Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
88


__ADS_3

Ikmal menggenggam tangan Putri yang masih dalam keadaan tak sadar. Ia menghela nafas saat mengetahui bahwa snag istri memiliki penyakit berbahaya.


"Kuatlah, buktikan pada mereka bahwa kau memang sudah berubah" ucap Ikmal mencium kening Putri.


Ikmal merebahkan tubuhnya di sofa , ia merasa sangat lelah seharian ini. Ikmal mulai memejamkan mata nya karena merasa sangat mengantuk.


Tepat jam 03 pagi hari, Putri sadar dan ia mengedarkan pandangannya.


"Hmmm, aku ada dimana" gumam nya dengan lirih.


Ia melihat tangannya yang di pasangkan infus. Ia menghela nafas nya.


"Ternyata ini di rumah sakit" gumamnya kembali. Lalu ia melihat sosok sang suami yang sedang tertidur pulas di sofa.


"Masss" panggil Putri dengan lirih.


Ikmal mengerjapkan mata nya dan melihat bahwa Putri sudah bangun.


"Sayang , kau sudah sadar" ucap Ikmal dengan senang.


"Aku ingin minum, mas" ucap Putri dengan lirih.


Ikmal memberikan minum dengan telaten. Ia merasa bahagia saat Putri sudah sadar.


"Aku kenapa, mas?" tanya Putri saat sudah selesai minum.


"Kamu sakit sayang, kamu gagal ginjal tetapi kamu juga terinveksi saat kemarin di operasi pengangkatan rahim" jawab Ikmal yang memang tidak mau menyembunyikan sesuatu apapun.


Putri langsung meneteskan air mata nya dan berusaha agar tenang. Ia sudah cukup sangat menderita dengan penolakan yang di berikan oleh keluarga Gibran dan Ayu.


Ikmal memeluk Putri agar ia merasa tenang.


✴✴✴

__ADS_1


-Mansion Ardmaja.


Hari ini Elga berniat tidak masuk ke perusahaan karena suasana hati sang istri yang sedang tidak baik.


Elga akan membawa Ayu dan Baby Kafka berlibur ke Pantai. Ia sudah menyiapkan segalanya dari semalam.


Bi sari dan salah satu Art pun ikut serta dengan mereka pergi. Karena mereka akan menjaga Baby Kafka.


Sedangkan Lana hanya bisa pasrah dan pergi ke perusahaan bersama sang istri yang sedang hamil besar.


Vani akan membantu pekerjaan sang suami karena ia merasa kasihan karena semalaman Lana bergadang menemani Vani yang merasa sakit pinggang.


Keluarga kecil Elga pergi dengan menggunakan mobil. Mereka akan ke Pantai yang dekat saja tetapi Elga sudah memboxing tempat tersebut agar kosong.


Pak Jaka membawa mobil dengan kecepatan sedang saja.


"Wah perdana Baby Kafka akan berlibur, jika nanti sudah besar , kita akan berlibur keliling Dunia, iya gak Dadd?" tanya Ayu dengan antusias.


Elga tersenyum dengan celotehan anak dan istrinya.


Baby Kafka tertawa dengan renyah , bahkan tangannya tak tinggal diam dia selalu saja menepuk apapun yang dekat.


Ayu seolah melupakan masalah semalam karena Elga dan Baby Kafka mampu mengalihkan semuanya.


"Gemas sekali sih kau ini, Nak" ucap Ayu mencium perut Putra dengan sesekali menggelitiknya, Baby Kafka menepuk wajah sang Mommy dengan tangan mungil nya.


"Sayang lihatlah, dia ternyata galak pada Mommy" adu Ayu pada Elga.


Elga terkekeh dan memeluk kedua orang yang sangat di sayangi nya tersebut.


Bi sari , Art dan Pak Jaka tersenyum samar melihat kebahagian Nyonya dan Tuannya. Mereka semalam sempat ikut merasakan sedih melihat Nyonya baik nya menangis.


Hampir 2 jam di perjalanan mereka akhirnya sampai juga. Ayu segera keluar dan menunggu suami yang menggendong Putranya.

__ADS_1


"Wahhh lihatlah sangat indah bukan, Dadd" takjub Ayu dengan merentangkan tangannya.


"Bi tolong gelar tikar dan bawa makanannya ya. Itu dibawah pohon rindang itu saja. Jika kalian ingin bermain agau berenang tidak apa , barang-barang akan di jaga sama anak buah saya" ucap Elga dengan ramah.


"Baik Tuan" balas Bi sari.


Elga lalu berjalan menghampiri sang istri yang sedang bermain air dengan Putranya.


"Ganti baju dulu kalau mau berenang, Mom. Biar Baby Kafka sama Daddy saja disini" ucap Elga dengan lembut.


"Ahhhh kau memang suami terbaik , Dadd" girang Ayu dengan senang.


Elga mencium kilas bibir Ayu dan mengambil alih sang Putra. Elga dan Baby Kafka duduk di pasir dengan menikmati suasana Pantai tersebut.


Elga akan membiarkan istrinya melepaskan penat dalam pengawasannya.


"Lihatlah, Mommy mu seperti anak kecil bukan. Tapi Daddy sangat senang melihatnya" ucap Elga pada Putranya


"Nak , jika nanti kamu besar kamu harus menjaga Mommy dan Adikmu kelak. Karena kamu lelaki yang akan menjadi pelindung mereka setelah Daddy" ucap Elga kembali dengan mencium sang Anak.


Ayu datang dengan menggandeng kedua Art nya. Mereka akan berenang bersama dan Elga hanya mengangguk saja.


"Bersenang-senanglah" titah Elga dengan mencium kepala Ayu.


"Terimakasih, nanti malam akan ada servis terbaik" bisik Ayu dengan terkekeh.


Elga membulatkan mata nya berbinar. Ia menganggukan kepalanya dengan antusias.


Ayu terkekeh dan pergi berenang bersama dua Art nya. Mereka menikmati Pagi hari sampai siang di Pantai tersebut.


Elga hanya tersenyum melihat istrinya yang tertawa lepas dengan para Art. Elga kagum pada Ayu, ia tidak membedakan antara dirinya dan para Art di rumahnya. Bahkan Ayu terkesan sangat perhatian pada setiap Art yang ada di rumah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2