumah sakit mana Amanda di rawat.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, ia langsung melajukan mobilnya ke tempat yang akan di tuju. Setengah jam kemudian Pranss sampai di Rumah sakit tersebut dan langsung menuju ruang rawat Amanda.


Tok Tok


"Masuk" Ucap Nico


Lalu Pranss masuk dengan membawa beberapa bingkisan dan kado untuk Amanda serta anaknya.


"Selamat siang Om, Tante, Semuanya" Sapa Pranss hangat.


"Selamat siang kembali, Pranss" Jawab Nicolas tersenyum.


"Ini untuk kalian dan ini untuk Baby tampan" Ucap Pranss menyodorkan beberapa paperbag di tangannya.


Lalu Pranss mengajak Nico, Ayah Salim dan Roger duduk di sofa.


"Ada apa, Pranss?" Tanya Nico penasaran.


Nicolas dan yang lainnya tercengang melihat Berkas yang ada di hadapannya. Mereka tidak menyangka bahwa Ayu sangat sangat baik dengan memberikan salah satu perusahaan nya untuk mereka.


"Tapi, Pranss bagaimana dengan Tuan dan Nyonya Pramudya" Tanya Ayah Salim


"Mereka setuju saja. Dan ya Om dan Tante jangan kaget nanti jika berita kehancuran Putra dan menantu kalian akan muncup di media. Karena Ayu akan membalas apa yang mereka berikan padanya dulu" Jawab Prans panjang lebar.


Tuan dan Nyonya Wibawa hanya mengangguk saja. Mereka sudah pasrah karena Putra nya pun sudah sangat keterlaluan.


"Terimalah , maka Ayu akan bahagia" Ucap Pranss kembali.


"Baiklah, setelah semuanya membaik aku akan datang kesana dan mengucapkan langsung Terimakasih padanya" Balas Nicolass dengan mata berkaca-kaca.


Bahkan Amanda dan Bu Yulia sudah menangis sejak tadi. Mereka merasa bersyukur karena masih ada yang peduli pada mereka.


"Kak Pranss, apa kamu sengaja kesini atau ada urusan?" Tanya Amanda serak.


"Aku ada urusan di sini, Dek. Dan sekalian menyampaikan ini untuk kalian. Kalian bangun kembali dan aku yakin Putri tidak akan bisa mengganggu kalian lagi" Yakin Pranss.

__ADS_1


"Terimaksih, ucapkan Terimakasih banyak pada keluarga Ayu dari kami, Nak" Timpal Bu Yulia


Pranss mengangguk dan berdiri dari duduknya.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, kalau ada waktu aku akan main ke tempat kalian" Pamit Pranss.


"Hati-hati, Pranss" Ucap Nicolass.


Setelah kepergian Pranss. Mereka menangis haru , disaat mereka bingung dengan semua ini datanglah Ayu seperti malaikat membantu di saat mereka putus asa.


"Nak, tugasmu sekarang membuat perusahaan itu lebih baik, maju. Ayah yakin kalian bisa" Suport Ayah Salim pada Nico dan Roger.


"Aku janji, Yah. Aku akan menjaga amanah ini dengan sangat baik" Balas Nico tersenyum.


**


Negara I.


Rombongan Elgaza sampai di Bandara Negara I pada dini hari. Mereka langsung ke Mansion Tama yang berada di Negara tersebut.


Sejak saat di pesawat Ayu sudah tertidur setelah makan. Jadi El menggendong Ayu dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Mereka di jemput dengan anak buah Ayu. Mereka menyamar sebagai orang biasa agar tidak menimbulkan kehebohan.


Hampir 1 jam di perjalanan mereka akhirnya sampai di mansion tersebut. Mansion sederhana tetapi sangat elegant.


El masuk ke kamar atas dan merebahkan tubuh Ayu di kasur dengan hati-hati. Lalu ia mengecup kening lama.


"Ingin rasanya aku menikahimu sekarang juga" Gumam El tersenyum.


"Selamat tidur" Ucap El. Lalu ia beralih ke ruang tamu dan berkumpul dengan Tama dan Lana.


Tanpa di minta , Tama langsung menceritakan rencana mereka untuk membalas perbuatan Putri dan Gibran. Mereka sangat menyayangkan Gibran yang sangat pintar sampai bisa di bodohi oleh Putri.


Tama menceritakan keseluruhannya. El hanya manggut-manggut saja.


Setelah selesai berdiskusi mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat agar besok kembali fit.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2