
Hingga tengah malam akhir nya obrolan para pria terhenti dan masuk ke dalam kamar masing-masing.
Zayn mengambil dulu minum sebelum masuk ke kamar Qilla, ia tadi sempat melihat bahwa air minum di kamar Qilla habis.
Ceklek.
Tek.
Zayn mengunci kembali kamar Qilla dan ia segera mengganti pakaian nya. Setelah itu ia langsung saja merebahkan tubuh nya di samping Qilla.
"Ck, menggemaskan sekali sih kamu tuh sayang" gumam Zayn dengan mengecup kening Qilla lembut.
Lalu ia membawa tubuh Qilla ke dalam pelukan nya dan ia pun ikut terpejam.
**
Ke esokan pagi nya, Zayn dan Qilla sudah rapih dan mereka juga akan langsung ke mansion Mom Elysa.
"Ayo sayang" ajak Zayn dengan mengulurkan tangan nya pada Qilla.
"Ayo Mas" balas Qilla.
Lalu mereka berdua keluar dari kamar dan langsung saja turun.
"Dad, Opa" sapa Qilla dengan tersenyum.
"Hai sayang, sudah mau berangkat?" tanya Dadd Elga lembut.
"Iyaa Daddy, aku sama Mas Zayn berangkat dulu ya" pamit Qilla sambil menyalami Daddy dan Oppa nya.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan" ucap Opa Antony.
"Iya Opa" balas Zayn.
Setelah berpamitan, mereka langsung saja berlalu dari mansion dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka di luar.
"Mas, kita tidak pakai sopir?" tanya Qilla saat sudah duduk di dalam mobil.
"Tidak sayang, kita berdua saja" jawab Zayn lembut.
Lalu Zayn melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang , ia tersenyum saat Qilla menyenderkan kepala nya di lengan Zayn.
"Kenapa, hmm?" tanya Zayn lembut.
"Aku merasa belum percaya saja sih, rasa nya tuh batu kemarin aku kuliah eh sekarang udah nikah aja" jawab Qilla dengan terkekeh.
"Sayang, sebenar nya Mas itu pengen denger cerita kamu kenapa pindah kesini? Kata Mommy dan Daddy kalian kan pindahan" ucap Zayn dengan penasaran.
"Dulu aku di kenal sebagai Putri Daddy Elga, bahkan teman-teman dan sahabat ku pun banyak. Aku hanya menikmati saja dan tanpa aku ketahui ternyata mereka hanya memanfaatkan aku saja dan hingga saat nya aku berpacaran dengan Reno dan dia juga hanya memanfaatkan aku.
Inti nya sih aku trauma dan aku memutuskan untuk pindah hingga berpura-pura jadi orang miskin" jelas Qilla dengan tersenyum.
"Tetapi aku nyaman kok dengan kepura-puraan itu, bahkan aku menemukan Nana sebagai sahabat yang benar-benar sahabat" jelas Qilla kembali dengan wajah berbinar.
"Tapi Nana sempat marah saat tahu siapa kamu sebenarnya?" tanya Zayn.
"Iyaa dia marah banget , terus jauhin aku tetapi aku pura-pura di bully dan tersakiti saja ehh dia gak tega dan balik lagi sama aku" jawab Qilla dengan tawa kecil nya.
"Aku tau, Nana itu wanita yang kuat dan periang jadi aku ngerasa nyaman banget sama dia, apalagi dia selalu saja jagain aku" ucap Qilla.
__ADS_1
"Bagus dong, apalagi besok kalian akan jadi saudari ipar" ucap Zayn tersenyum kecil.
"Iyaa, dia akan jadi patner aku kemana-mana" balas Qilla dengan senang.
"Mas, gak apa kan kalau aku kerja?" tanya Qilla menatap Zayn.
"Tidak apa sayang, tapi kamu harus selalu prioritaskan keluarga saja dan jangan terlalu lelah ya" jawab Zayn lembut.
"Iyaa Mas, aku akan berhenti jika aku nanti sudah punya Baby" jelas Qilla tersenyum malu.
Zayn tersenyum dan mengecup kening Qilla dengan hangat.
Dan di sepanjang perjalanan menuju ke mansion TR, mereka terus saja bercerita dengan di selingi tawa nya yang renyah.
Hingga tak terasa mereka sampai juga di mansion dan Mom Elysa sudah menunggu mereka di depan.
"Kenapa Mommy nunggu di luar segala sih" ucap Qilla tak enak.
Qilla langsung saja keluar tanpa menunggu Zayn, bahkan Zayn menggelengkan kepala saat melihat tingkah sang Istri.
"Mom, kenapa di luar?" tanya Qilla dengan memeluk sang mertua dengan hangat
"Mom menunggu kalian, Nak" jawab Mom Elysa lembut.
"Kan bisa di dalam, ayo masuk ah" ajak Qilla.
Mom Elysa terkekeh dengan tingkah menantu nya, lalu ia merangkul Qilla dengan sayang dan berjalan bersama masuk ke dalam mansion.
Sedangkan Zayn, ia mencebikan bibir nya saat di tinggal oleh Qilla dan Mommy nya.
__ADS_1
.
.