
Setelah selesai makan siang , Ayu memutuskan untuk ke kamar pribadi Elga karena ia akan pulang bersama Elga.
"Istirahat yang nyenyak" ucap Elga sebelum pergi keluar.
"Iya mas , nanti aku temenin kalau udah agak mendingan" balas Ayu tersenyum.
"Iya sayang, mas kerja dulu ya , 1 lagi klien setelah itu kita pulang ya" ucap Elga mengecup kilas bibir Ayu.
Ayu mengangguk sambil tersenyum.
Elga keluar dan duduk kembali di kursi kebesarannya. Disana Lana dan Vani sudah menunggunya.
"Tuan , ini berkas yang di ajukan oleh pihak Klien yang akan rapat hari ini beberapa bulan yang lalu, menurut saya mereka akan memanfaatkan Putri nya yang sangat sexy dan pandai menggoda. Saya pernah mendengar dari beberapa Klien yang sudah bekerja sama dengannya" jelas Vani sedikit tak suka.
"Hmmm, kembalilah" balas Elga.
Vani hanya mengangguk dan pamit keluar ruangan tersebut, ia sudah tahu bahwa Tuan nya itu tidak akan tergoda oleh siapapun karena Istrinya saja sudah sangat sempurna di mata Vani.
***
Elga dan Lana menunggu Klien tersebut di ruangan Elga sambil membahas berkas yang akan di bahas olehnya.
Tok Tok
"Masuk" ucap Lana
Vani masuk bersama Pria paruh baya dan wanita muda yang sangat sexy dengan pakaian minim dan belahan dada yang menonjol.
Lana dan Elga memasang wajah datar dan dinginnya. Mereka merasa risih dengan tatapan mata wanita tersebut.
"Maaf Tuan muda, mereka adalah Tuan Bima dan Putrinya Mika" ucap Vani sopan.
"Hmmmmm" balas Lana datar
Vani pamit undur diri dari ruangan tersebut.
Elga dan Lana duduk di sofa yang berhadapan dengan Bima dan Mika. Mika tersenyum menggoda ke arah Elga.
"Mari kita mulai rapatnya" ucap Lana datar.
"Mari Tuan" balas Pak Bima dengan ramah.
Mereka rapat dengan serius , Elga sesekali menyahut omongan antara Lana dan Klien.
Elga merasa risih dengan Mika yang terus saja menggodanya melalui kaki jenjang yang selalu mengusik kaki Elga.
"Anda bisa diam tidak, Hah" bentak Elga emosi.
"Jika tidak bisa , silahkan anda keluar saja" ucapnya kembali dengan dingin.
Mika terperanjat kaget saat mendengar Elga membentak , bahkan Pak Bima sudah menciut nyali nya.
__ADS_1
Mika mencoba tenang dan menggoda Elga dengan tingkahnya.
"Kenapa Tuan , apa kamu sudah sangat ingin aku memuaskanmu" celetuk Mika dengan nada menggoda.
"Siapa kau ingin memuaskan suamiku, Hah" teriak Ayu yang baru saja keluar kamar.
Elga menatap Ayu yang sudah menahan amarahnya. Lana hanya menghela nafas saja.
"Matilah kalian" batin Lana.
Ayu mendekat dan menjambak rambut panjang Mika dengan kuat.
"Kau wanita murahan berani-beraninya ingin menggoda suamiku" bentak Ayu
"Arrghhhhh sakit, lepaskan rambutku aku ja*ang" teriak Mika kesakitan.
Tetapi Ayu malah menjambak nya kembali lalu menghempaskan tubuh Mika pada lantai.
Brughh
"Berani sekali kau mengatakan istriku ja*ang, Lana buat perusahaan BimaGr bangkrut hari ini juga" ucap Elga dengan marah.
Pak Bima langsung melotot tak percaya , ia berdiri dan membungkuk di hadapan Elga.
"Tuan , jangan buat perusahaan saya bangkrut, saya mohon. Ampuni saya Tuan" mohon Pak Bima dengan ketakutan.
Elga mendekat ke arah Ayu lalu memeluk dan mengusap perut buncitnya.
Plak
"Berani sekali kau ingin melukai istriku, sejengkal saja kau maju aku akan membunuhmu" ucap Elga dengan aura dinginnya.
Mika meringis sakit saat pipi mulusnya di tampar kuat oleh Elga.
