
Pulau B.
Elga bangun terlebih dahulu dan tersenyum ketika manik matanya menangkap yang sedang terlelap dengan memeluk tubuhnya erat.
"Terimakasih, aku akan selalu menjaga dan melindungimu sayang" ucap Elga mencium pucuk kepala Ayu.
"Emmmmhh" lenguh Ayu
Elga melihat Ayu yang sedang mengerjap-ngerjap mata nya dan membuka mata perlahan.
Ayu tersenyum saat manik mata nya bertemu dengan manik mata Pria yang sudah menjadi suaminya tersebut.
Ayu memeluk erat tubuh tegap Elga dan menelusupkan wajahnya di dada bidang lelaki tersebut.
Dengan terkekeh Elga mencium pucuk kepala Ayu.
"Bangun yuk udah mau magrib" ucap Elga lembut.
"Hmmm ya sebentar lagi. Masih agak ngilu" balas Ayu mengkrucutkan bibirnya.
"Maaf yaaa" sesal Elga dengan sendu.
"Tidak apa , memang sudah kewajiban aku kok. Hanya saja cuma ngilu soalnya kan baru pertama lagi" ucap Ayu dengan menangkup kedua pipi suaminya.
Dengan sayang Elga mencium seluruh wajah Ayu dan tersenyum.
"Terimakasih, kamu wanita yang sangat aku cintai. Aku mohon jika suatu hari kita ada masalah atau apalah , kita harus menyelesaikannya dengan baik-baik ya" pinta Elga lembut.
"Iya mas , kita harus terbuka dan saling percaya. Jangan ada kebohongan sekecil apapun itu" ucap Ayu tersenyum.
Elga tersenyum lalu mengangguk. Lalu Elga membawa Ayu ke pelukannya.
"Aku berharap ini pernikahanku yang terakhir dan aku ingin kebahagian seperti yang lainnya" batin Ayu memohon.
**
Malam Hari.
Ayu dan Elga berjalan dan duduk di kursi yang ada di pinggir pantai buatan itu. Pengawal menyajikan makanan serta minuman untuk Tuan dan Nyonya.
Dengan manja Ayu menyenderkan kepala ke pundak Elga. Elga sangat senang melihat Ayu yang sangat manja padanya.
"Sayang, aku mohon kalau ada apa-apa, ataupun ingin apa-apa mintalah padaku. Karena aku ingin kau selalu bergantung padaku" pinta Elga dengan serius.
"Iya mas , aku janji aku akan selalu berbicara apa yang aku mau dan inginkan. Meskipun aku selalu mandiri tetapi aku akan berusaha bergantung padamu" balas Ayu lembut.
__ADS_1
CUP
Elga mencium bibir Ayu dan sedikit melu*atnya. Lalu Elga mengusap bibir Ayu yang basah akibatnya.
Elga memeluk tubuh istrinya dan menghirup aroma istrinya dalam-dalam.
"Aku sangat mencintaimu" ungkap Elga dengan serius bahkan sangat tegas.
"Aku juga mencintaimu, mas" balas Ayu tersenyum
Elga tersenyum senang saat mengetahui Ayu sudah mulai mencintainya dengan tulus. Terlihat dari pancaran mata indah Ayu bahwa ia mengucapkannya dengan tulus.
"Maaf Tuan , makan malam sudah siap" ucap salah satu pengawalnya.
"Hmmm" balas Elga.
Ayu bangkit dan mengajak Elga makan malam terlebih dahulu karena ia merasa sangat lapar.
"Lapar ya" ucap Elga terkekeh.
"Hmmm, gara-gara kamu sih" rajuk Ayu kesal.
Dengan sekali hentakan Ayu sudah dalam gendongan Elga. Elga membawa Ayu langsung ke meja makan.
"Mass ihh padahal aku bisa jalan" malu Ayu karena disana banyak pengawal.
Ayu hanya menatap dengan kesal , lalu ia mengambil makanan untuk Elga lalu untuknya.
"Terimakasih" ucap Elga tersenyum.
Ayu hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka mulai makan dengan damai.
Begitupun dengan para pengawal mereka makan malam bergantian dengan yang lainnya.
Ayu makan dengan lahapnya bahkan ia sampai nambah karena saking laparnya. Elga hanya membiarkan saja.
-Negara K
Hubungan Tama dan Nadin sudah tidak di sembunyikan lagi. Mereka bahkan sering jalan di sela kesibukan pekerjaannya.
Seperti saat ini Tama mengajak Nadin untuk berjalan-jalan ke Pantai.
"Din" panggil Tama
Nadin lalu memalingkan wajah dari ke indahan pantai tersebut dan menatap lelaki yang 1 tahun ini menjadi kekasih nya.
__ADS_1
"Kenapa, Tam?" tanya Nadin heran.
"Bagaimana kalau bulan depan kita menikah?" ungkap Tama mantap.
Nadin menatap tak percaya pada apa yang di ucapkan oleh Tama. Tetapi sorot mata Tama memancarkan keseriusan.
"Aku terserah padamu saja, Tam" balas Nadin menunduk malu.
Tama tersenyum bahagia. Dia sudah lama ingin menghalalkan wanita di hadapannya ini tetapi ia masih harus menjaga Ayu.
"Terimakasih, aku akan bicarakan ini pada Ayah" senang Tama. Lalu Tama memeluk Nadin.
Setelah itu mereka kembali karena sudah mau hampir malam. Nadin meminta berhenti di Restoran karena ia sudah merasa lapar.
Mereka memilih Restoran yang tidak terlalu ramai.
"Mau makan apa, Tam?" tanya Nadin.
"Samakan saja" balas Tama.
Setelah mereka memesan Tama menunjukan beberapa rekomendasi dekorasi dan cincin pernikahan.
Sebisa mungkin mereka akan mengurusnya berdua saja, karena mereka tidak ingin merepotkan Bunda.
-Mansion Pramudya.
Ayah , Bunda dan Utari saat ini sedang bersantai di halaman belakang.
"Ayah, aku punya feeling bahwa Putri akan balas dendam pada Kak Ayu" ungkap Utari gusar.
"Ayah juga punya feeling begitu, Nak. Saat ini anak buah Ayah dan Elga sedang mencari keberadaan mereka tapi hasilnya nihil. Mereka bersembunyi entah dimana" ucap Ayah Antoni menghela nafas.
"Bunda harap Ayu akan selalu waspada akan hal ini, aku tak ingin Putriku kenapa-napa" sendu Bunda Rahma.
Utari langsung menenangkan Bunda angkatnya tersebut dengan memeluknya.
"Bunda tenang saja, Kak Ayu sekarang sudah berada di sisi yang sangat tepat. Kak Elga akan menjaga nya dengan sangat ketat" ucap Utari tersenyum.
"Ya kau tenang saja, Bun. Ayu saat ini berada di tempat yang sangat tepat. Kau tau Bun , Elga menempatkan beberapa pengawal bayangan demi menjaga Putri kita" kekeh Ayah Antoni dengan bangga.
"Ya Ayah benar , sekarang kita harus cepat nikahkan si bungsu ini" ucap Bunda mencubit hidung Utari.
Utari langsung mencebik kesal karena selalu di olok oleh Bunda nya.
.
__ADS_1
.