
Negara K.
Malik langsung ke Hotel setelah sampai di Negara K. Tetapi baru saja Malik dan Gina keluar Bandara ia sudah ada menjemputnya.
"Apakah kau Tuan Malik?" Tanya lelaki tersebut datar.
"Ya saya Malik" Jawab Malik
"Mari , kalian akan ke Hotel dimana acara akan berlangsung besok" Ajak lelaki tersebut.
Malik dan Gina saling tatap, mereka bingung karena mereka tak pernah memesan di Hotel tersebut bahkan Hotel tersebut khusus untuk tamu VVIP saja.
Tetapi Malik dan Gina tetap mengikuti mereka karena mereka juga sedikit takut dengan mereka yang seperti anggota Mafia.
"Siapa mereka, Mas?" Bisik Gina
"Aku juga tak tau" Bisik kembali Malik dengan bergedik bahu.
Lalu Malik merangkul Gina untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan.
**
Negara T.
"Mas, aku gapapa sama Ibu disini , kau dan Ayah pergilah ke acara Tuan Antoni" Ucap Amanda tersenyum.
"Tapi sayang, Mas khawatir sama kamu" Dengan menghela nafas Nicolass membalas ucapan sang istri.
"Tenang saja, jika aku sudah waktunya melahirkan aku akan menghubungimu dengan cepat" Bujuk Amanda dengan senyuman.
"Entah kenapa Mas aku juga sebenarnya sangat ingin menghadiri acara itu, hatiku mengatakan bahwa akan ada kebahagian yang akan hadir disana" Ucap Amanda dengan lirih.
"Baiklah, ayo semua kita akan pergi kesana dan kamu Nicolass bawa lah barang-barang jika Amanda mendadak akan melahirkan" Putus Ayah Salim dengan tegas.
"Baiklah, aku akan suruh Asisten ku untuk menyiapkan Jet Pribadi" Pasrah Nicolass di sambut binar bahagia oleh Amanda. Bu Yulia hanya terkekeh melihat kelakuan Putrinya yang sangat jahil pada sang menantu.
"Yaudah ayo Ibu bantu bereskan barang-barangnya" Ucap Bu Yulia tersenyum.
Lalu Bu Yulia dan Amanda masuk ke kamar tamu yang di tempati oleh Amanda.
"Ayah, entah kenapa perasaan ku tak karuan begini" Keluh Nicolass.
"Mungkin kamu kelelahan, Nak. Jika kita tidak pergi maka Amanda akan bersedih walaupun terlihat biasa saja di hadapan kita" Ucap Ayah Salim tersenyum.
"Hmmm ya begitulah, Amanda" Balas Nicolas terkekeh.
__ADS_1
Setelah mereka bersiap, Nicolass langsung melajukan mobilnya ke arah Bandara. Karena jarak nya yang lumayan dekat mereka tak membutuhkan waktu yang lama.
"Tuan" Sapa Asissten Nicolass.
"Apa semua sudah siap?" Tanya Nicolas memastikan.
"Sudah, Tuan. Bahkan utusan dari Tuan Antoni akan menanti kalian di Bandara Negara K" Jelas Asistennya.
"Baiklah, aku titip kantor untuk beberapa hari kedepan" Ucap Nicolas menepuk pundak Asistennya.
Sang Asissten hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Amanda naik di bantu oleh Nicolass, mereka langsung duduk di kursi penumpang dan seorang Pramugari menghidangkan makanan ringan serta minuman.
Mereka terbang dengan perasaan tak karuan di masing-masing. Bahkan Bu Yulia terlihat khawatir dan senang di wajahnya yang sudah menua.
**
Negara K.
Sedangkan Gibran baru saja tiba di Hotel yang sudah mereka pesan terlebih dahulu. Gibran mencoba menghubungi Malik tetapi tidak bisa dari tadi.
Mereka langsung terlelap karena merasa lelah sehabis pesta langsung terbang ke Negara tersebut.
