
Sesampai nya di perusahaan, Qilla dan Zayn langsung saja menuju ke ruangan Zayn.
"Selamat siang Tuan , Nona"
Begitulah sapaan dari para karyawan Zayn, mereka sangat menyukai Qilla yang sangat ramah walaupun wajah nya dingin dan datar.
"Aih aku lelah sekali, Mas" ucap Qilla dengan melemparkan tubuh nya ke atas sofa.
Zayn langsung saja memencet tombol remot di atas meja kerja nya, ia tidak ingin di ganggu jadi ia mengunci pintu nya.
"Tapi puas kan menguras uang Suami mu" ledek Zayn dengan mengangkat kaki Qilla ke atas paha nya.
Ehh.
Qilla langsung saja menurunkan kaki nya saat Zayn memijit nya.
"Kenapa? Sini biar aku pijit lagi" ucap Zayn bingung.
"Gak mau, gak sopan sayang" balas Qilla dengan merebahkan kepala nya di pangkuan Zayn.
"Lelah, hmm?" tanya Zayn dengan mengusap lembut kepala Qilla.
"Heem, aku sangat lelah sekali tetapi aku juga senang, hehe" jawab Qilla dengan terkekeh.
Zayn langsung saja mengecup bibir yang sudah menjadi candu nya, bahkan ia menyesap nya perlahan.
"Eungghhh" lenguh Qilla saat tangan Zayn tak diam.
Hah Hah
__ADS_1
"Mas, ini di Kantor ih" protes Qilla.
"Maaf sayang, Mas terlalu candu padamu" ucap Zayn dengan tersenyum kecil.
Tok
Tok
"Siapa sih ganggu saja" gerutu Zayn.
Lalu ia membuka kunci nya, setelah itu ia membiarkan nya masuk.
"Ada apa Galih?" tanya Zayn dengan ketus.
"Maaf Tuan, di bawah Nona Tiara membuat kerusuhan" lapor Galih.
"Mau apa dia datang kesini?" tanya Qilla penasaran.
Qilla lalu bangun dari duduk nya, ia lalu keluar ruangan Zayn dan langsung turun ke bawah.
"Ayo Galih, kita lihat pertunjukan" ajak Zayn dengan senyum kecil.
Galih menggelengkan kepala nya melihat Tuan nya yang sudah pergi lebih dulu.
*
Di loby perusahaan, hampir semua karyawan menatap Tiara dengan remeh dan tersenyum mengejek.
"Hei kalian ini kenapa, aku ini calon Istri dari Bos kalian" teriak Tiara karena ia di halangi oleh security.
__ADS_1
"Nona kami itu Nona Muda Shaqilla Putri Ardmaja, kamu itu kalau halu jangan ke tinggian nanti bakal sakit kalau jatuh" ucap Sekertaris Zayn tersenyum miring.
"Bener tuh, kamu mah kalah jauh sama Nona Qilla, ibaratkan bumi dan langit" timpal yang lainnya.
"Diam kalian, aku akan pecat kalian jika aku sudah menikah dengan Zayn" bentak Tiara dengan penuh emosi.
Prok Prok Prok
"Wah wah wah, siapa ini?" ucap Qilla dengan tersenyum kecil.
"Dia mengaku yang akan menikah dengan Tuan Zayn, Nona. Padahal semua orang tahu bahwa Tuan Zayn sudah menikah dengan anda, Nona Shaqilla Putri Ardmaja" balas Sekertaris Zayn tertawa mengejek ke arah Qilla.
"Wah benarkah Mona? Dia berarti bakal jadi calon madu ku dong" kekeh Qilla dengan tersenyum miring.
"Tiara Tiara, kau ini wanita berpendidikan dan juga cantik, tetapi kamu sangat menjijikan dengan tingkah mu yang mengejar suami ku. Apa kamu sudah tidak laku lagi di sana hingga mengejar Suami ku?" ucap Qilla dengan penuh intimidasi.
"Ahh apa mereka membuang mu?" tanya Qilla kembali.
Tiara menatap Qilla dengan tatapan yang sangat tajam, bahkan tangannya terkepal dengan kuat saat mendengar ejekan dari Qilla.
"Diam kau wanita mu**han, seharus nya aku yang menikah dengan Zayn bukan kamu" teriak Tiara dengan emosi.
"Cih, jangan mimpi kamu wanita licik. Dulu kau mengejar Abangku dan sekarang kau mau memiliki ku? Jangan mimpi terlalu tinggi, Tiara" ucap Zayn dengan nada dingin.
Semua orang langsung menyimpan ponsel nya dan berlalu dari sana setelah mendapatkan peringatan dari Asisten Galih.
.
.
__ADS_1
.