Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla & Zayn


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Zayn dan Qilla langsung saja ke proyek yang lumayan agak jauh dari Hotel tersebut.


Selama di perjalanan, Zayn menatap Qilla yang sedang menatap ke arah luar jendela.


"Ada apa sayang?" tanya Zayn lembut.


"Tidak ada, Mas. Aku sedang menikmati udara disini saja" jawab Qilla tersenyum.


"Kemarilah, biar aku peluk" ucap Zayn merentangkan tangannya.


Dengan penuh senyuman, Qilla langsung pindah duduk ke pangkuan sang Suami.


"Ini sangat nyaman" gumam Qilla dengan memeluk tubuh Zayn.


Zayn memeluk tubuh Qilla, ia bahkan mengecup kepala Qilla dengan lembut.


Hingga terdengarlah dengkuran halus dari mulut Qilla , Zayn tersenyum kecil lalu ia mendekap sang Istri dengan hangat.


**


Di proyek , Qilla terus saja mengikuti Zayn kesana kemari padahal Zayn sendiri sudah mencegah nya.


Tetapi Qilla terus merengek ingin ikut bersama dengan Zayn.


"Mas, duduk dulu yuk" ajak Qilla dengan wajah pucat nya.


Zayn langsung panik saat Qilla terlihat sangat pucat, bahkan mata nya sudah sayu.


"Sayang, hey" ucap Zayn dengan panik.

__ADS_1


Tetapi Qilla tidak menyahut, bahkan Qilla pingsan dalam pelukan Zayn.


"Ya Tuhan, Qilla" pekik Zayn dengan menepuk pipi Qilla perlahan.


"Tuan, ayo kita ke Rumah sakit" ajak Anak buah nya yang kebetulan ada disana.


Sedangkan yang lainnya sudah berpencar kembali untuk bekerja, hingga disana tinggalah Zayn, Qilla dan anak buah nya.


"Ayo cepat" ucap Zayn dengan menggendong tubuh Qilla.


Zayn dengan langkah lebar nya langsung saja masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh anak buah nya.


Sang anak buah dengan segera langsung saja melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.


"Sayang, bertahanlah" gumam Zayn dengan sangat khawatir.


Zayn terus saja mendekap tubuh Qilla dengan hangat, ia bahkan sesekali menepuk pipi Qilla agar cepat sadar.


Zayn langsung saja membawa Qilla ke ruang gawat darurat.


"Tuan, anda tunggu disini terlebih dulu" ucap perawat dengan cepat menutup pintu ruangan tersebut.


"Tolong istri saya" mohon Zayn dengan wajah sendu nya.


Perawat hanya menganggukan kepala saja, setelah itu ia menutup kembali ruangan.


Zayn, dia tidak bisa diam bahkan dia kesana kemari karena khawatir nya pada sang Istri.


"Kamu kenapa sayang, tadi baik-baik saja" gumam Zayn dengan panik.

__ADS_1


Hingga datanglah anak buah nya membawa sebotol air minum, lalu ia memberikannya pada Zayn agar lebih tenang.


"Terimakasih" ucap Zayn dengan tulus.


"Sudah tugas saya Tuan" balas anak buah nya dengan tersenyum lebar karena baru kali ini seorang Zayn bisa mengucapkan terimakasih.


Zayn mencoba duduk walaupun hati dan pikirannya sangat tidak tenang.


Ia terus saja menatap kd arah pintu ruangan gawat darurat yang masih saja tertutup.


Ceklek.


Zayn langsung bangkit dari duduk nya, ia menghampiri sang Dokter yang baru saja keluar.


"Bagaimana keadaan Istri saya, Dok?" tanya Zayn dengan penuh kecemasan dan khawatir.


"Istri anda baik-baik saja, Tuan. Dia hanya kelelahan dan karena dia sedang hamil" jelas sang Dokter.


"Apa Dok? Ha hamil?" tanya Zayn dengan memastikan.


"Iya Tuan, Istri anda sedang hamil dan baru 8 minggu" jawab Dokter dengan tersenyum.


Dokter tersebut menjelaskan semua nya, setelah itu baru ia pamitan pada Zayn.


Zayn sendiri langsung saja masuk ke dalam, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri nya.


Hingga ia sampai di dalam, Qilla masih belum sadar karena pengaruh obat dari Dokter.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2