
Jenazah Mika sudah masuk ke dalam ruangan untuk di cek ulang. Karena Ikmal merasa ada yang janggal dan ia memutuskan menelpon anak buah nya untuk mengantarkan jenazah Mika ke Rumah sakit dimana Putri di rawat.
Ikmal baru saja sampai di Rumah sakit 1 jam yang lalu , ia memilih menunggu hasil dari pemeriksaan Mika terlebih dahulu.
Ikmal dan Kepala pengawal duduk di depan ruangan tersebut.
"Apa kamu mencurigai seseorang?" tanya Ikmal.
"Hmmmm ya, soalnya semalam kami hanya memakai mereka 3 jam. Karena kami punya batas waktu dan kami juga merasa kasihan, setelah itu mereka kami bersihkan dan baringkan di ranjang" jawab Kepala pengawal dengan tegas.
Ikmal hanya menganggukan kepala saja.
Ceklek.
Dokter pribadi dari Ikmal keluar dengan menghela nafas lelah.
"Seperti dugaan anda, Tuan. Dia bukan meninggal karena kelelahan di perkosa tetapi dia sengaja di bunuh" jelas Dokter Erik.
"Bagaimana bisa, Dok. Saya sudah memastikan mereka makan dan bahkan dia juga terlihat bugar sebelum saya menemukan mereka tergeletak pingsan" ucap Kepala pengawal tersebut dengan tegas.
"Dia di beri racun pada makanan itu oleh seseorang , karena saya mendapatkan racun yang sama yang bersarang di tubuh Nona Putri. Dugaan saya orang ini sengaja ingin meracuni mereka. Karena tubuh Nona Mika yang sedang ke lelahan di tambah lagi dia sudah pernah melakukan Abors* selama dua kali jadi daya tubuhnya lemah, seakan merespon racun tersebut dengan cepat" jelas Dokter Erik.
Ikmal memijat keningnya karena pusing. Ia teringat bahwa Putri seorang diri di dalam kamar pasien.
Ikmal berlari secepat mungkin dan ikuti oleh Dokter Erik dan Kepala pengawal.
Brak.
"Apa yang akan kau lakukan padanya hahhhh" teriak Ikmal dengan menggema.
Tek.
Gunting tersebut terjatuh dari tangannya dan wanita tersebut berbalik ke arah suara tersebut. Dia sangat kaget karena Ikmal ada disana.
__ADS_1
"Tolong saya, Ikmal" ucap Putri bergetar takut.
"Bayu, bawa wanita itu dan sekap di ruangan bawah tanah" perintah Ikmal dengan tegas.
Bayu adalah Kepala pengawal kepercayaan Ikmal selama ini.
Dengan cepat Bayu dan salah satu anak buah nya menangkap wanita tersebut dan langsung membawanya.
Ikmal menghampiri Putri dan memeluknya. Ia bersyukur karena Putri tidak apa-apa, entah kenapa ia merasa sangat khawatir pada nya.
Dokter Erik membantu membuka ikatan pada tubuh anak buah dan Ibu angkat Ikmal.
"Terimakasih, Ikmal" ucap Putri terisak.
"Erik , cepat periksalah" titah Ikmal dengan datar.
Dokter Erik memeriksa Putri dan ia menyuntikan obat penenang agar Putri bisa tidur dan istirahat.
Lama kelamaan Putri tertidur dengan pulas di pelukan Ikmal. Dengan hati-hati Ikmal merebahkan kepala Putri di atas bantal.
"Ibu tidak apa, Nak. Ibu hanya syok saja" jawab Ibu Hera lembut.
Ikmal menatap satu persatu anak buah nya.
"Kami tidak apa, Tuan" jawab mereka seakan tahu dengan tatapan mata tajam Tuan nya itu.
"Kalau begitu , gue keluar dulu" ucap Dokter Erik.
"Terimakasih" ucap Ikmal
Dokter Erik hanya mengacungkan jempol dengan tersenyum, lalu ia melangkahkan kaki nya pergi ke luar ruangan tersebut.
Ikmal menatap mereka meminta penjelasa.
__ADS_1
"Bagaimana wanita itu bisa masuk ke mansion?" tanya Ikmal dengan nada dingin.
"Dia seperti biasa masuk dengan mengindap karena pada saat itu para penjaga sedang mengambil sarapan pagi. Dia mengancam Ibu dengan menusukan pisau ke punggung Ibu, pada saat Ibu menelpon kamu itu , wanita itu baru saja memberikan seseuatu pada Nona Putri dan Mika. Karena pada saat Ibu berikan jamu agar fit mereka baik-baik saja" jelas sang Ibu Hera.
"Lalu Ibu di ancam agar menelpon kamu dan mengabari mereka pingsan di perkosa. Lalu kamu menyuruh memanggil Dokter, saat Ibu akan memanggil Dokter Erik dia melarangnya dan memanggil Dokter yang mengatakan bahwa Nona Mika meninggal karena di perkosa dan Nona Putri sakit parah" ucapnya lagi dengan menghela nafas.
Ikmal menyugar rambutnya prustasi, ia sangat marah saat ini tetapi ia sebisa mungkin menahannya.
"Maafkan kami, Tuan. Kami sangat lalai" ucap anak buah Ikmal menunduk.
"Hmmm , ini bukan salah kalian. Ini salahku yang selalu mempertahankannya" ucap Ikmal lemah.
Ibu Hera menepuk pundak Ikmal pelan , ia memberikan dukungan untuk anak angkatnya.
"Eunggghhh" lenguh Putri
Ikmal langsung berdiri dan menghampiri ranjang Putri.
"Ikmal" lirih Putri.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu begini, aku hanya ingin kau jera dan bisa berbuat baik" ucap Ikmal.
"Tidak apa, aku tahu aku memang salah dan aku pantas mendapatkan ini semua. Aku sudah bersyukur karena beberapa bulan terakhir ini kau tidak menjual kami ke para lelaki hidung belang. Mungkin hati ku saja yang belum luluh jadi masih terbawa ajakan Mika" balas Putri dengan berlinang air mata.
"Sekarang aku sadar, bahwa kebahagian itu bukan tentang harta saja. Aku sadar bahwa banyak harta pun tidak akan menjamin kebahagian kita" lirih Putri menangis tersedu.
Ikmal memeluk Putri dengan erat. Ia bersyukur bahwa Putri sudah menyesali semuanya , terlihat jelas di sorot mata nya yang tulus.
Putri menangis dengan tersedu-sedu di pelukan Ikmal. Ia merasa sakit saat mengingat semua tentang Orangtua nya yang selalu menasehati dirinya, tetapi ia tidak pernah mendengarkan sedikit pun.
.
.
__ADS_1
.