
Nana masih saja berkutat bersama dengan berkas-berkas, bahkan Asisten Dewi pun di buat kagum dengan semangat dan kepintaran Nana.
"Istirahat dulu sayang" ucap Dio dengan mengambil laptop dan berkas di tangan Nana.
"Benar apa kata Tuan Dio, kau harus istirahat dulu" timpal Asisten Dewi.
Nana menghela nafas pasrah, ia menurut saja karena Dio sudah mode kesal nya.
"Ayo di makan camilannya" ucap Asisten Dewi.
"Terimakasih, Mbak" balas Nana ramah.
Dewi menganggukan kepala dengan tersenyum, lalu mereka bersantai dengan sesekali berbincang.
"Mau mendengar kisah tentang Nyonya Ayu?" tanya Dewi dengan menatap Nana penuh arti.
"Boleh" jawab Nana antusias.
Lalu Dewi menceritakan semua nya, awal mula Mom Ayu pergi ke tanah air , lalu menikah dan di khianati oleh sahabat nya sendiri.
Dewi menceritakan semua nya tanpa ada yang terlewati, bahkan ia juga menceritakan bagaimana Qilla juga pernah mengalami hal serupa.
"Mbak hanya mengingatkan saja, bahwa keluarga mereka itu sangat baik sekali, jagalah kepercayaan mereka pada mu, Na" pesan Dewi dengan lembut.
"Pantas saja Kakak nya selalu saja mengingat aku Mbak, aku bahkan pernah pergi karena Qilla anak millioner, tetapi ya aku tidak bisa karena merasa dia itu seperti Adik kandung ku" balas Nana dengan menundukan kepala nya.
"Mbak tau, kamu akan menjadi Kakak, sahabat dan orang paling depan untuk melindungi Qilla" ucap Dewi lembut.
__ADS_1
Nana menatap Dewi dengan sendu, ia merasa punya Ibu setelah Mom Ayu dan calon mertua nya yang sangat begitu baik padanya.
"Sekarang kau pulang lah, pasti Nona muda akan mengoceh jika kau lama disini" kekeh Dewi dengan mengusap lembut kepala Nana.
Sedangkan Dio, dia hanya melihat dan tersenyum kecil dengan perbincangan mereka berdua.
"Yasudah, kalau begitu aku pamit dulu ya Mbak" ucap Nana lembut.
"Hmm, hati-hati" balas Dewi dengan tersenyum.
Lalu Nana dan Dio langsung saja berlalu dari kediaman Dewi, Dio merangkul bahu sang kekasih dengan hangat.
"Aku bangga padamu, sayang" ucap Dio dengan berbinar.
Cup
Cup
"Mas, sudah ihhh" ucap Nana dengan tawa kecil nya
Dio hanya membalas dengan cubitan di hidung Nana saja, lalu mereka langsung masuk ke dalam mobil milik Dio.
**
Sedangkan di mansion, Qilla sudah bangun bahkan dia uring-uringan karena Nana tak kunjung datang, padahal waktu sudah semakin sore.
"Mommmmmm, marahin Nana nanti ya" rengek Qilla pada Mom Elysa
__ADS_1
"Loh kenapa harus di marahin sayang?" tanya Mom Elysa bingung
"Ishh, dia lama sekali pergi nya Mom" gerutu Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
"Nak, gak boleh gitu ehh" tegur Mom Ayu
"Maaf" ucap Qilla dengan menundukan kepala nya.
"Tidak apa, Mbak. Aku seneng kok lihat Qilla manja begini, serasa aku punya Putri bungsu" ucap Mom Elysa dengan mengelus rambut Qilla
"Tapi, dia tidak sopan Mbak" balas Mom Ayu tak enak.
"Tidak apa, asal jangan di perlihatkan ke yang lain saja" ucap Mom Elysa terkekeh.
Hahh. Mom Ayu hanya mengangguk pasrah saja, ia melihat wajah sang Putri yang seperti sedang menahan tawa nya.
"Qilla Qilla, Mom pasti akan rindu moment seperti ini" batin Mom Ayu sendu.
Hingga tak lama kemudian terdengarlah suara deru mobil yang berhenti di depan mansion.
Qilla sudah langsung saja berlari ke luar, dia akan memarahi Nana karena terlalu lama pergi.
.
.
.
__ADS_1