Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
75


__ADS_3

Sudah 2 hari semenjak Elga sadar , Ayu tidak ke perusahaan lagi, karena semuanya sudah dapat di handel oleh Lana.


Saat ini, Ayu sedang menyuapi Elga yang sangat manja. Dengan telaten Ayu menyuapi nya sampai habis tak tersisa makanannya.


"Periksa dulu ya , nanti mesra-mesraannya lagi" tegur Dokter Aji yang terkekeh.


Elga menatap nya dengan tajam , ia sangat terganggu oleh kedatangan Dokter sekaligus sahabatnya itu.


"Ck jangan melotot begitu napa" gerutu Aji


Ayu hanya terkekeh dan agak menggeser agar Elga di periksa oleh Dokter.


Dokter Aji memeriksa Elga dengan keseluruhan.


"Sudah membaik , tapi jangan banyak gerak dulu karena bekas jahitannya masih belum kering" ucap Dokter


"Kapan gue pulang?" tanya Elga


"Besok sore juga sudah bisa pulang" jawab Dokter Aji.


Elga hanya menganggukan kepalanya saja dan menatap Ayu yang sedang fokus dengan ponselnya.


"Kalau begitu gue balik dulu" pamit Dokter Aji.


"Hmmm" balas Elga dengan deheman sambil mata nya terus menatap Ayu.


Dokter Aji hanya mencebik saja lalu ia pergi bersama dengan suster. Sang suster hanya mengulum senyum saja melihat itu semua.


"Ehemmmm" dehem Elga dengan keras.


Ayu langsung mendongkak dan menatap suaminya yang sedang mode merajuk. Ayu berdiri dengan membawa ponselnya.


"Ini aku sedang membalas Chat dari Kak Tama dan Pranss. Mereka meminta maaf karena tidak bisa kesini di karenakan Istri nya yang tidak bisa di tinggal dan banyaknya pekerjaan" jelas Ayu dengan menyodorkan ponselnya pada Elga.


Elga menerima dan menyimpannya di nakas samping ranjang. Lalu Elga menepuk sisi ranjang yang kosong.


"Kenapa?" tanya Ayu lembut setelah mendudukan bokongnya di sisi Elga.


"Bilang sama Kakak mu , mereka tidak usah kesini karena aku juga sudah sembuh. Aku tau bagaimana rasa nya meninggalkan istri yang sedang hamil" jawab Elga membelai pipi Ayu lembut.


"Kau memang suami terbaikkkk" senang Ayu lalu ia memeluk Elga dengan erat.

__ADS_1


"Oh iya sayang, tidak apa kalau aku memberikan pelajaran pada Paman dan Bibi mu?" tanya Ayu dengan menatap mata tajam milik suaminya.


"Lakukanlah sesuka mu, karena mereka sudah sangat serakah" jawab Elga mencium kilas bibir yang sudah sangat candu baginya.


"Hmmm baiklah, nanti sore aku akan ke markas dengan Lana" ucap Ayu.


"Loh, terus aku sama siapa?" tanya Elga dengan merajuk.


"Ada Bunda dan Ayah , nanti mereka akan kemari" jawab Ayu dengan enteng.


Elga hanya mendengus saja dan memeluk tubuh sang istri.


"Jangan membahayakan lagi dirimu , jangan membuat aku khawatir dan takut lagi" ucap Ayu lirih.


"Tidak akan sayang, maafkan aku" balas Elga mencium pucuk kepala Ayu.


Mereka menikmati moment tersebut , Ayu yang sangat rindu dengan pelukan sang suami kini sudah dapat merasakannya lagi.


Tok Tok Tok


Ck! Elga berdecak karena ada yang mengganggu moment ke uwuan nya dengan Ayu. Sedangkan Ayu hanya terkekeh dan beringsut turun dari ranjang.


"Masuk"


"Bagaimana keadaanmu? Maaf kami baru bisa menjengukmu saat ini" ucap Tuan Salim sopan.


"Tidak apa, Tuan. Keadaan saya sudah lebih baik lagi dan terimakasih karena sudah bersedia menjenguk" balas Elga datar.


Kania menyapa Ayu dan mengelus lembut perutnya. Begitupun dengan Bu Yulia dia memeluk Ayu dengan sayang.


Para wanita duduk dengan tenang di sofa kamar tersebut , sedangkan Gibran , Elga dan Ayah Salim berbincang seputaran bisnis.


***


Sore hari nya , Lana menjemput Ayu untuk ke markas. Ia sudah menyiapkan kuping nya , pasti Elga akan memberikan petuah sebelum perginya.


Ceklek.


"Selamat sore, Nyonya , Tuan" sapa Lana dengan sopan.


"Sore, Nak" jawab Bunda lembut.

__ADS_1


Ayu berdiri dan mengambil tas nya , Elga mengisyaratkan Lana mendekat.


"Iya , Tuan" ucap Lana.


"Kau harus memastikan Istriku tidak apa-apa dan juga jangan membawa mobil terlalu cepat dan...


"Ayu pergi Lan, keburu malam" potong Ayu dengan menajamkan mata nya pada Elga.


Elga hanya bisa pasrah dan menganggukan saja. Lalu Elga merentangkan tangannya agar Ayu memeluknya dulu.


Ayu melangkah dan memeluk Elga sayang lalu ia daratkan ciuman mesra di bibir suaminya yang merajuk.


Mertua nya hanya terkekeh saja melihat kelakuan mereka.


"Hati-hati" ucap Elga.


"Iya, Mas. Bun titip bayi besarku dulu ya" ucap Ayu dengan terkekeh.


Bunda tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


Setelah kepergian Ayu , Ayah mertua Elga menghampiri Elga.


"Apakah benar dia akan menghukum Paman mu?" tanya Ayah nya penasaran.


"Iya , dia itu selama ini sudah berlatih semua senjata walaupun lagi hamil. Katanya ngidam" jawab Elga terkekeh.


"Aihhh ada-ada aja anak itu" kesal Bunda dengan gelengan kepala.


Sedangkan sang Ayah hanya terkekeh saja. Begitulah Putrinya banyak kejutan di dirinya yang tidak orang ketahui.


"Ohh iya, Nak. Apakah tadi ada keluarga Wibawa kesini?" tanya Bunda Rahma.


"Iya, Bun. Mereka menjenguk kesini" jawab Elga


"Jangan biarkan Ayu terlalu dekat dengan mereka, Bunda tidak suka , Bunda masih sakit dengan keluarga mereka" tegas Bunda Rahma dengan wajah kurang bersahabat.


"Iya, Bun. Ayu juga menjaga jarak nya, kalau ada saja ia terlihat baik-baik, padahal hatinya masih sakit" jawab Elga , yang biasa nya tidak bicara panjang lebar.


Mereka bercerita tentang masa kecil Ayu bersama dengan Nenek dan Kakeknya.


Elga hanya mendengarkan saja kadang ia juga merespon.

__ADS_1


.


.


__ADS_2