
Ketika tiba di Restoran, Zayn langsung saja menghampiri meja sang Istri dan Mommy nya.
"Sayang, kenapa tidak mengajak makan siang" gerutu Zayn dengan wajah agak kesal.
Ehh
Uhuk Uhuk.
Qilla langsung tersedak saat melihat sang Suami ada di hadapan nya.
"Hati-hati makan nya, Nak" ucap Mom El khawatir.
"Maafkan aku, sayang" sesal Zayn.
Lalu Zayn memberikan minuman pada Qilla, ia juga mengelus punggung sang Istri dengan lembut.
"Duduklah disini, Lih" ucap Mom El lembut.
Galih menganggukan kepala dan duduk di dekat Mommy El.
"Mas, maaf ya tadi nya aku berpikir bahwa kamu masih meeting jadi aku tidak mengabari mu" ucap Qilla dengan pelan.
"Tak apa, aku sudah tahu kok" balas Zayn terkekeh.
"Ayo makan dulu saja, ini masih banyak makanan yang belum tersentuh. Tapi jika ingin yang lain pesan saja" ucap Mom El
"Ini saja Nyonya" balas Galih sopan.
Dan Zayn, dia sudah meminta suapan dari sang Istri tercinta nya.
"Ya ampun Tuan" batin Galih menggelengkan kepala.
Sedangkan Zayn dan Qilla, mereka cuek saja dan terus saja saling menyuapi.
__ADS_1
Setelah acara makan siang, Mommy langsung pulang bersama dengan sopir.
Sedangkan Qilla sendiri ikut bersama Zayn ke perusahaan.
"Puas emmm" ucap Zayn setelah mobil melaju di jalan raya.
"Hehehe, sangat puas sayang. Ini kartu mu" balas Qilla dengan memberikan kartu black card nya.
"Pegang saja, itu buat nanti kebutuhan kamu, sayang" ucap Zayn lembut.
"Terimakasih Suami aku" balas Qilla terkekeh.
Zayn menggelengkan kepala nya dan memeluk tubuh Qilla dengan erat.
**
Berbeda dengan Dio dan Nana, mereka baru saja membuka mata nya.
"Ya ampun badan aku serasa remuk semua" gumam Nana dengan beringsut duduk.
"Sudah bangun, em" ucap Dio yang membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"Udah siang ya, Bang?" tanya Nana lesu.
"Iyaa, ini sudah hampir jam 2 siang. Ayo makan dulu" jawab Dio.
Nana menganggukan kepala dan menerima suapan dari Dio, ia merasa tubuh nya sangat sakit semua.
"Mau langsung pulang?" tanya Dio di sela makan nya.
"Iyaa, kasihan Mommy jika kita terlalu lama disini" jawab Nana tersenyum.
"Baiklah, setelah ini kita langsung bersiap untuk pulang" ucap Dio.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Nana memutuskan membersihkan badan nya terlebih dulu.
Dio sendiri memilih membereskan pakaian nya ke dalam koper, karena ia sudah mandi sejak bangun tadi.
Setelah semua nya selesai, Dio menyiapkan pakaian untuk sang Istri.
Setelah itu, ia duduk di balkon kamar tersebut.
Nana keluar kamar mandi dengan handuk se paha nya, ia bersyukur karena Dio tidak ada di kamar.
Nana langsung saja mengambil pakaian yang sudah di sediakan Suami nya tadi.
"Uh manis sekali sih, Suami ku" gumam Nana dengan terkekeh.
Lalu ia dengan cepat menyelesaikannya , setelah di rasa cukup Nana langsung saja menghampiri Dio yang ada di balkon.
"Mas, ayo pulang" ajak Nana
"Oh sudah, ayo" balas Dio.
Lalu mereka berdua berjalan dengan saling merangkul, Nana bahkan tidak bisa jalan dengan benar akibat pergulatananya semalam.
"Silahkan Tuan, Nyonya" ucap sopir sambil membukakan pintu untuk kedua Tuan nya.
"Terimakasih, Pak" balas Nana ramah.
Dio memeluk tubuh Nana saat sudah di dalam mobil, bahkan ia memejamkan kembali mata nya dengan memeluk tubuh Nana.
.
.
.
__ADS_1