
Ayu Anjani Pramudya , wanita tersebut saat ini sedang berdiri di hadapan Paman dan Bibi dari suaminya.
"Buka penutup mata nya" perintah Ayu dengan dingin.
Anak buah Elga langsung membuka penutup dan penyumpal di mulut mereka.
"Hei kalian berani sekali dengan kami, hah" bentak Bibi Elga.
"Diam" bentak Ayu dengan aura dingin nya.
Hening.
Mereka merasakan aura yang sangat mencekam saat kilat amarah dimata Ayu. Bahkan Paman Elga pun terlihat meneguk ludah kasarnya.
"Ahh kau rupanya wanita murah
Plak.
Belum juga Bibi Elga selesai bicara ia sudah mendapatkan tamparan dari Lana.
"Lancang sekali anda memanggil Nyonya kami dengan tidak sopan" bentak Lana dengan geram.
Ayu hanya tersenyum tipis.
"Sebelum menyerahkan mereka ke Polisi , aku ingin mereka bermain dulu dengan Caty" ucap Ayu tersenyum.
Glek.
"Ternyata benar , Nyonya dan Tuan adalah pasangan serasi" batin salah satu anak buahny.
"Cihh, hanya Caty yang kau punya" ledek Bibi dan Paman Elga.
Anak buah Elga melotot tak percaya, Paman dan Bibi Elga tidak tau siapa Caty tersebut.
"Bawa Caty kesayanganku" perintah Ayu dengan santai.
"Baik, Nyonya" jawab salah satu anak buah nya.
Ck! Paman Elga hanya berdecak dengan senyum manis nya.
"Bawa cepat kesini" tantang Paman Elga dengan penuh yakin.
Lana hanya tersenyum tipis saja saat melihat wajah bahagia dari Paman Elga. Mereka belum tau saja siapa itu Caty.
*Grrrrrr
__ADS_1
Grrrr*
Anak buah Elga datang dengan membawa Singa besar yang sangat mengerikan. Ia langsung memberikannya pada Ayu karena jujur saja ia juga sangat takut.
*Glek
Glek*.
Paman dan Bibi Elga langsung menelan ludah kasar dan beringsut takut. Ia kira Caty adalah kucing manis. Tetapi nyata nya Singa jantan yang kapan saja menerkam mereka.
Ayu mengelus kepala Caty dengan sayang, bahkan Singa tersebut menguselkan kepalanya pada perut buncit Ayu.
"Apa kalian sudah tidak sabar bermain dengan kesayangan aku" ledek Ayu dengan penuh senyum kemenangan.
Bibi Elga sudah beringsut karena ketakutan.
"Buka ikatan mereka" perintah Ayu.
Tanpa menunggu lama , Bibi dan Paman Elga langsung berdiri karena takut pada hewan tersebut.
"Caty, bermainlah dengan mereka sepuasmu. Tapi jangan sampai di makan ya" ucap Ayu mengusap kepala Ayu.
Seolah mengerti ia hanya menguselkan kepalanya pada tubuh Ayu.
Ayu menyuruh mereka yang ada disana untuk keluar dan membiarkan Caty bermain dengan tawannya.
*Grrrrrr
Grrrr*
Singa tersebut terus saja mendekat ke arah dua manusia tersebut. Dengan langkah cepat Paman dan Bibi Elga berlari mengitari ruangan tersebut dengan rasa takut.
Caty sangat senang bahkan ia terus saja mengejear kedua nya penuh dengan semangat.
Elga , Ayah dan Bunda Ayu yang melihat bagaimana wanita yang sedang hamil besar itu menghukum Paman dan Bibi Elga dengan sadis. Elga meneguk ludah kasar begitupun dengan kedua Orangtuanya.
Mereka tidak menyangka bahwa Ayu juga memiliki sisi kejamnya.
"Ck! Menyeramkan sekali" decak Bunda dengan berlalu ke arah sofa.
Ayah Antoni terkekeh dan mengikuti langkah kaki istrinya.
"Istrimu sangat menakjubkan, Nak" puji Ayah Antoni dengan bangga.
Bunda hanya menggeleng kepala saja, ia tak habis pikir bahwa kekejaman Ayu itu di puji dua lelaki di hadapannya.
__ADS_1
Elga hanya tersenyum dan melanjutkan menonton apa yang sedang istrinya lakukan.
✴✴✴
Negara S.
Sudah 2 hari Putri di rawat di rumah sakit tersebut. Semakin hari ia semakin merasa sakit di perutnya.
Hari ini ia akan memeriksa nya dengan Dokter kandungan yang akan di temani oleh Ikmal.
Ikmal mengurung wanita yang selama ini menjadi sekertaris nya di perusahaan, sudah beberapa kali ia memyebutkan bahwa ia sangat mencintai Ikmal.
Hingga Ikmal di buat muak dan mengabaikan dirinya. Tetapi yang dia lakukan pada Mika dan Putri sudah kelewat batas , jadi ia akan di penjara seumur hidupnya.
Ikmal , Dokter kandungan dan Putri sedang melihat hasil USG. Putri hanya bisa pasrah saja saat ini.
"Bagaimana, Dok?" tanya Ikmal.
Dokter menghela nafas dan menyuruh mereka duduk kembali. Ikmal membantu Putri duduk kembali di kursi roda nya.
"Jadi begini Tuan , Nyonya. Nyonya Putri terkena Kanker Rahim yang sudah sangat parah dan jalan satu-satunya hanya dengan mengoperasi pengangkatan Rahim. Karena kalau tidak itu akan membahayakan nyawa, Nyonya" jelas Dokter dengan terperinci.
Putri sangat kaget bahkan ia meremas tangan Ikmal dengan erat. Ia sangat terpukul dengan kenyataan ini.
Putri menatap Dokter tersebut dan menghapus air mata nya.
"Jalankanlah Operasi nya, Dok" putus Putri dengan yakin.
"Put, tapi jika diangkat kamu tidak akan memiliki anak, kita cari cara lain saja, Oke" bujuk Ikmal
"Tidak akan ada yang mau dengan wanita Hina ini, Ikmal. Mereka pasti akan menertawakan ku dengan masalalu yang sangat kelam. Aku masih memiliki Jelita, setelah semuanya berhasil aku mohon lepaskan aku karena aku akan mencari Putriku dan Orangtua ku" mohon Putri dengan terisak.
Sang Dokter hanya diam saja tanpa ikut campur masalah mereka.
Ikmal mendesah pelan dan menghembuskannya kasar.
"Baiklah, setelah selesai kota akan menilah dan mencari anakmu dan kedua Orangtuamu" tegas Ikmal membuat Putri menatapnya dengan tidak percaya.
Putri hanya mengangguk saja dan nanti ia akan membahasnya dengan Ikmal.
Setelah mendapatkan keputusan , Dokter menyuruh salah satu perawat untuk menyiapkan ruangan operasi segera.
Putri di bawa keruangannya agar bisa istirabhat dengan tenang.
.
__ADS_1
.
.