
Dokter sudah tiba dengan di antarkan oleh anak buah Elga, lalu Antony langsung menyuruh nya memeriksa sang Istri.
Zayn mendekati Qilla yang sedang panik, khawatir dan juga sedih.
"Tenang lah" bisik Zayn dengan lirih sambil memeluk Qilla.
Dokter langsung menyudahi pemeriksaan nya saat sudah mengetahui keadaannya.
"Sebaiknya Nyonya di bawa ke Rumah sakit, Tuan" ucap Dokter dengan cepat.
"Apa parah, Dok?" tanya Antony.
"Iyaa Tuan, kesehatan Nyonya sudah semakin menurun karena memang usia nya yang sudah tidak muda lagi" jawab Dokter dengan ramah.
"Bersiaplah kita akan pulang hari ini juga" ucap Elga pada yang lainnya.
"Tuan, bolehkah kami ikut?" tanya Zayn.
"Boleh, sekalian tolong jaga Qilla karena kita akan memakai mobil ambulance agar cepat sampai" jawab Daddy Elga.
Lalu Galih dan Mom Elysa pergi dari sana untuk membereskan barang-barang mereka.
"Kamu disini saja, biar aku yang akan bereskan barang-barang kita" ucap Nana lembut.
Qilla hanya menganggukan kepala dan kembali menatap sang Oma.
Lalu ia beralih mendekati sang Mommy yang sedang duduk di samping Oma Rahma dengan wajah sendu nya.
__ADS_1
"El, tolong kabari Kafka dan yang lainnya dan suruh mereka segera terbang kemari" ucap Dadd Antony.
"Baik Dadd" ucap Elga patuh.
Tinggalah disana hanya ada Zayn, Antony , Qilla dan Mom Ayu. Mereka menatap sendu ke arah Oma Rahma yang masih terbaring lemah tak berdaya.
"Opa, kenapa tidak memberitahu bahwa Oma sudah sering sakit?" tanya Qilla dengan sendu.
"Opa juga tidak tahu sayang, tetapi sejak 1 minggu yang lalu Oma mu sudah terlihat tak bergairah sama sekali" jawab Opa Antony.
"Qilla, apa kalian berpacaran?" tanya Opa Antony pada Zayn dan Qilla.
"Iyaa Opa, aku mohon restu mu" jawab Zayn dengan tegas tanpa takut sedikit pun.
"Aku menyukai sikap tegas mu itu anak muda" ucap Opa Antony dengan tersenyum.
Qilla hanya tersenyum saja pada sang Mommy, ia nanti akan menceritakan semua nya pada sang Mommy.
"Nak, tolong jaga Qilla ya" ucap Mom Ayu pada Zayn.
"Iyaa Nyonya" balas Zayn tegas.
Lalu Mom Ayu, Dadd Elga dan Opa Antony langsung masuk ke dalam mobil ambulance.
Sedangkan Qilla, ia ikut bersama Zayn dan juga Rega.
Nana ikut mobil Dio dan Mom Elysa, mereka langsung saja mengikuti mobil ambulance yang membawa Oma Rahma.
__ADS_1
Selama di perjalanan, Qilla terus saja memeluk Zayn dengan perasaan yang campur aduk.
Qilla sangat tak enak perasaan , entah kenapa dia juga tidak tahu sebab nya.
"Tenanglah, Oma pasti sembuh" ucap Zayn dengan lembut.
"Aku takut, perasaan ku bahkan sudah tak enak sejak kemarin" balas Qilla lirih.
Zayn terus saja mendekap Qilla dengan lembut, ia bahkan mengecup kepala Qilla beberapa kali agar dia merasa tenang.
***
Sedangkan di kediaman Kafka, mereka semua langsung saja bersiap pergi ke Negara sang Oma.
Kafka dan Adel sangat syock saat mengetahui sang Oma yang sakit bahkan tidak sadarkan diri.
"Aku harap Oma baik-baik saja" gumam Adel dengan terus memeluk tubuh Baby Jen.
Mereka langsung saja terbang dengan pesawat pribadi Kafka, bahkan mereka membawa dua orang Art untuk menjaga Putri mereka selama di perjalanan.
"Oma baik-baik saja kan, Mas?" tanya Adel dengan sendu.
"Semua akan baik-baik saja, sayang" jawab Kafka memeluk Adel dan Baby Jen.
Mereka lalu terdiam kembali dan saling menguatkan dalam pelukan hangat nya.
.
__ADS_1
.
.