Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Nana langsung saja mengerjakan beberapa berkas yang di berikan oleh Dio pada nya, jika sudah selesai ia akan mengirim file nya pada Dio kembali.


"Semangat sayang" ucap Dio di seberang sana.


"Terimakasih, Mas. Aku pasti bisa yaa" balas Nana dengan yakin.


"Kau pasti bisa sayang, aku yakin besok kau akan mendapatkan ilmu nya lagi dari Asisten lama Tuan Elga" ucap Dio dengan lembut.


"Iya aku tau, tapi aku ingin lebih dulu terbiasa dan mudah-mudahan aku besok sudah bisa" balas Nana dengan tersenyum.


Dio hanya memberikan tanda jempol saja pada Nana, lalu Nana tersenyum karena Dio sangat pengertian dan penuh perhatian.


Nana dan Dio terus saja berbincang lewat Vidio Call tersebut, Dio menemani Nana dengan ia juga mengerjakan tugas nya di kampus.


"Yeahh, Mas aku kirim file nya ya" ucap Nana dengan tersenyum.


"Iyaa sayang, setelah ini kau istirahat saja" balas Dio dengan lembut.


"Oke, Mas juga cepat pulang dan hati-hati" ucap Nana dengan penuh senyuman di wajah nya.


Dio menganggukan kepala dan mematikan panggilan Vidio nya, setelah itu Nana langsung membereskannya dan keluar kamar karena Qilla dan yang lainnya sudah datang.

__ADS_1


Nana bergegas saja keluar dari kamar, ia sekalian juga akan membantu masak bersama dengan Bibi Yun.


"Naaaaaaaaaaa" pekik Qilla saat melihat Nana berjalan ke arah dapur.


"Ingat ini mansion Qill, bukan di hutan belantara" ketus Nana dengan menghampiri Qilla.


Qilla langsung saja tertawa kecil saat mendengarkan ucapan absurd sahabat nya.


"Kalau ini hutan, berarti kita orang utan yaa" kekeh Qilla dengan merangkul Nana.


"Ogah, kamu saja sana" balas Nana dengan mencebikan bibir nya.


"Qill, aku mau masak dulu bersama Bibi Yun" ucap Nana menghentikan langkah nya.


Nana menganggukan kepala, lalu mereka memutar arah dan langsung menuju ke arah dapur.


Qilla dan Nana akan masak untuk makan malam, dengan wajah senang nya Qilla langsung mengeluarkan beberapa bahan dan juga alat masak nya.


"Bibi Yun kerjakan yang lain saja ya" ucap Qilla dengan ramah.


"Baik Nona" balas Bibi Yun.

__ADS_1


Mom Ayu dan Dadd Elga memang tidak marah atau bahkan melarang saat sang Putri kesayangan nya mengacak-ngacak dapur milik nya.


Bahkan mereka akan senang jika Qilla bisa mahir dalam hal memasak apapun ke inginannya.


Sedangkan di ruang tamu, Dadd Elga dan Mom Ayu sedang berbincang dengan Keluarga Hisama. Mereka sengaja bertamu ke mansion Ardmaja untuk menanyakan perihal lamaran buat Nana.


Bahkan Nana dan Qilla pun tidak tahu bahwa ada keluarga calon suami nya.


"Tuan, dimana Nana dan Qilla?" tanya Dio dengan di angguki oleh Zayn.


"Mereka sedang memasak, pergilah ke dapur" jawab Mom Ayu tersenyum.


Dengan segera Zayn dan Dio pun pamit pada orangtua disana, lalu mereka langsung saja menuju ke arah dapur.


Zayn terkekeh melihat wajah Qilla yang sedang serius dalam menumbuk bumbu, sedangkan Nana yang memasak.


Dio dan Zayn duduk di bar mini yang ada di dapur, mereka diam saja sambil melihat pemandangan kedua wanita tersebut sedang memasak dengan di selingi tawa di wajah mereka.


Bahkan para Art yang ada disana pun tidak memberitahu pada Nana dan Qilla karena di larang oleh Zayn.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2