Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
63


__ADS_3

Mansion Ardmaja.


Setelah melakukan hubungan intim, Ayu tertidur pulas tanpa sehelai benang pun. Elga menatap wajah cantik istrinya.


"Semoga apa yang aku lakukan sudah benar" gumam Elga. Lalu ia ikut tidur di samping Ayu dengan memeluk tubuh polos istrinya.


Ayu menggeliat dan mencari tempat ternyamannya yaitu dada bidang Elga.


***


Pagi Hari.


Matahari menyambut Pagi dengan cahaya yang bersinar terang , bahkan burung berkicau dengan merdu menyambut Pagi.


Ayu mengerjapkan mata nya karena sinar matahari masuk dari celah gorden. Ia menatap ke sekelilingnya dan melotot kaget saat manik mata nya melihat jam.


"Astaga aku kesiangan" ucap Ayu lalu berdiri sedetik kemudian duduk kembali dan mencari suami nya.


"Loh mas Elga kemana di hari weekend gini" gumam Ayu dengan celingukan.


Tanpa mencari Elga , Ayu langsung melangkah ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai ia mencari Elga ke ruang olahraga yang ada di atas tetapi tidak ada, lalu kaki nya melangkah ke arah lift , Ayu akan mencari di lantai bawah.


Sedangkan Elga baru saja duduk di taman belakang setelah berolahraga di Taman yang ada di halaman belakang.


Bi Sari menyajikan minuman dan beberapa camilan di meja depan Elga.


"Massss" panggil Ayu yang sedang berjalan ke arah nya.


"Sudah bangun sayang" celetuk Elga dengan tersenyum.


"Belum , yasudah lah makanya ada disini. Kenapa gak bangunin aku" rajuk Ayu dengan cemberut.


Bi Sari langsung pergi tanpa berpamitan karena melihat lirikan Elga yang menyuruhnya pergi.


"Uhh bumilku cantik sekali hari ini, mau jalan-jalan?" bujuk Elga tersenyum.


Ayu mencebik dan duduk di samping Elga.


"Hmmm , Mall ya" ucap Ayu dengan cuek.


"Baiklah sayang , ayo kita masuk dulu aku mau mandi" ajak Elga

__ADS_1


Ayu mengikuti langkah Elga dengan pelan , hingga membuat Elga gemas. Sekali hentakan Ayu sudah ada di gendongan Elga , dengan refleks Ayu mengalungkan tangannya ke leher Elga.


"Masssss ihhh" rengek Ayu mengkrucutkan bibirnya.


"Apa mau aku makan lagi , sayang" ucap Elga terkekeh.


Ayu langsung melototkan matanya dengan tajam yang membuat Elga menciut takut.


"Hehe enggak sayang" ucap Elga cengengesan.


Elga memasuki lift dengan masih menggendong Ayu. Di dalam lift Elga sempat-sempatnya mencuri ciuman Ayu.


Ayu hanya mendelik saja dan menyenderkan kepala di dada Elga.


Ting.


Elga melangkahkan kakinya menuju kamar mereka. Lalu ia merebahkan Ayu di ranjang size nya.


"Mas mandi dulu ya" pamit Elga. Ayu hanya mengangguk saja.


Setelah Elga pergi , Ayu mengganti pakaian dan menyiapkan baju untuk suaminya. Setelah selesai Ayu menunggu di sofa kamarnya sambil memainkan Ponselnya.


***


Ayu dan Elga masuk dengan tangan Elga yang sudah bertengger di pinggang Ayu. Mereka menjadi pusat perhatian , bagaimana tidak Ayu mengenakan Dress di atas mata kaki dengan aksen mutiara yang menghiasi dadanya. Elga memakai pakaian casual dengan kacamata hitam yang menghiasi wajah tampan nya.


Ayu di buat geram dengan lirikan para wanita yang mencuri pandang Elga. Sedangkan Elga hanya cuek dengan wajah dinginnya.


Ayu membawa Elga ke Toko tas dulu karena ia ingin membeli tas keluaran terbaru. Ayu memilih tiga tas LV dan GUCCI yang Limited.


Elga tidak melarang bahkan memarahi Ayu yang belanja tas sampai mengeluarkan beberapa juta uang. Lalu Ayu beralih ke Toko baju , sepatu dan yang lainnya. Ayu benar-benar belanja dengan puas, bahkan tangan pengawal mereka pun sudah penuh dengan belanjaan Ayu.


-Makan Siang.


Elga membawa Ayu makan siang dulu di Restoran tersebut. Dengan penuh perhatian Elga mengusap keringat yang membasahi wajah cantik Ayu.


"Maaf Tuan , Nyonya ini pesanan anda" ucap pelayan Restoran tersebut.


"Terimakasih, mbak" balas Ayu ramah.


Lalu Elga mengambil piring makanan Ayu dan mulai menyuapi Ayu dengan mesra nya.


"Kamu juga makan , mas" tegur Ayu karena Elga hanya menyuapinya saja.

__ADS_1


"Iya sayang" patuh Elga dengan manis.


Elga terus menyuapi Ayu sesekali ke mulutnya. Ayu hanya membiarkan saja. Bahkan semua mata selalu mandang pada mereka karena ke romantisan mereka.


Setelah selesai , Ayu mengakak Elga pulang karena ia sudah lelah. Dengan sayang Elga mengiyakan saja dan menuruti apapun keinginan Ayu.


Ayu jarang-jarang ingin belanja apalagi sampai menghabiskan uang Elga banyak. Tetapi sekarang ia dengan semangat belanja bahkan sangat antusias. Elga merasa bahagia saat Ayu menggunakan uangnya.


Saat masuk mobil , Ayu langsung merebahkan kepalanya di pundak Elga dengan lelah.


"Lelah hmm" ucap Elga lembut.


"Hmmm iya , mas. Apalagi besok kalau belanja perlengkapan buat Baby" balas Ayu tersenyum sambil mengusap perut buncitnya.


"Nanti kita belanja bersama dan memilih keperluan Baby bersama" ucap Elga yang ikut mengusap perut sang istri.


"Hmmm" balas Ayu dengan lirih. Elga memindahkan tubuh istrinya ke dalam pangkuannya. Ayu tertidur dengan nyaman di pelukan Elga.


Elga mencium pucuk kepala Ayu dengan sayang , Elga mengusap lembut punggung Ayu agar ia lebih nyaman tidurnya.


✴✴✴


Sedangkan di belahan dunia lainnya. Saat ini Gibran sedang berada di rumah kedua Orangtua Putri , karena Gibran ingin mengajak Jelita main.


Gibran sudah tahu semuanya tentang penyakit yang di derita Jelita , bahkan sang Ibu mertua nya menceritakan tentang Putri yang berubah menjadi kejam.


"Ayah , kita akan kemana?" tanya Jelita saat ia naik ke mobil sang Ayah.


"Kita akan ke Caffe dulu baru nanti ke Mall, oke" jawab Gibran lembut.


"Hore , nanti Lita minta cake sama Ante cantik ya" ucap Jelita senang.


"Iya sayang , tapi jangan makan escream dulu ya kan lagi pilek" larang Gibran lembut.


"Oke , Ayah" balas Jelita dengan patuh.


Lalu Gibran melajukan mobil hasil dari usaha Caffe nya dengan kecepatan sedang. Jelita tak berhenti berceloteh menceritakan sehari-hari nya.


Gibran hanya mendengarkan saja dan sesekali menimpali dengan pertanyaan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2