Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
87


__ADS_3

Nafas Ayu masih memburu dan wajah nya masih menujukan menahan emosi.


Elga mengusap lembut pipi nya dan mencium kening Ayu.


"Hei sayang, lihatlah kemari" ucap Elga sambil menangkup kedua pipi nya.


Ayu menatap manik mata sang suami dengan sendu. Banyak emosi dengan membuncah disana.


"Sekarang apa maumu sayang? Apa aku harus membunuh nya, hmm?" tanya Elga lembut.


Ayu menunduk dan memeluk kembali Elga.


"Tidak perlu , mas. Aku hanya ingin dia sadar apa arti keluarga sebenarnya" balas Ayu dengan lirih.


"Sekarang tenanglah, Oke" pinta Elga seraya mengusap punggung istrinya.


✴✴


Sedangkan Ikmal saat ini sedang melajukan mobilnya ke mansion Wibawa. Putri tidak berhenti menangis bahkan mata sembab nya menandakan bahwa dia sudah lama menangis.


"Mas , apa aku akan mendapatkan penolakan kembali walau sudah di maafkan?" tanya Putri dengan sendu.


"Sayang, bagaimana pun hasilnya kita yang penting sudah berusaha" jawab Ikmal dengan tenang.


Putri membuang nafas kasar lalu mengusap wajah nya. Mereka keluar dari mobil dan berjalan ke arah mansion wibawa.


Mereka melihat bahwa keluarga tersebut sedang bersantai di teras rumah meski malam sudah mendera.


Ikmal menuntun Putri dan langsung berhadapan dengan Tuan dan nyonya Wibawa.


"Selamat malam Tuan , Nyonya" ucap Ikmal ramah.


Tiba-tiba Amanda datang dan mendorong kuat tubuh Putri.


"Mau apa lagi kau kesini wanita jahat? Apa belum puasa kau membuat keluargaku hancur lebur , hahh?" teriak Amanda dengan lantang.

__ADS_1


Nico langsung memberikan Baby Raka pada Roger agar membawanya masuk, lalu ia melangkah mendekat ke arah sang Istri.


Bu Yulia terlihat sangat emosi melihat wajah Putri yang sangat ia benci.


"Maafkan aku Amanda, Ibu dan Ayah" ucap Putri.


"Apa kau bilang? MAAF? Mimpi kau mendapatkan Maaf dariku , karena mu karier ku hancur dan karenamu keluargaku terpecah belah. Dan karena mu juga semua hidupku dan Kak Ayu hancur" lantang Amanda dengan penuh emosi.


"Kau tak pantas mendapatkan Maaf dari saya , karena mu Putra kebanggaan saya jadi pembangkang bahkan menjadi durhaka" bentak Bu Yulia yang sudah berdiri


Putri langsung memegang tangan suaminya dengan erat. Ia bahkan sudah menangis kembali, Ikmal sebenarnya kasihan tetapi ia tak bisa apa-apa , ini lah resiko semuanya yang di perbuat oleh sang istri dulu.


"Dia bahkan sampai membuang dan mengabaikan kami, dia membiarkan Adik tercinta nya terlunta-lunta dan dia dengan tega nya membiarkan Ayu wanita yang mengandung anak biologisnya kehilangan anaknya sendirian berjuang di rumah sakit. Apa sekarang kau puas Hahhhhh" lantang Bu Yulia memekikan telingan mereka.


Putri menjatuhkan tubuhnya ke kaki Bu Yulia, dia bersujud meminta maaf dengan semua kesalahannya.


"Maafkan aku, Bu. Aku sangat berdosa pada kalian, aku mohon maafkan aku" lirih Putri dengan menangis pilu.


"Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan mu, aku terlanjur sakit dengan perbuatanmu. Kau pantas menderita dengan semua penyeselan itu" sarkas Bu Yulia , lalu mereka masuk dengan cepat. Tinggal Ayah Salim saja.


Putri memeluk Ayah Salim dengan badan bergetar. Ia bersyukur karena mendapatkan Ayah mertua baik.


"Terimakasih Ayah, aku sekali lagi minta maaf" ucap Putri lembut.


Lalu Putri dan Ikmal kembali pulang dengan segala penolakan yang ada.


Putri kembali memeluk tubuh tegap suaminya. Ia berjalan dengan gontai serasa tidak memiliki tenaga lagi.


Ikmal dengan sayang mencium pucuk kepala Putri. Ia menghela nafas kembali saat penolakan datang untuk istri nya.


Mereka melajukan mobilnya kembali ke Hotel. Mereka akan kembali ke Negara nya besok sore.


Sepanjang perjalanan Putri hanya diam menatap ke arah luar jendela. Sesekali ia menyeka air mata nya.


"Isssstfttt" rintih Putri dengan memegang perutnya.

__ADS_1


Ikmal langsung menepikan mobilnya dengan segera.


"Kau kenapa sayang?" tanya Ikmal dengan panik.


"Gak tau mas, sakit banget" jawab Putri dengan terbata.


"Kita langsung ke rumah sakit saja ya" ucap Ikmal.


Ikmal langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah sakit terdekat.


Putri hanya bisa merintih kesakitan. Wajah nya pun sudah sangat pucat.


Ikmal menggenggam tangan Putri dengan erat.


"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai" ucap Ikmal.


Setelah sampai , Ikmal langsung menggendong Putri masuk. Ia membawa Putri ke ruang UGD.


"Tuan , tunggu di sini" ucap suster dengan menutup pintu.


Ikmal menunggu dengan gusar bahkan wajahnya sangat panik. Ia tidak bisa duduk dengan tenang


Ceklek.


Dokter keluar dengan wajah bingungnya.


"Dok, bagaimana dengan istri saya?" tanya Ikmal.


"Tuan , istri anda terkena penyakit gagal ginjal yang sudah parah" jawab Dokter dengan menghela nafas.


Ikmal melotot dengan sempurna. Ia tidak percaya bahwa sang istri punya penyakit yang lumayan parah.


.


.

__ADS_1


__ADS_2