Gibran duduk di balkon kamar dengan menatap kosong langit yang gelap.
Karena merasa mengantuk Gibran memilih masuk dan merebahkan tubuhnya di samping Putri dan memeluknya.
Sedangkan Malik ia masih merasa aneh dengan semua ini, bahkan dia dan Gina di pasilitasi dengan tamu VVIP.
Kamar mereka berdampingan di lantai yang sama. Saat mereka tiba di Hotel tersebut disana banyak sekali penjagaan dan beberapa media yang sudah hadir.
"Huh aku tidur saja lah, rasanya lelah sekali" Gumam Malik.
Lalu ia memejamkan mata nya karena merasa lelah dengan aktivitas yang sudah dia lakukan.
**
Pagi Hari.
Nampak di sebuah Mansion yang sangat mewah bisa di sebut itu Istana. Disana sedang sibuk menyiapkan segalanya, dari sang Tuan Besar Antoni yang sedang bersiap di banyu oleh sang istri.
Nyonya Rahma berjalan dengan anggunnya ke kamar sang Putri semata wayangnya.
Ceklek.
__ADS_1
"Sayang, sudah siap?" Tanya Nyonya Rahma pada Wanita cantik yang sedang duduk di meja rias nya.
"Sudah, Bun. Apa aku terlihat jelek?" Rajuk sang Anak karena Nyonya Rahma melihat penampilan sang Anak dengan intens.
"Kau sangat Cantik sayang" Ucap Nyonya Rahma mengecup kening Putrinya.
"Ayo turun , Ayah pasti sudah menunggu dengan yang lainnya" Ajak Nyonya Rahma.
Wanita tersebut menganggukan kepalanya dan tersenyum pada sang Bunda. Nyonya Rahma menggandeng tangan sang Anak dan membawanya turun ke bawah.
Disana sudah menunggu Tuan Antoni dan yang lainnya. Mereka menatap takjub pada dua wanita yang berbeda usia tersebut. Bagaimana tidak takjub mereka seperti kembar tetapi Nyonya Rahma sudah menua.
Mereka masih tercengang menatap Wanita dewasa yang memakai baju dress hijau mint yang menjuntai ke bawah, rambut yang di gerai dengan indah di tambah dengan kalung dan anting yang berkilau.
"Ishh kenapa kalian malah bengong" Rajuknya dengan kesal.
"Kau sangat cantik sayang" Ucap Tuan Antoni dengan takjub.
"Terimakasih, Ayah" Balas nya lalu memeluk sang Ayah dengan hangat.
"Tuan, Nyonya dan Nona mari berangkat karena acara akan segera di mulai" Ucap Tio dengan menunduk hormat.
"Baiklah, ayo kita membuat heboh dunia" Ucap Tuan Antoni dengan lantang.
Lalu mereka masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan disana. Mereka terbagi menjadi 2 mobil.
Di depan dan belakang mobil mereka terdapat beberapa Boddyguard yang menjaga dengan ketat.
*
Hotel Pramudya.
Di Hotel yang di dekorasi dengan indah bahkan ada tulisan selamat Ulang Tahun disana. Ya hari ini adalah bertepatan dengan Ulang Tahun sang Putri pewaris tunggal Pramudya yang ke 24 tahun.
Para awak media sudah sejak semalam hadir bahkan mereka sampai rela menggelar tikar disana karena tidak ingin terlewatkan berita heboh ini.
Penjagaan di setiap penjuru bahkan para Tamu undangan harus memakai topeng dan membawa kertas Undangannya.
Banyaknya penjagaan dan dekorasi yang sangat berkelas menandakan bahwa keluarga Pramudya adalah orang sangat Kaya Raya.
Gibran dan Putri datang dengan membawa Baby Lita. Mereka sangat takjub dengan dekorasi tersebut.
Tak jarang Putri berdecak kagum pada bangunan Hotel yang termegah bahkan biaya penginapan satu malam nya juga mencapai puluhan juta.
.
__ADS_1
.