Lana sudah selesai dengan tugasnya , dan beberapa menit kemudian berita ke bangkrutan BimaGr sudah tersiar dimana-mana.
Pak Bima dan Mika tidak terima dan langsung menatap Elga , Ayu dan Lana dengan sorot mata tajamnya.
"Kalian benar-benar sudah membuatku murka hah, apa kalian tahu aku adalah Bima Greopatri" ucap Pak Bima dengan emosi.
"Iya anda adalah orang yang akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan Klien yang kau mau bahkan dengan cara memberikan Putrimu untuk memuaskan mereka" ucap Ayu dengan nada dingin.
"Jangan kira kami tidak tahu taktik kalian , seharusnya kalian sudah mendekam di penjara karena memakai cara licik untuk mendapatkan kontrak ini. Ingat ini Tuan Bima , kami keluarga terpandang tidak akan berbaik hati pada siapapun yang mencoba berkhianat. Silahkan pergi sebelum suami saya murka" ucap Ayu dengan penuh penekanan.
Mika langsung menatap Ayu dengan tatapan sangat tajam.
"Jangan sombong dulu kau , aku akan merebut suamimu dan akan membuatnya bertekuk lutut di hadapanku. Dan aku akan menghancurkan kalian" ancam Mika dengan yakin.
"Silahkan saja jika bisa" balas Ayu dengan sorot mata nyalang dan tajam. Mika di buat takut tetapi ia sebisa mungkin tetap tenang.
"Ingat ini Tuan Elga , saya akan membalas semua yang kalian lakukan pada keluarga saya" ucap Pak Bima sebelum keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Ayu duduk di sofa dengan nafas yang memburu , Elga memberikan air minum agar ia lebih tenang.
Lana memutuskan untuk keluar dari sana agar tidak mengganggu Tuan dan Nyonya nya.
"Peluk" rengek Ayu dengan manja.
"Baiklah , sini" ucap Elga dengan menepuk pahanya.
Ayu duduk di pangkuan Elga dengan nyaman dan Elga langsung memeluknya. Dengan sayang Elga mengusap perut Ayu lalu menciumnya.
"Mas kamu harus mengawasi mereka , karena aku takut mereka akan balas dendam" ucap Ayu serius.
"Iya sayang , Lana sudah mengurusnya" balas Elga.
.
✴✴✴
Sedangkan di Negara lain , Putri sedang memuaskan Klien Ikmal yang ke 3 kalinya.
Putri di buat tak bisa kemana-mana bahkan ia merasa di penjara di dalam kamar tersebut.
Setiap hari ia akan memuaskan 2-3 orang Klien Ikmal , dengan terpaksa Putri menurutinya. Pernah ia menolak karena merasa lelah tetapi Ikmal menghukum dengan menyiksa Putri bahkan ia sampai di cambuk olehnya.
Putri tidak bisa menolak karena ia takut akan di cambuk oleh Ikmal, ia pikir bahwa ia akan hidup senang tetapi dugaannya salah , ia akan di jadikan pemuas nafsu oleh Klien Ikmal karena sudah bekerja sama dengannya.
Ceklek.
Ikmal masuk dan melihat Putri yang terkapar tak berdaya di ranjang dengan tanpa sehelai benang pun.
"Ikmal , aku mohon lepaskan aku. Aku tak sanggup lagi" mohon Putri dengan memelas.
"Tidak akan pernah terjadi , karena kamu adalah ladang uangku" jawab Ikmal tersenyum lalu ia mengambil uang yang ada di ranjang Putri. Ikmal hanya memberikan 2 lembar uang berwarna merah untuk Putri.
"Ikmal aku mohon , aku akan mengembalikan uang yang sudah kau keluarkan untuk membeliku" ucap Putri lalu bersujud di kaki Ikmal.
Bruggh
Putri terkapar di lantai karena tendangan dari kaki Ikmal.
"Tidak akan pernah, kau akan tetap jadi budak se** ku dan akan aku jual pada lelaki lain dengan harga tinggi" balas Ikmal dengan entengnya lalu ia pergi keluar kamar tersebut.
Putri terisak dengan menahan sakit di daerah intimnya.
"Kenapa aku jadi begini, aku ingin pergi dari sini" teriak Putri dengan terisak.
.
.
.
__ADS_1