
-Mansion Ardmaja.
Pahi ini , para Art di mansion Ardmaja di buat sibuk , karena keluarga Ardmaja akan mengadakan pesta Bbqan di halaman belakang.
Kafka mengundang Raka , Retika dan Delisa. Mereka akan mengadakan pesta Bbqan dan reuni.
Sela dan Qilla sedang menyiapkan apa saja yang akan mereka panggang, sedangkan Kafka menyiapkan panggangan dengan di bantu oleh penjaga.
Ayu , Elga , Lana dan Vani duduk di tikar yang ada di sana , mereka di larang membantu oleh anak-anaknya.
"Selamat pagi, Om dan Tante" sapa Retika , Delisa dan Raka pada Ayu dan lainnya.
"Pagi, sana gabunglah dengan mereka" jawab Ayu dengan ramah.
Raka langsung membantu Kafka dan cewe-cewe menyiapkan semuanya.
Qilla menunduk memilih Seafood yang besar sampai tidak menyadari kalau Delisa sedang membantu memilihkan.
"Terimakaa , ehhh ibu gulu" kaget Qilla saat melihat Delisa.
"Hai , Qilla" sapa Delisa lembut.
"Hehe hai , Bu" balas Qilla terkekeh.
Retika dan yang lainnya hanya terkekeh melihat wajah kikuk Qilla di hadapan Delisa.
"Apa kamu belum berlatih mengucapkan huruf R?" tanya Delisa sambil membantu Qilla
"Udah agak bisa sih, Bu. Tapi aku seakan telbiasa mengucap dengan huruf L" jawab Qilla cengengesan.
Kafka menghampiri Delisi dan mencium pucuk kepalanya dengan sayang.
Sontak saja membuat , Qilla , Ayu dan Elga melotot tak percaya. Mereka tidak percaya atas apa yang di lakukan Kafka.
Delisa menunduk karena malu, bahkan wajahnya pun sudah memerah seperti tomat.
"Hehhh bucin nya kumat yang baru saja bertemu sehabis LDR" ledek Retika terkekeh.
Ayu berjalan mendekati Kafka dan menatapnya dengan tajam. Kafka menghela nafas dan menghampiri Ayu.
"Nanti aku jelaskan, Mom" ucap Kafka memeluk Ayu.
"Mom tunggu" balas Ayu dengan tegas.
Kafka hanya terkekeh dan langsung ikut memanggang sate seafood dan yang lainnya.
__ADS_1
Delisa meracik sambal nya , sedangkan Sela dan Retika menyiapkan minumannya. Qilla hanya melihat saja karena keterkejutannya masih ada.
"Del , sambalnya bagi dua ya, yang pedes dan biasa saja" ucap Raka dengan teriak.
"Oke" balas Delisa
Delisa menatap Qilla yang sedang menatap dirinya dengan wajah bengong.
"Hei" tegur Delisa tersenyum.
Qilla hanya cengengesan dan langsung berlalu ke arah Ayu dan yang lainnya.
Delisa terkekeh dan merasa lucu dengan tingkah Adik dari Kafka.
"Mom" panggil Qilla dengan lirih.
"Kenapa?" tanya Ayu
"Tadinya aku ingin Abang menikah dengan Bu Delisa , tapi ternyata mereka sudah dekat" jawab Qilla dengan bingung.
"Biasakan menyebut huruf R, Dek. Itu bisa " tegur Elga dengan tegas.
"Hehe iya, Dadd" balas Qilla cengengesan.
"Emang Delisa itu gimana, Dek?" tanya Vani penasaran.
"Jika mereka jodoh Mom tidak akan melarangnya, Dek" ucap Ayu lembut.
"Emm tapi pernah mendengar dari guru lain kalau Bu Delisa itu tidak punya Orangtua dan dia mi miskin, Mom , Dadd" ucap Qilla dengan takut.
Elga mengusap lembut kepala Putrinya dengan sayang.
"Tidak apa , Nak. Daddy dan Mommy tidak akan masalah , yang terpenting mereka bahagia saja" balas Elga lembut.
Qilla langsung memeluk tubuh tua Daddy nya. Ia merasa bahwa keluarga nya tidak memiliki ke sombongan seperti Orangtua teman-teman nya.
Ayu mengusap lembut rambut Qilla dan mengecupnya pelan.
"Jika suatu saat nanti kamu juga memiliki pasangan , jangan melihat kasta nya tetapi lihat lah apa dia bertanggung jawab atau tidak" nasihat Ayu dengan lembut.
"Siap kanjeng ratu" balas Qilla memberi hormat pada Ayu.
"Huhh menggemaskan sekali" gerutu Vani memeluk tubuh Qilla.
Raka dan Kafka membawa semua hasil panggangannya ke pada para wanita.
__ADS_1
"Mom , Dadd ayo sudah selesai" ajak Kafka
Ayu dan yang lainnya berjalan menghampiri mereka. Kafka duduk di samping Delisa dan di ikuti oleh Qilla dan Orangtua nya.
"Tante , Om ini sambalnya tidak pedas" ucap Delisa menyodorkan mangkuk tersebut.
Ayu menerimanya dengan tersenyum.
"Terimakasih, sayang" balas Ayu lembut.
Delisa hanya mengangguk saja. Lalu ia mengambil piring dan mengisi beberapa Seafood , sosis dan bakso untuk Kafka.
"Agak banyak ya , buat berdua" ucap Kafka
"Oke" balas Delisa.
Setelah selesai , Delisa mengambil sambal pedasnya.
Kemudian Delisa mengambil lagi untuk Qilla. Ia hanya mengambil beberapa bagian saja.
"Ini untukmu, cantik" ucap Delisa tersenyum.
"Terimakasih, Bu" balas Qilla malu.
Retika dan Sela langsung ngakak melihat wajah malu Qilla yang biasanya urakan sekarang terlihat kalem.
"Kita makan berdua" ucap Kafka saat Delisa akan mengambil piring lagi.
Delisa menatap Orangtua Kafka dengan malu. Tetapi Ayu mengangguk saja dan tersenyum.
"Hmmm bucin" ledek Sela dan Retika, sedangkan Raka hanya terkekeh saja.
"Syirikkkk" balas Kafka
Mereka tertawa dan menikmati hasil panggangan tersebut.
Ayu dan Elga terus saja melirik Kafka yang sangat manja pada Delisa. Diam-diam Elga menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang Delisa.
Setelah selesai , Elga membawa mereka ke ruang keluarga untuk membicarakan soal Kafka yang akan mengambil alih ArdmajaGroup.
Delisa membantu Ayu membuatkan minuman dan camilan. Ayu merasa sangat cocok dengan gadis tersebut karena Delisa sangat lihai dengan dapur.
.
.
__ADS_1
.