Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
69


__ADS_3

Hari ini Elga dan Lana akan berangkat ke luar Kota , karena perusahaan anak cabang di sana membutuhkan Elga.


Elga merasa persaannya sangat tidak enak, bahkan ia sempat menolak pergi ke sana tetapi pekerjaan yang mendesaknya.


"Tenanglah mas, aku tidak akan apa-apa. Ada banyak pengawal kan disini" ucap Ayu menenangkan Elga yang gelisah.


Elga membuang nafas dengan kasar, ia memeluk kembali tubuh istrinya dengan lembut.


"Hati-hati ya , kalau ada apa-apa cepat hubungi mas" ucap Elga tegas.


Ayu mengangguk dan menyalami Elga. Elga pergi ke bandara hanya di antar oleh sopir saja. Ayu di larang untuk mengantar meski ia bersikeras menginginkannya.


Vani menemani Ayu duduk di halaman belakang dengan beberapa banyak camilan.


"Van , apa kamu gak ngidam?" tanya Ayu penasaran.


"Ngidam, Yu. Ngidam ingin selalu di peluk mas Lana" balas Vani cengengesan.


"Hais kau ini" ucap Ayu terkekeh.


Mereka bercanda ria mengisi waktu pagi nya. Terlihat pengawal dan Bi Sari yang berlari ke arah nya.


"Nyonya , kalian harus pergi dengan Bi Sari sekarang juga, cepat" ucap pengawal dengan tegas.


Ayu dan Vani di buat bingung dengan keadaan ini. Baru saja Ayu akan berbicara terdengar ke rusuhan di depan mansion.


"Saya mohon Nyonya , ayo pergi" ajak Bi Sari dengan panik.


"Ayo Ay" sentak Vani dengan menggandeng tangan Ayu menuju ke ruangan bawah tanah. Tempat persembunyian Elga.


Vani , Bi Sari dan tiga orang pengawal membawa Ayu ke ruangan bawah tanah yang tidak di ketahui oleh musuh. Bahkan mereka sudah berdiam di dekat pintu keluar yang akan tembus ke jalan raya.


Sedangkan di halaman mansion , mereka sedang baku hantam dengan anak buah Paman Tono. Mereka sengaja menyerang mansion tersebut.


Salah seorang pelayan menelpon Lana dan Elga dengan cepat.


"Tuan , mansion di serang Ahhhhh" belum selesai pengawal tersebut berbicara ia sudah mati tertembak.


***


Bandara.


Lana dan Elga mendapatkan kabar bahwa semua masalah disana sudah selesai teratasi. Dengan senyuman tipis Elga menyuruh sopir untuk kembali ke mansion.


Drrrttt Drrttt


Ponsel Lana bergetar tanda ada telepon masuk. Lana menatap heran karena tidak biasanya anak buahnya menelpon dengan beberapa kali.


"Halo"


"......."


"Apaaa , halo halo" ucap Lana dengan panik.


"Arrrgghhh sial" gerutu Lana dengan emosi.


Elga menatap Lana dengan tatapan bingung nya.


"Lan, ada apa?" tanya Elga penasaran.

__ADS_1


"Tuan, mansion di serang" jawab Lana gugup.


"APAAAAA" teriak Elga dengan panik.


Tanpa menunggu di perintah oleh Tuannya, sang sopir pun melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Lebih cepat" ucap Lana.


Elga sedang mencoba menghubungi Ayu tetapi tetap tidak bisa. Ia mencoba lagi sampai beberapa kali tetapi tetap tidak di jawab.


"Aku mohon bertahanlah, sayang" gumam Elga.


Jalanan mendadak agak macet hingga mobil mereka terjebak bebarapa saat. Tetapi berkat anak buah yang di bawa Elga dan Lana jalanan kembali normal.


-Mansion Ardmaja.


Pengawal bayangan yang selalu di utus oleh Tuan Antoni pun ikut serta membantu pengawal Elga yang bertugas menjaga di mansion.


Para pengawal terus baku hantam dengan sengit, pengawal Elga memang sedikit tetapi mereka sudah terlatih dan kuat.


Hingga dari arah luar banyak pengawal yang di utus Lana sudah terlebih dulu sampai.


Mereka segera menyerang balik lawan dan beberapa dari mereka segera masuk ke dalam mansion karena Bos dari mereka sudah menggeledah isi mansion.


