
Setelah makan malam selesai, Zayn dan Qilla pergi ke halaman belakang.
Mereka akan berbincang disana, Qilla membiarkan Nana dan Dio yang akan menemani para orangtua membahas acara mereka.
"Kenapa jadi murung gitu?" tanya Zayn lembut.
"Aku sedih dong, Nana sebentar lagi akan nikah" jawab Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
Zayn sontak langsung terkekeh dan memeluk Qilla dengan gemas.
"Kalau Nana tahu kamu sedih begini, maka dia akan mengurungkan niat menikah dengan Abang. Karena dia tidak mau Adik nya menangis sedih, hmm" ucap Zayn dengan lembut
"Ish tidak mau, aku mau dia juga bahagia dengan pasangannya" balas Qilla cepat.
"Kalau begitu, jangan sedih dong" kekeh Zayn dengan mencubit gemas hidung Qilla.
"Sakit" rajuk Qilla dengan manja.
Zayn hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja.
Lalu Qilla menyenderkan kepala nya di dada bidang Zayn, mereka menikmati udara malam hari dengan memandang langit yang cerah.
"Sayang" panggil Zayn lembut.
"Hmmm" balas Qilla.
Zayn menghela nafas dan membuang nya dengan kasar.
"Aku besok akan pergi ke luar Negeri untuk urusan bisnis bersama Rega" ucap Zayn
"Berapa hari?" tanya Qilla sambil mendongkakan wajah nya menatap Zayn.
__ADS_1
"Huhh, 1 minggu" jawab Zayn pelan.
Qilla langsung membenarkan duduk nya dan menatap Zayn dengan lekat.
"Pergilah, aku akan menjaga diri disini dengan baik. Tetapi, cepat selesaikan urusan mu dan lekas lah kembali ya" ucap Qilla dengan senyuman di wajah cantik nya.
"Kamu ikut saja ya" rengek Zayn seperti anak kecil.
"Ish kau ini , aku akan menyiapkan acara pertunangan kita kan. Dan kau juga tidak bisa hadir di acara pertunangan Abang akhir pekan ini?" tanya Qilla.
"Aku akan usahakan datang. Acara nya masih 5 hari lagi" jawab Zayn dengan merebahkan kepala nya di pangkuan Qilla.
Qilla mengusap rambut Zayn dengan penuh kelembutan, ia sangat senang karena Zayn selalu saja bermanja pada nya.
"Jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup dan jangan telat makan" pesan Qilla dengan lembut.
"Jangan terlalu di forsir bekerja badannya, nanti sakit" ucap Qilla kembali.
"Boleh" balas Qilla cepat dengan berbinar.
"Besok semangat ya, jangan cantik-cantik ya" ucap Zayn dengan nada cemburu.
"Haha kau cemburu yaa" ledek Qilla dengan mencubit pipi Zayn.
"Ishh, pake ngeledek lagi" kesal Zayn dan bangun dari tidurannya.
Qilla tertawa kecil karena merasa lucu dengan Zayn yang sedang cemburu.
"Kau tenang saja sayang, aku tidak akan tergoda dengan lelaki mana pun, karena lelaki yang ada di hadapan ku jauh lebih menggoda" ucap Qilla lembut.
"Aku percaya itu, sayang" balas Zayn memeluk Qilla dengan hangat.
__ADS_1
Qilla tersenyum, ia jelas melihat ketulusan dari tatapan Zayn untuk nya. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil milik nya.
Setelah itu, mereka langsung saja bergegas masuk ke dalam mansion karena Bibi Art memanggil nya.
Hingga tak lama kemudian, Zayn dan keluarga pamit undur diri karena memang sudah larut malam.
***
Sedangkan di Club malam, Disti dan teman-teman nya sedang membicarakan undangan dari perusahaan Pramudya dan Ardmaja group.
"Aku penasaran sekali, siapa Cucu kesayangan dari Tuan Antony dan putri bungsu dari Tuan Elga ini ya" ucap teman Disti.
"Aku pun sama, makan nya besok malam kita harus datang kesana. Dan kabar nya dia juga kuliah di kampus yang sama dengan kita" timpal yang lainnya.
"Persiapkan diri kalian, kita harus datang kesana" ucap Disti dengan yakin.
"Kita senang-senang dulu yuk ah" ajak Disti menunjuk ke lantai dansa.
Lalu mereka semua menganggukan kepala dan pergi kesana.
Mereka berjoget ria disana tanpa beban dan masalah.
.
.
.
*Maaf ya sedikit-sedikit Up nya, Author nya lagi banyak tugas.
Tapi author sempetin Up kok, jangan lupa Like, Coment, Vote dan hadiah nya ya teman-teman.
__ADS_1
Terimakasih*.