
1 Minggu kemudian.
Hari ini Ayah , Bunda dan Utari akan pulang ke Negara K. Mereka sudah hampir 1 minggu lebih mengunjungi Ayu, apalagi saat ini Nadin sedang sakit.
"Bunda kenapa cepet banget sih pulang nya" rengek Ayu saat mereka di Bandara.
Bunda Rahma memeluk Ayu dan mengecup kening sang Putri kesayangan.
"Nanti kau juga akan kesana kan sayang, jaga kesehatan dan jaga bayi dalam kandunganmu agar kau kuat pergi ke pernikahan anak nakal itu" balas Bunda tersenyum lembut.
"Ishh Bunda , aku ini cantik dan baik hati bukan anak nakal ya" kesal Utari.
Ayu terkekeh lalu memeluk Ayah dan Utari bergantian.
"Titip Ayah dan Bunda ya , doakan Kakak agar Kakak bisa ke sana nanti pas acara pernikahanmu" ucap Ayu lembut.
Utari memeluk kembali Kakaknya dengan sayang.
"Iya Kak , jangan terlalu lelah Kakaknya" balas Utari lembut.
Elga menghampiri sang mertua , ia memeluk dan menyalami nya.
"Hati-hati ya Ayah , Bunda. Jika nanti kandungan istriku kuat kami akan kesana" ucap Elga
"Baiklah Nak, Ayah akan menunggu kalian" balas Ayah Antoni lembut.
Ayah , Bunda dan Utari langsung masuk ke dalam pesawat dan melambaikan tangan pada Ayu dan Elga. Setelah pesawat lepas landas Ayu ikut Elga pergi ke perusahaan.
✴✴
Perusahaan Ardmaja.
Ayu dan Elga langsung menuju ke ruangan Elga. Sepanjang perjalanan Ayu tak melepaskan pelukan pada suaminya tersebut.
Ayu membalas setiap sapaan dari para karyawan , beda hal nya dengan Elga yang memasang wajah dingin.
Ting.
Lift terbuka Elga langsung membawa Ayu ke ruangannya agar cepat beristirahat. Lana sudah menunggu di luar ruangan Elga.
"Selamat siang Tuan" sapa Lana dan Vani.
"Siang juga" jawab Ayu tersenyum.
Lana ikut masuk ke ruangan Elga untuk membacakan jadwal.
__ADS_1
"Tuan nanti malam anda di undang dalam acara makan malam di Hotel Pramudya oleh Tuan Bono dari perusahaan B-crop" ucap Lana.
"Apa ada lagi?" tanya Elga datar.
"Tidak Tuan hanya itu saja" jawab Lana.
"Hmmmm , siapkan baju dan gaun untuk kami dan bawa kesini. Kau juga bersiap kita berangkat dari kantor, ajak Vani" perintah mutlak Tuan nya.
"Tuan kita juga harus bersiap , mereka akan melancarkan aksi nya nanti di acara tersebut" jelas Lana dengan serius.
Ayu langsung berdiri dan menghampiri mereka.
"Apa wanita itu yang akan beraksi, Lana?" tanya Ayu datar.
Glek. Lana menelan ludah kasar melihat wajah menyeramkan di hadapannya.
"Iya , Nyonya" jawab Lana cepat.
"Biarkan aku yang mengurusnya , akan ku buat dia dan Ayah nya menyesal telah berurusan denganku" ucap Ayu dengan dingin.
Elga langsung menghampiri dan memeluk nya dengan hangat.
"Jangan sampai kelelahan saja, Oke" ucap Elga mengingatkan.
Lana merinding melihat reaksi Nyonya nya tersebut.
"Sangat cocok , suami kejam dan istri menyeramkan" batin Lana.
"Kalau begitu saya permisi dulu , Tuan , Nyonya" pamit Lana dengan membungkukan setengah badannya.
Setelah Lana pergi , Ayu duduk di kursi kebesaran Elga.
"Sayang terus aku kerja bagaimana?" tanya Elga dengan terkekeh.
"Ohh aku ada ide" ucap Elga kembali.
Lalu ia menghampiri Ayu dan menggendong Ayu. Elga duduk di kursi kerjanya lalu mendudukan Ayu di pangkuannya.
"Isshhh kau mencari kesempatan sekali" gerutu Ayu.
"Kan lebih nyaman begini sayang" balas Elga lalu memeluk Ayu dan mencium pipinya.
Ayu duduk menyamping dan memeluk Elga. Elga terkekeh lalu membiarkannya saja.
Elga bekerja sambil memangku Ayu yang sudah mengdengkur halus. Ayu kembali memeluk Elga lebih erat bahkan bibirnya mengendus leher Elga.
__ADS_1
"Shit" gerutu Elga karena Ayu membangkitkan gairahnya.
Setelah mengendus-endus leher Elga , Ayu kembali terlelap dengan nyaman. Elga hanya membiarkan saja.
Sedangkan di luar ruangan Vani sedang di buat bingung karena ajakan dari Lana untuk ke acara nanti malam.
"Kenapa kau malah terlihat bingung" tanya Lana dengan datar.
"Sa saya tidak punya gaun bagus, Tuan" jawab Vani dengan pelan.
"Tenang saja , Nyonya sudah membelikanmu gaun yang cocok untukmu" ucap Lana dengan wajah datarnya.
Setelah berbicara dengan Vani , Lana pergi ke ruangannya sendiri.
Dia akan menelpon anak buahnya untuk mendapatkan informasi yang lainnya.
✴✴
Hotel Pramudya.
Hampir seluruh karyawan Hotel mengenal baik Ayu , bahkan sampai OB sekaligus pun tahu bagaimana Ayu orangnya.
Salah satu dari mereka mendapatkan perintah agar mencampurkan obat ke dalam minuman Elgaza suami dari Bos mereka.
Dia hanya menurut saja tetapi tidak akan melakukannya. Jadi dia melapor pada atasannya agar ia bertindak bagaimana.
"Halo Tuan Tama" ucap manager Hotel.
"Iya ada apa Pak Budi?" tanya Tama heran.
"Tuan begini , ada seseorang yang akan menjebak suami dari Nona Muda. Kami harus bagaimana mengatasinya" jawab manager tersebut
"Kalian telpon saja nomor Nona muda dan ceritakan semuanya. Aku yakin dia sudah tahu dan pasti akan melakukan sesuatu. Kalian jangan khawatir. Dan kalian akan mendapatkan bonus karena telah melaporkan untuk masalah ini dari Tuan Besar" ucap Tama dengan tegas. Setelah mengucapkan tersebut, Tama memutuskan teleponnya.
Sang manager merasa bahagia , ia langsung mengasih tahu bawahan nya karena hari ini mereka akan mendapatkan bonus.
Lalu mereka menelpon Ayu harus bagaimana menyikapinya.
Seorang OB yang mendapatkan perintah pun menyanggupinya pada seorang wanita yang menyuruhnya. Ia memasang wajah dengan sangat yakin.
Dia tidak akan mungkin mengkhianati Nona muda nya yang sangat baik. Bahkan keluarga nya sangat baik dan penolong.
.
.
__ADS_1