
Sudah 1 minggu kepulangan Elgaza dari rumah sakit dan kini ia juga sudah mulai membaik. Ayu dengan telaten mengurus suaminya.
Orangtua Ayu juga baru kembali kemarin ke Negara.
"Sayang, kita pindah ke kamar bawah ya. Bi Sumi sudah membersihkannya" ucap Ayu sambil mendudukan bokongnya di ranjang.
"Iyaa, mas juga ngeri liat kamu naik turun tangga. Mas juga kan udah sehat bahkan udah kuat loh" goda Elga dengan menaik turunkan alis.
Ayu mencebik malas, lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Apakah ini kode?" tanya Elga dengan mengerlingkan mata nya.
"Baru juga sembuh, mas" malas Ayu.
Elga tertawa dan ikut merebahkan tubuhnya. Ia memeluk Ayu dan mencium seluruh wajahnya.
"Aku sangat mencintaimu" ucap Elga dengan tulus.
Ayu tersenyum dan balik memeluk tubuh tegap suaminya.
"Aku juga sangat mencintaimu , mas" balas Ayu dengan lembut.
Lalu mereka terlelap karena merasa sangat mengantuk, walaupun masih jam 08 malam.
Sedangkan di Markas. Paman dan Bibi Elga di buat tak berdaya dengan hewan buas itu, mereka di buat lari maraton olehnya.
"Bunuh saja kami, Elga" teriak Paman Elga dengan histeris.
Anak buah Elga hanya terkekeh saja. Setelah apa yang mereka perbuat selama ini pada Tuannya , mereka menginginkan mati dengan mudah , pasti tidak akan terjadi.
Paman dan Bibi Elga terus saja berteriak dengan histeris, mereka merasa sangat sakit sekujur tubuhnya.
Sudah 1 minggu ini mereka menerima siksaan seperti itu. Mereka di buat berolahraga bersama dengan Caty.
✴✴
Hari begitu cepat berlalu dan kini usia kandungan Ayu sudah menginjak 9 bulan. Menurut Dokter Mutia tinggal menghitung hari untuk kelahiran pewaris Pramudya dan Ardmaja.
Elga sudah mulai bekerja kembali tetapi ia bekerja dari mansion karena ia ingin menjadi suami siaga untuk Ayu.
Mereka melalui banyak masalah dan rintangan , kini mereka hanya ingin menyambut kebahagian saja.
"Mass, apa belum selesai lembur nya?" tanya Ayu saat masuk ke dalam ruang kerja suaminya.
"Ini baru selesai sayang, maaf lama ya" jawab Elga dengan nada lembut.
"Hmmm" Ayu hanya mendehem saja lalu ia duduk di sofa yang ada di sana.
Setelah selesai membereskan berkas di atas meja, Elga langsung menghampiri Ayu yang sedang merajuk.
"Kenapa?" tanya Elga lembut.
Ayu mengkrucutkan bibir nya dan menatap Elga dengan berkaca-kaca.
Elga mengusap lembut pipi Ayu dan mengecupnya.
"Apa Baby mau sesuatu, hmm?" tanya Elga mengusap perut istrinya.
Ayu mengangguk dengan polosnya yang membuat Elga sangat gemas.
"Mau apa?" tanya nya kembali dengan penuh sabar.
__ADS_1
"Mau makan sate yang ada di Taman perumahan ini" ucap Ayu dengan tatapan polosnya.
'Sabar , untung sayang' batin Elga gemas.
"Baiklah, mas belikan sekarang, kamu mau tunggu di ruang tamu apa di kamar?" tanya Elga.
Ayu menggeleng dengan cepat dan memeluk Elga.
"Aku ingin ikut , ingin makan disana" rengek Ayu membuat Elga kaget.
"Sayang , tapi ini kan sudah malam , aku takut kamu masuk angin" tolak Elga dengan menatap mata Ayu.
"Hiks , sudahlah aku sudah tak ingin" rajuk Ayu dengan terisak.
Ayu melangkahkan kaki nya dan siap-siap akan keluar.
"Iyaa ayo ikut, tapi pakai jaket ya" ucap Elga mengalah.
Mata Ayu langsung berbinar dan memeluk kembali Elga. Elga membalas pelukan Ayu dengan menghela nafas.
Elga mengambil jaket untuknya dan Ayu. Lalu mereka langsung naik mobil untuk membeli sate tersebut.
"Mas , bagaimana dengan Paman dan Bibimu?" tanya Ayu penasaran.
"Mereka masih sama saja seperti dulu, masih mempertanyakan harta. Jadi mas akan membiarkan mereka disana sampai kapanpun" jawab Elga dengan tatapan tajam nya.
Ayu mengelus lembut tangan Elga. Ia juga merasa bahwa Paman dan Bibi Elga tak berubah-berubah padahal udah menderita juga.
Setelah memarkirkan mobil nya, Elga langsung mengajak Ayu ke arah pedagang sate tersebut.
