
Hingga lama kelamaan Qilla terlelap di pelukan Zayn yang sangat menenangkannya.
"Tidurlah, perjalanan cukup jauh" gumam Zayn dengan mengecup pucuk kepala Qilla berkali-kali.
Zayn memeluk Qilla dengan hangat, bahkan Zayn juga ikut memejamkan mata nya karena nyaman.
**
Sedangkan di Markas, Dio datang bersama dengan Nana kesana.
Mereka berdua akan melihat kondisi Reno dan Tiara yang sudah sejak 1 bulan terakhir tidak di lihat.
"Mas, apa mereka baik-baik saja?" tanya Nana.
"Iya sayang, mereka baik-baik saja. Zayn dan Qilla hanya menginginkan mereka jera dan semoga saja bertaubat" jawab Dio dengan lembut.
Lalu Dio menghentikan laju mobil nya setelah mereka sampai di halaman depan markas tersebut.
"Ayo sayang" ajak Dio dengan lembut.
Nana menganggukan kepala nya dan ia keluar bersama dengan Dio.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam dengan bergandengan tangan.
"Selamat datang, Nona , Tuan" sapa anak buah nya.
"Dimana mereka?" tanya Dio
"Mereka sedang mengerjakan tugas nya" jawab anak buah Dio dengan menunjukan ke sebuah ruangan.
__ADS_1
Dimana ruangan tersebut adalah berisi hewan peliharaan Adik nya, Zayn.
"Ayo kita lihat sayang, sebelum jam makan siang nya habis" ucap Dio.
"Heem, aku sudah tidak sabar" balas Nana terkekeh.
Lalu mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, terlihat Reno sedang memberi makan Harimau peliharaan Zayn.
Sedangkan Tiara, ia sedang membersihkan kandang nya.
"Apa kalian betah berada disini?" tanya Dio dengan datar.
Reno langsung mengalihkan pandangannya dari Harimau tersebut pada Dio.
"Ini lebih baik daripada aku harus mendekam di jeruji besi" jawab Reno dengan santai.
Ya, 3 bulan berada disana menjadikan Reno dan Tiara sadar siapa mereka sebenarnya.
Nana menatap Tiara yang sudah selesai membersihkan kandang tersebut.
"Tiara, apa kau sudah mengerjakan tugas kampus?" tanya Nana.
Tiara menatap Nana dengan tersenyum hangat, ia bahkan sangat berterimakasih pada Nana karena telah mengizinkan nya untuk ikut kuliah online.
"Sudah, akan aku ambilkan dulu ya" jawab Tiara antusias.
"Bawlah kemari, nanti aku akan antarkan ke kampus" ucap Nana.
"Terimakasih, Nona" balas Tiara dengan cepat.
__ADS_1
Tiara lalu berjalan cepat ke arah kamar nya bersama sang Kakak , ia lalu mengambil beberapa kertas untuk di serahkan pada Nana.
Bahkan Tiara selalu saja dibantu untuk mengerjakan tugasnya dengan di beri pinjam laptop dan print, tetapi masih dalam pengawasan anak buah Zayn.
"Dio , Nana, terimakasih untuk semua nya. Aku dan Tiara mungkin akan selalu sombong dan serakah jika tidak mengalami ujian ini" ucap Reno dengan tulus.
"Teruslah berbuat baik, hingga suatu saat kebaikan itu akan ada hasil nya" balas Dio.
Tak lama kemudian, Tiara datang dan langsung memberikan kertas tersebut pada Nana.
"Kalau begitu kami pamit pulang, semoga besok saat Qilla dan Zayn pulang dari luar kota, mereka mau melepaskan kalian" ucap Nana.
"Walaupun itu terjadi kami tidak mau, kami akan tetap disini dengan melakukan pekerjaan yang biasa nya" balas Reno dengan di angguki oleh Tiara.
"Itu terserah kalian saja" pasrah Nana.
Lalu Nana dan Dio pergi dari ruangan tersebut, mereka berdua bersyukur karena Reno dan Tiara dapat merubah diri nya sendiri menjadi lebih baik lagi.
"Langsung ke perusahaan ya, Mas" ucap Nana
"Iya sayang, tugas itu biar anak buah ku saja yang mengantarkannya" balas Dio lembut.
Nana menganggukan kepala dan memberikan tugas milik Tiara pada anak buah Dio.
Setelah itu mereka langsung saja pergi markas tersebut.
.
.
__ADS_1
.