
-PraHospital.
Ayu begitu murka saat berita tentang suaminya melejit tinggi bahkan perusahaannya oleng. Ia berjalan ke ruangan dimana Elga di rawat.
"Mas , hari ini aku akan melawan mereka , mendapatkan keadilan untukmu. Kau disini dijaga Bunda dulu ya. Doakan aku mas" pamit Ayu dengan mencium kening Elga lembut.
Lalu Ayu pergi membersihkan diri di kamar rawat nya , seorang pengawal mengantarkan baju ganti untuknya.
Ayah dan Bunda hanya mendukungnya , mereka akan menjaga Elga di rumah sakit.
"Nyonya , biar saya temani" ucap Vani
"Ayo" ajak Ayu.
"Paman Ayo" ajak Ayu pada Asisten Ayahnya.
Mereka berangkat ke perusahaan Ardmaja dengan wajah tegangnya. Ayu mengatur nafas dan mengelus perut buncitnya.
"Aku akan memberikan pelajaran setelah ini pada kalian manusia serakah" batin Ayu geram.
Ayu mengirim pesan pada salah satu pengawalnya untuk menculik istri dari Paman suaminya.
Mobil yang Ayu naiki sudah sampai di halaman perusahaan Ardmaja yang sudah banyak media.
Ayu keluar dengan berjalan Elegant bahkan wajah dinginnya membungkam mereka yang sedang menjelakan nama suaminya.
Para pengawal memberi jalan untuk Nyonya nya masuk ke loby perusahaan. Lana dan Asistennya sudah menunggu dengan wajah lega. Para karyawan pun ikut serta berbaris di belakang Ayu, mereka tidak percaya bahwa Tuan nya itu membunuh Pamannya sendiri.
Ayu berdiri di hadapan semuanya dengan raut wajah yang menyeramkan , aura dinginnya menyeruak ke permukaan.
"Saya berdiri disini untuk mengklarifikasi semuanya tentang isu suami saya. Apakah kalian sudah melihat Paman Tono di kuburkan ataupun mayatnya yang ada di rumah duka, sehingga kalian percaya bahwa suami saya yang membunuhnya. Saya tahu bahwa di perusahaan ini ada yang berkhianat pada suami saya sehingga dia membantu Istri dari Paman Tono menyebarkan berita bohong ini hingga menjelekan nama suami saya" ucap Ayu dengan lantang.
__ADS_1
Para karyawan dan media di bungkam dengan ucapan Ayu. Media merasa di buat bodoh oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan tentang Elgaza Ardmaja tanpa mengetahui yang sebenarnya.
Ayu memerintahkan pengawal menyebarkan Vidio yang sesungguhnya dan mengungkap salah satu petinggi perusahaan yang berkhianata.
TING.
TING.
Hampir semua notifikasi di ponsel mereka berbunyi dan memperlihatkan bagaimana Elga yang tertembak oleh Paman nya dan sekarang terbujur di rumah sakit. Dan Vidio dimana istri Pamannya menyusun rencana dengan petinggi perusahaan agar membuat perusahaan Ardmaja hancur.
"Itu bukti nyata dari saya. Dan untuk anda Tuan Devan silahkan ikut bersama polisi" ucap Ayu dengan tegas.
"Hapus semua berita yang tidak benar tentang suami saya , jika dalam waktu 30 menit berita itu masih ada , perusahaan kalian akan menanggung akibatnya" perintah Ayu dengan penuh ancaman.
Ayu , Lana dan yang lainnya masuk ke ruangan Rapat, Ayu duduk dengan penuh wibawa di kursi kebesaran Elga.
"Apa ada yang ingin kalian tanyakan atau kalian akan mencabut semua saham kalian?" tanya Ayu dengan penuh intimedasi.
"Ti tidak, Nyonya. Kami disini sudah mengerti dan kami pun meminta maaf untuk semuanya" ucap salah satu pemegang saham.
Mereka Rapat dengan penuh ketegangan apalagi raut wajah Ayu yang tidak bersahabat.
"Huhh singa betina di lawan" batin Lana terkekeh.
Vani dan Asisten Ayah Antoni menunggu di ruangan Lana dengan membantu memeriksa semua berkas yang menumpuk.
-PraHospital.
Ikmal baru saja sampai dan langsung menuju ke ruangan dimana Elga di rawat. di setiap sudut ia melihat banyaknya penjaga yang menyamar.
Di depan ruangan tersebut terlihat Orangtua Ayu yang menunggu nya disana. Ikmal berjalan dan menghampiri ke arah mereka.
__ADS_1
"Tuan , Nyonya , bagaimana keadaan Tuan muda?" tanya Ikmal sopan.
Ayah Antoni menatap heran ke arah Ikmal.
"Maaf Tuan, dia adalah Ikmal salah satu anak buah Tuan Elga yang berada di luar Negeri" ucap salah satu pengawal disana
"Hmmm, masuklah" titah Ayah Antoni dengan datar.
Ikmal mengangguk hormat dan berlalu masuk ke dalam ruangan Elga.
Ceklek.
Ikmal menghampiri ranjang Elga. Ia merasa nyeri saat melihat malaikat baiknya yang tergeletak tak berdaya. Ikmal mengepalkan tangan nya menahan marah.
Hampir setengah jam Ikmal di ruangan Elga , lalu ia keluar karena ingin menemui Lana.
"Nyonya" sapa Ikmal pada Ayu.
Ayu hanya tersenyum tipis saja dan masuk ke dalam ruangan Elga.
Ayu duduk di pinggir ranjang Elga, ia menggenggam tangan yang selalu memeluknya.
"Mas , apakah kau akan marah jika aku menghukum Paman dan Bibi mu yang jahat itu? Tapi aku akan tetap menghukumnya, mas. Karena mereka telah berani membuatmu begini" ucap Ayu lirih.
Ayu meneteskan kembali air mata nya ia sangat rindu pada suaminya. Ayu merebahkan tubuhnya di sisi ranjang Elga , karena ranjang itu ia khusus meminta yang muat untuk dua orang.
Ayu memeluk tubuh tak berdaya Elga dan mulai terpejam matanya. Ia sangat lelah apalagi ia jarang tidur teratur.
.
.
__ADS_1