"Bang, 2 dengan porsi jumbo. Makan disini" pesan Ayu dengan antusias.
"Sayang, yakin akan habis?" tanya Elga hati-hati.
"Iyaa mas" jawab Ayu antusias
Elga hanya mengangguk saja, lalu mereka duduk di kursi yang kosong.
Ayu duduk dengan sudah tak sabar, ia menunggu dengan menopang dagu nya.
Elga terkekeh melihat betapa menggemaskannya wanita yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap hari.
"Nona , Tuan, silahkan" ucap pedagang tersebut.
"Terimakasih" ucap Elga karena Ayu sudah langsung melahap makanannya.
"Sayang pelan-pelan makannya" tegur Elga dengan halus.
"Heemmmm" balas Ayu tersenyum.
Elga juga ikut mencicipi sate tersebut , rasanya cukup enak dan nikmat. Ia hanya memakan setengah pun tidak karena nanti akan di ambil oleh Ayu.
"Mas , gamau?" tanya Ayu setelah makanan di piringnya habis.
Elga terkekeh dan menyodorkan piring berisikan sate tersebut dan langsung di ambil penuh semangat oleh Ayu.
Elga memfoto Ayu yang sedang semangat memakan sate tersebut.
Setelah habis semua nya , Ayu mengajak Elga untuk pulang.
"Bang ini uangnya dan kembaliannya buat Abang" ucap Elga yang memberikan 1 lembar uang merah.
__ADS_1
"Terimakasih, Tuan" senang pedagang tersebut.
Elga menggandeng Ayu dengan penuh sayang, terlihat dari cara memandang Ayu dengan sorot mata penuh cinta dan sayang. Para pengunjung disana di buat kagum dengan kemesraan mereka.
"Hati-hati" ucap Elga saat Ayu akan masuk ke dalam mobil.
Ayu mengangguk dan duduk dengan tenang. Elga langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.
Mesin mobil baru menyala tetapi Ayu sudah tertidur lebih dulu. Elga mengusap kepala nya dengan lembut.
✴✴
Putri sudah kembali dengan Orangtuanya , bahkan ia juga bertemu dengan Jelita dan Ibu sambungnya yang sangat baik.
Ia merasa rindu dengan Ikmal, terakhir bertemu saat Putri akan pulang dengan anak buah nya.
"Nak'' panggil Ibu Putri.
Putri mendongkak dan mengusap air mata nya.
"Jika memang kamu juga mencintainya, maka katakanlah. Setiap manusia mempunyai masalalu baik maupun buruk. Dia lelaki baik meski pernah menyiksamu dengan menjadikan wanita malam, tetapi itu juga karena dirimu yang tak bisa menjaga diri. Ibu harap kamu tidak akan menyesal karena mengabaikan dirinya" nasihat Ibu dengan penuh kelembutan.
Putri tertunduk dengan menangis terisak.
"Putri juga mencintainya, Bu. Tetapi Putri merasa tidak pantas bersamanya, Putri merasa sangat kotor dan tak pantas mendapatkan lelaki baik seperti Ikmal. Ya aku tahu dia itu tidak kejam , tetapi ia mengajarkan arti hidup sesungguhnya padaku yang sudah terlena dengan harta. Aku menyadari nya dan aku sangat menyesalinya, Bu" ucap Putri menangis di pelukan sang Ibu dengan pilu.
Ayah Putri dan juga Ikmal merasa bahagia karena Putri mau menyesalinya dengan tulus. Ikmal datang untuk melamar Putri bersama dengan Ibu angkatnya.
Ikmal menceritakan semuanya yang telah terjadi pada kedua Orangtua Putri.
"Hmmmm" dehem Ikmal dengan serak.
Putri langsung berhenti menangis dan melihat siapa yang ada di belakangnya.
DEG.
"Ikmal" lirih Putri. Lalu ia berdiri dan berlari ke arah Ikmal.
Ikmal merentangkan tangannya dengan tersenyum.
Grep.
"Hiks , maafkan aku. Aku sangat mencintaimu tetapi aku malu , aku bukan wanita baik-baik" ucap Putri dengan terisak.
Ikmal memeluk tubuh Putri dengan erat. Ia takut kehilangannya kembali.
"Kita sama-sama bukan manusia baik-baik, mari kita bertaubat bersama dan berubah menjadi lebih baik lagi bersama" ucap Ikmal yakin.
"Ta tapi aku tidak akan bisa hamil" balas Putri menunduk.
"Tidak masalah, yang terpenting kau selalu ada di sampingku" ucap Ikmal memeluk kembali Putri.
Orangtua Putri dan Ibu Hera tersenyum melihat mereka yang sedang bahagia.
Lalu Ayah Putri membawa mereka duduk kembali di ruang tamu. Ikmal akan segera menikahi Putri dan membawanya kembali ke mansion.
.
.
.
__ADS_1