"Cepat kalian selamatkan, Nyonya" teriak salah seorang pengawal Elga pada teman-temannya.


Di dalam mansion , Paman Tono sedang mencari keberadaan Ayu, ia sudah menggeledah ke sana ke mari tetapi tetap tidak menemukannya.


"Dimana Nyonya kalian?" teriak Paman Tono pada Art disana.


"Kami lebih baik mati dari pada harus memberi tahu dimana , Nyonya" bentak Bi Sumi dengan lantang.


DOR


"Bos mungkin mereka menyembunyikan istri Tuan Elga di ruangan bawah tanah" tebak salah satu anak buahnya.


Para Art langsung melotot , mereka tidak ingin Nyonya mereka dalam bahaya.


Tono mengajak anak buahnya langsung mencari jalan menuju ruangan bawah tanah.


"Jangan , kami mohon" teriak para Art tetapi tidak di gubris oleh Tono dan anak buahnya.


Setelah Tono dan anak buahnya pergi, datanglah para pengawal Elga.


"Cepat kalian susul Paman Tuan Elga. Mereka sedang ke halaman belakang dan mencari pintu ruangan bawah tanah" ucap Bi Sumi terbata.


"Kalian tolong mereka dan sebagian lagi ayo kita menyusul mereka" perintah salah satu pengawal tersebut.


Mereka berlari ke arah halaman belakang dimana pintu bawah tanah itu ada. Mereka melihat anak buah Tono yang sedang membuka paksa pintu itu.


DOR


DOR.


"Ahhh sialan, cepat kalian buka dan sebagian lagi hadang mereka" perintah Tono dengan menahan emosi.


"Siap Bos" jawabnya.


Brak

__ADS_1


Brak.


Pintu terbuka lebar dan dengan langkah cepat Tono dan 3 orang anak buahnya masuk ke dalam.


"Dimana kalian, aku tau kalian ada disini" teriak Tono dengan lantang.


"Cari mereka" perintah Tono.


Anak buahnya langsung berpencar mencari Ayu dan yang lainnya.


Sedangkan di halaman mansion , Elga dan Lana baru saja tiba dan dengan cepat turun dari mobil.


"Tuan , anda ke ruangan bawah cepat. Paman anda sudah menemukan Nyonya" ucap pengawal Elga dengan cepat.


Elga dan Lana segera berlari ke halaman belakang, mereka melihat para Art yang baru saja terbebas dari ikatan.


Bi sumi langsung menghampiri Elga dengan berjalan pincang.


"Tuan , saya mohon cepat selamatkan Nyonya" pinta Bi Sumi terisak.


"Kalian cepat hubungi tim medis dan obati mereka" perintah Lana sebelum ikut berlari ke belakang mengikuti Elga.


Terlihat disana anak buah Elga melumpuhkan lawannya dengan sangat keji.


Elga dan Lana langsung berlari ke bawah karena mendengar teriakan Ayu dan Vani.


Di ruang bawah tanah, Ayu dan yang lainnya belum sempat berlari ke luar ruangan tersebut jadi alhasil mereka tertangkap.


Para pengawal melawan anak buah Tono tetapi mereka kalah karena mereka tidak membawa senjata.


Ayu , Vani dan Bi Sari di seret paksa kehadapan Tono.


Brugh.


"Nyonya" teriak Bi Sari.


"Arrghhhhh" ringis Ayu karena perutnya terbentur lantai walaupun sedikit tetapi terasa nyeri.


"Kau akan mati menyusul ke dua mertua mu" ucap Tono menodongkan pistol ke arah Ayu.


"Jangan" teriak Vani dan Bi Sari. Mereka tidak bisa bergerak karena di pegangi oleh anak buah Tono.


Tono tersenyum saat melihat wajah Ayu yanh sudah panik dan ketakutan.


"Karena semua harta Elga sudah di ubah atas nama mu dan calon anak mu , jadi sekarang aku akan membunuh kalian saja sebelum membunuh Elga" ucap Tono kembali.


Vani dan Bi Sari sudah teriak bahkan menangis dengan histeris.


"Jika kematianku hari ini, aku ikhlas Tuhan. Jaga mas Elga untukku" batin Ayu pasrah.


DOR


DOR


"Tidakkkkkkkkk"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2