
Pagi hari nya , Ayu merasa tububnya di peluk seseorang. Ia mengerjapkan mata dan perlahan membuka mata nya.
"Ck aku hanya mimpi mungkin" gumam Ayu lirih.
Lalu ia berniat akan ke kamar mandi karena sudah pagi.
"Ehhh" kaget Ayu saat badannya di peluk kembali.
Dengan kaget ia melihat Elga yang sudah membuka matanya. Ayu berkaca-kaca dan memeluk Elga dengan erat.
"Mas , apa benar kamu bangun? Bukan mimpi kan" ucap Ayu terisak.
"Tidak , dia sudah bangun semalam tetapi kau tidur dengan pulas jadi Ayah dan Bunda di larang membangunkan atau memindahkanmu" balas Ayah Antoni yang baru saja masuk dengan Bunda nya.
"Masssss" rengek Ayu dengan manja.
Elga terkekeh dan memeluk kembali wanita yang sangat di sayanginya tersebut.
"Maafkan mas ya, kamu tidur pules banget sampai para suster membuka alat di tubuh Mas pun , kamu masih tidur" balas Elga lembut.
Ayu tak melepaskan pelukannya, bahkan ia terisak di pelukan Elga. Ayah dan bunda memutuskan menunggu nya di luar.
Elga mencium pucuk kepala Ayu dengan lembut. Ia mengusap punggung wanita yang sedang menangis di pelukannya.
"Kenapa kamu lama bangunnya, mas. Aku takut kamu pergi meninggalkan aku" ucap Ayu dengan terisak.
"Hei dengar sayang, mas tidak akan meninggalkan kamu dengan calon Baby kita. Kamu adalah hidupku dan kebahagian ku. Jangan menangis lagi kasihan Baby nya" bujuk Elga mencium mata Ayu bergantian.
Ayu mencium kilas bibir Elga , ia merasa bahagia karena suaminya sudah sadar.
"Hei mulai nakal ya" goda Elga tersenyum.
Ayu memeluk kembali Elga dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang Elga.
Elga terkekeh melihat Ayu yang malu. Ia memeluk kembali Ayu dan mengusap lembut perutnya.
Sedangkan di luar ruangan Lana , Vani dan Ikmal baru saja tiba. Mereka mendapatkan kabar kalau Elga sudah sadar.
"Biarkan dulu, mereka sedang melepas rindu" ucap Bunda dengan terkekeh.
"Ahhh iya, Nyonya. Ohh iya ini sarapan untuk kalian" balas Vani dengan memberikan papperbag di tangannya.
"Terimakasih, sayang" ucap Bunda tersenyum.
__ADS_1
Bunda dan Ayah sarapan terlebih dahulu , sedangkan mereka memilih ke kantin rumah sakit.
-Kantin
Ikmal meminum kopi dengan Lana. Sedangkan Vani hanya memesan beberapa camilan saja.
"Bagaimana dengan tawanan mu?" tanya Lana datar.
"Ck, mereka merepotkan saja. Hanya mendesah saja belagu untuk kabur dan berniat melenyapkan Ayu" decak Ikmal kesal.
Lana terkekeh melihat wajah kesal Ikmal.
"Tapi kau suka bukan, ada yang siap menampung benih mu di mansion" ucap Lana tertawa geli.
"Hmmm iya juga sih, tapi aku merasa mereka belum jera juga" balas Ikmal heran.
"Mereka masih berambisi untuk mencelakai Nyonya Ayu" ucap Lana dengan datar.
Drrtt Drrttt
"Halo, Bu" ucap Ikmal
"Nak, kau ada dimana? Kedua wanita itu terus di pakai oleh anak buahmu hingga mengakibatkan mereka pingsan dan ada darah keluar dari daerah kewanitaannya" ucap Ibu angkat Ikmal.
"Baiklah , Nak" ucapnya. Lalu ia mematikan ponselnya.
Lana mengeryit melihat Ikmal yang kesal.
"Kenapa kau?" tanya Lana
"Ck, wanita itu menyusahkan saja" gerutu Ikmal dengan kesal.
"Hei aku tidak ya" kesal Vani
Lana terkekeh dan mencium pelipis Vani dengan lembut.
"Bukan lo , tapi tawanan gue" gerutu Ikmal malas.
Vani hanya menganggukan kepala saja dan kembali fokus pada camilannya.
✴✴✴
Negara S.
__ADS_1
Putri dan Mika di bawa ke kamar tamu yang berbeda. Mereka di baringkan setelah di bersihkan badannya.
"Dokter akan segera tiba" ucap Ibu angkat Ikmal.
"Mereka ini menyusahkan saja" gerutu kepala pengawal.
Tak lama kemudian seorang Dokter datang dengan di antar oleh salah satu pengawal.
Dokter memeriksa Mika dengan teliti. Ia menghela nafas kasar.
"Nyawa dia tak tertolong karena kehabisan tenaga dan di perkosa dengan brutal" ucap Dokter tersebut membuat Ibu angkat Ikmal kaget.
"Ja jadi dia sudah meninggal?" tanya Ibu tersebut.
"Iya , mungkin sebelum saya datang dia sudah tak bernyawa lagi" jawab Dokter dan merapihkan alat-alatnya.
"Mari Dokter saya antar ke kamar sebelah" ajak Ibu angkat Ikmal.
Kepala pelayan menyuruh anak buahnya mengurus jenazah Mika dan menyuruhnya di kubur di halaman belakang.
Lalu ia menyusul Dokter tersebut ke kamar Putri.
"Bagaimana kondisi nya?" tanya Ibu angkat Ikmal.
"Dia harus di periksa secara keseluruhan, saya merasa dia terkena penyakit karena terlalu gonta-ganti pasangan. Dan sepertinya sudah berbahaya" jawab Dokter tersebut.
"Baiklah , siapkan semua nya sekarang kita bawa dia ke rumah sakit" ucap Ibu Ikmal.
Kepala pelayan memberitahu semuanya kepada Ikmal dan ia bilang akan kembali besok pagi dari Negara T.
Putri di gendong oleh Kepala pengawal menuju mobil. Ibu Ikmal menemani nya dan selalu berada di sisi nya.
Kepala pengawal tersebut membawa mobil dengan kecepatan tinggi, karena denyut nadi Putri melemah.
Hampir setengah jam mereka akhirnya sampai juga dan langsung membawa Putri ke ruang Gawat darurat.
Ibu Ikmal dan Kepala pengawal duduk di luar ruangan tersebut dengan wajah santai nya.
.
.
.
__ADS_1