Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Sahqilla


__ADS_3

Zayn dengan terpaksa berpamitan pada Qilla dan keluarga nya. Karena memang sudah malam dan Zayn sendiri tidak mungkin untuk menginap disana.


"Aku tidak apa, jangan khawatir" ucap Qilla dengan tersenyum.


"Hemmm, aku pulang dulu ya dan besok aku kesini lagi" pamit Zayn.


Qilla menganggukan kepala dan tersenyum lembut pada Zayn.


Lalu Mom Elysa pun berpamitan pada Qilla.


"Hati-hati ya Mom" ucap Qilla lembut.


"Iya sayang, cepet sembuh ya" balas Mom Elysa mengecup kening Qilla dengan lembut.


Nana dan Mom Ayu mengantarkan Zayn dan keluarga nya sampai di depan mansion.


"Mom pulang dulu ya" pamit Mom Elysa pada Nana.


"Iyaa Mom, hati-hati ya" balas Nana lembut.


Dio memeluk dan mencium pucuk kepala Nana dengan lembut.


Nana hanya tersenyum kikuk dan menunduk malu karena disana ada Mom Ayu.


"Ayo Mom" ajak Nana tersenyum malu.


"Biasa saja Na, ngapain malu" kekeh Mom Ayu.


Nana hanya cengengesan saja, lalu ia memeluk Mom Ayu dan tertawa kecil.

__ADS_1


Mereka berdua langsung saja masuk kembali ke kamar Qilla.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Qilla dengan heran.


"Enggak kenapa-kenapa" jawab Nana terkekeh.


"Heem, gak papa kan nikah nya aku dulu?" tanya Qilla dengan polos.


Semua yang ada disana menganga dengan pertanyaan Qilla yang bisa di bilang absurd.


"Boleh jitak kepala kamu gak Qill?" tanya Nana dengan gemas.


Sontak saja semua orang disana langsung saja tertawa karena merasa lucu.


"Mana ada, gak boleh lah" jawab Qilla dengan cepat.


Nana hanya mendengus saja karena kesal dengan tingkah sok polos Qilla.


"Yasudah kenapa gak bareng aja sih nikah nya?" tanya Opa Antony dengan enteng.


"Enggak mau" jawab Nana dan Qilla bersama


Mom Ayu dan Dad Elga tertawa kecil, mereka sudah seperti Kakak dan Adik saja.


"Opa, jika kita nikah nya bersama nanti siapa yang akan menemani Nana di pelaminan? Aku ingin Mom dan Dad yang menemani nya" jelas Qilla dengan tegas.


"Qilla" lirih Nana dengan sendu.


Mom Ayu menganggukan kepala dengan tersenyum , ia memeluk Nana yang duduk di samping nya.

__ADS_1


"Jangan menangis, kita akan selalu ada untuk mu, Nak" ucap Mom Ayu lembut.


Nana hanya menganggukan kepala dan langsung saja memeluk Mom Ayu dengan erat.


"Yasudah, kamu segeralah istirahat dan besok segeralah persiapkan pernikahan kalian berdua bersama Mommy kalian" ucap Dad Elga lembut.


"Oke Dad" balas Qilla tersenyum.


Mommy , Daddy serta Opa Qilla langsung saja keluar dari kamar Qilla. Sedangkan Nana, ia akan menginap disana karena permintaan Qilla.


"Tidurlah, ini sudah malam" ucap Nana lembut.


"Ish aku ingin curhat dulu" rengek Qilla dengan manja.


"Tidak akan, aku akan kena omel oleh Zayn jika kau tidur nya terlalu malam" balas Nana dengan segera menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Kau ini" kesal Qilla.


Lalu Qilla memejamkan mata nya dengan membelakangi Nana, ia sangat kesal karena Nana tidak mau di ajak bercerita terlebih dulu.


"Jangan ngambek, besok kita akan ke Mall dan kita bisa bercerita dengan puas disana" ucap Nana santai.


"Awas saja jika kau bohong" balas Qilla dengan cepat berbalik.


"Heemm" ucap Nana.


Lalu mereka berdua terlelap begitu saja, apalagi Nana ia langsung tidur dengan nyenyak karena lelah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2