
Pagi-pagi nya, Nana dan Qilla sudah berada di dapur untuk memasak.
Bahkan para Art pun di buat kaget saat Nona muda nya yang ikut gabung untuk memasak.
"Kalian kerjakan saja yang lainnya" titah Qilla dengan ramah.
"Baik Nona" balas para Art.
Nana yang sudah lebih dulu menyiapkan bahan-bahan masakannya, sedangkan Qilla ia menyiapkan bumbu nya.
"Kita akan buat apa, Na?" tanya Qilla
"Kita buat sop iga, ayam goreng dan sambal saja bagaimana?" tanya Qilla kembali.
"Iya, aku tau kamu mau makan itu sejak kemarin" jawab Nana dengan terkekeh.
"Hehee" balas Qilla cengengesan.
Lalu mereka berdua memasak dengan saling membantu, bahkan Qilla sudah sangat mahir dalam pekerjaan memasak karena memang Nana yang mengajari nya.
Tercium wangi harum makanan tersebut dengan sangat menyengat.
Bahkan Bibi Art pun sampai menengok ke arah dapur.
"Wah siapa ini yang masak" ucap Mom Ayu dengan tersenyum.
"Mommm" kaget Qilla yang sedang berada di dapur.
Mom Ayu mendekat, lalu ia melihat banyak nya masakan yang di buat oleh Qilla dan Nana.
"Ini buatan kami ya, Mom" ucap Qilla dengan bangga.
"Benarkah? Emm boleh cicipi?" tanya Mom Ayu
"Boleh Nyonya" jawab Nana, lalu Nana memberikan sendok pada Mom Ayu.
__ADS_1
Mom Ayu langsung mencicipi setiap masakan yang di buat oleh Putri nya dan Nana.
"Enak, rasanya sangat pas" puji Mom Ayu dengan tersenyum.
"Woah terimakasih Momm" senang Qilla langsung saja memeluk Mom Ayu.
"Terimakasih, Nyonya" ucap Nana dengan senang.
"Sini peluk" ucap Mom Ayu dengan Qilla.
Nana terpaku dan ia langsung menggelengkan kepala nya.
Tetapi tanpa banyak bicara, Qilla dan Mom Ayu membawa Nana berpelukan bersama mereka.
Setelah selesai semua nya, Nana dan Qilla menata beberapa makanan di meja makan dan sisa nya Qilla menyuruh menata nya di meja makan para Art dan penjaga.
Sedangkan Mom Ayu, dia pergi memanggil suami serta kedua orangtua nya.
Dan setelah berkumpul semua nya, mereka lalu sarapan bersama disana.
"Tadi siapa yang masak?" tanya Oma dengan duduk santai di ruang keluarga.
"Qilla dan Nana, Mom" jawab Mom Ayu.
Uhuk Uhuk.
Daddy Elga langsung tersedak kopi yang sedang di minum nya.
"Yang benar, Dek?" tanya Dad Elga pada Qilla.
"Ya iyalah, aku kan udah bisa mandiri sekarang" jawab Qilla santai.
"Bagus dong" puji Opa dengan tersenyum
Qilla langsung mengadahkan tangannya ke hadapan sang Opa.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Opa bingung.
"Ck, tidak gratis Opa, bayar dong" jawab Qilla dengan enteng.
"Qill" ucap Nana menggelengkan kepala.
"Ya ampun ini anak" gerutu Oppa dengan mengeluarkan uang lembarannya.
Qilla langsung tersenyum dan mengajak Nana untuk belanja ke supermarket yang tak jauh disana.
"Hei kalian mau kemana?" tanya Mom Ayu.
"Aku akan belanja Mom, nanti siang kita bbq'an ya" jawab Qilla
"Yasudah" balas Mom Ayu.
Setelah kepergian Qilla, Mom Ayu dan yang lainnya melanjutkan kembali berbincang dengan Orangtua dan suami nya.
"Apa kamu sudah menyelidiki nya?" tanya Opa
"Sudah Dadd, dia memang anak baik dari panti asuhan yang sering kita donasi" jawab Dadd Elga.
"Syukurlah, Daddy tidak ingin kisah Ayu terulang lagi pada Qilla" ucap Daddy Antoni.
"Tidak akan Dadd, dari sikap nya saja Nana itu berbeda dengan dia" balas Mom Ayu tersenyum.
"Ya Daddy hanya takut saja, Nak" ucap Opa.
Mom Ayu menganggukan kepala, mereka lalu berpindah ke gazebo belakang rumah.
.
.
.
__ADS_1