Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

"Uhhh rindu sekali kayak nya" goda Zayn dengan tertawa kecil.


"Ayo menghabiskan waktu bersama lagi" ajak Qilla dengan tersenyum.


"Wah, Nyonya muda seperti nya suntuk dengan pekerjaan ya" olok Zayn.


"Ish kau ini" kesal Qilla karena selalu saja di olok oleh Zayn.


Qilla lalu melepaskan pelukannya dan berlalu ke arah ayunan yang ada di dekat gazebo.


"Ehhh, gak boleh ngambek gitu ah nanti cepat tua loh" goda Zayn kembali.


"Biarin" kesal Qilla.


Gelak tawa Zayn terdengar sangat renyah, ia sangat suka sekali menggoda Qilla.


"Ihh menyebalkan sekali" gerutu Qilla dengan wajah kesal nya.


"Maaf maaf" ucap Zayn tersenyum lembut.


"Mau liburan kemana?" tanya Zayn


"Gak jadi , mau tidur saja" jawab Qilla cemberut.


Zayn langsung tertawa kecil dan memeluk Qilla dengan gemas.


"Baiklah-baiklah, maaf ya sayang" ucap Zayn dengan lembut.


"Hei, kenapa badan mu terasa panas" ucap Zayn kembali dengan khawatir.


"Heem, aku kelelahan saja. Boleh tidur sebentar saja?" tanya Qilla lirih.

__ADS_1


Zayn langsung mendudukan Qilla di pangkuannya, lalu ia memeluk nya dengan hangat.


Sedangkan Qilla, dia langsung menyenderkan kepala nya di pundak Zayn,lalu ia memejamkan mata nya.


"Kita ke Rumah sakit saja, oke" ucap Zayn masih dengan khawatir.


"Aku gak apa, nanti juga akan baikan kok. Jangan rusak acara Abang dan Nana" balas Qilla lirih.


"Tapi badan kamu panas, sayang" ucap Zayn dengan mengusap lembut rambut Qilla.


"Nanti juga tidak akan, yang" balas Qilla.


"Ayo aku antar ke kamar mu, tapi jika nanti panas nya tidak turun juga kita ke Rumah sakit" tegas Zayn.


Qilla hanya menganggukan kepala saja. Lalu Zayn menggendong tubuh Qilla dan berjalan ke arah kamar nya yang di lantai atas.


Hampir semua orang berada di halaman depan, karena acara masih berlanjut.


"Tidurlah, aku akan menjaga mu disini" ucap Zayn dengan lembut.


Qilla hanya tersenyum,lalu ia memejamkan mata nya kembali.


Tangan Qilla terus saja memegang tangan Zayn dengan erat.


Zayn mengusap lembut pucuk kepala Qilla, bahkan sesekali dia mengecup kepala Qilla.


**


Sedangkan di halaman depan, acara demi acara sudah selesai bahkan Nana sejak dari tadi mencari keberadaan Qilla.


"Mom, dimana Qilla?" tanya Nana dengan heran.

__ADS_1


"Mom juga tidak tahu, Nak. Bahkan sejak tadi Mom mencari nya" jawab Mom Ayu.


"Biarkan saja, palingan dia sedang galau" celetuk Dad Elga dengan santai.


"Dad" kesal Mom Ayu.


"Hehe, mungkin dia sedang bersama Zayn, Mom" ucap Dad Elga tersenyum kecil.


"Kapan dia datang Dad, kenapa dia tidak menyapa ku sama sekali?" tanya Dio dengan kesal.


"Jangan kan kamu, Daddy saja di lewat dan langsung mencari Qilla" jawab Dad Elga.


"Wah calon menantu semprul" ceplos Opa Antony


Mereka langsung tertawa kecil, lalu mereka masuk ke dalam mansion.


"Silahkan Nyonya, Tuan" ucap Bibi Yun dengan menyajikan beberapa minuman dan makanan ringan.


"Oh iya Bi, apa lihat Qilla dan Zayn?" tanya Mom Elysa.


"Tadi mereka ada di halaman belakang, tetapi sekarang saya tidak tahu mereka dimana, Nyonya" jawab Mom Elysa.


"Hemm yasudah, Bi" ucap Mom Elysa.


"Biarkan saja Mom" ucap Dio dengan tersenyum.


Mom Elysa menganggukan kepala dengan tersenyum, lalu mereka memilih kembali mengobrol sambil istirahat karena lelah dengan acara nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2