Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Zayn menatap heran ke arah sang Mommy yang menampilkan wajah sedih nya.


"Kenapa Mom?" tanya Zayn.


"Gak papa, ayo kita pulang" ajak Bu Ika dengan cepat.


Zayn hanya menganggukan kepala dan pergi dari Restoran tersebut.


***


Sedangkan Nana dan Qilla baru saja selesai membersihkan diri nya.


Mereka bersantai terlebih dulu sebelum keluar untuk mencari makanan yang lezat di pinggir jalan.


"Ayo Na, kita jalan-jalan malam terus berburu makanan yang lezat" ajak Qilla semangat.


"Makanan lezat nya buka di Restoran mahal kan?" tanya Nana kikuk.


"Ck, kita akan makan di pinggir jalan Nana" jawab Qilla dengan gemas.


Nana hanya cengengesan saja, ia lalu beranjak dari duduk nya.


Setelah itu, mereka langsung saja pergi dengan mengendarai motor nya.


Nana menggelengkan kepala saat melihat wajah Qilla yang semangat, padahal tadi dia mengeluh lelah.


Qilla terus saja mencari makanan pinggir jalan yang menarik perhatian nya, tetapi ia tidak menemukannya.


Hingga manik mata nya menemukan stand makanan khas negara I.

__ADS_1


"Kau pasti belum mencoba makanan khas Negara I, bukan?" tanya Qilla pada Nana.


"Iyaa, memang nya kau tau disini ada makanan khas Negara I?" tanya balik Nana.


"Noh ada, aku pernah di ajak kesini sama Paman Ikmal jadi aku tahu dong" bangga Qilla dengan segera memarkirkan motor nya.


Nana dan Qilla langsung menelan ludah kasar saat wangi makanan tersebut menyeruak masuk ke dalam hidung nya.


"Lets Go" ucap Nana dan Qilla serentak.


Nana mencari tempat dan sedangkan Qilla memesan beberapa makanan.


Nana dan Qilla memang baru saja mendapatkan gajih nya.


Sebenar nya Qilla juga ada uang untuk sekedar mentlaktir Nana, tapi dia bakal di tolak mentah-mentah oleh Nana.


"Qill, disini" teriak Nana saat melihat Qilla yang bersama si abang pelayana.


Di stand tersebut penuh dengan para pengunjung , mereka memang terlihat orang biasa tapi ada juga orang kaya.


Pelayan tersebut langsung menata makanan pesanan Qilla, di meja tersebut langsung saja penuh dengan makanan dan minuman.


Glukk.


Nana langsung menelan ludah kasar saat melihat banyak nya makanan disana.


"Qilla ini" ucap Nana dengan menajamkan mata nya.


"Jangan protes, semua ini sudah aku bayar pake uang dari Daddy karena menyuruh mengajak kau makan" balas Qilla dengan tegas.

__ADS_1


Nana hanya menganggukan kepala pasrah, ia juga tidak enak karena sudah beberapa kali menolak ajakan dari Qilla.


Qilla dan Nana langsung saja melahap makanan tersebut dengan tenang, mereka sangat menikmati makanan tersebut.


"Enak bukan?" tanya Qilla dengan tersenyum.


"Ya ini sangat enak, kita harus bisa belajar masak makanan Asia" jawab Nana dengan berbinar.


"Iya nanti kita akan belajar bersama dengan Mommy" ucap Qilla semangat.


Nana mengangguk sambil tersenyum, lalu mereka kembali makan.


Qilla begitu menyayangi Nana, ia bisa dikatakan Kakak, sahabat atau Ibu untuk nya.


Mungkin karena dia besar di Panti Asuhan jadi dia sudah dewasa sejak dini.


Hampir semua makanan yang di pesan Qilla habis oleh mereka, bahkan Qilla dan Nana sampai duduk dengan meluruskan kaki nya karena saking kenyang nya.


"Ya ampun aku kenyang sekali, Na" ucap Qilla dengan terkekeh.


"Panteslah, orang kamu makana dengan segitu banyak nya" balas Nana mencebikan bibir nya.


"Ck, kau juga sama kali" kesal Qilla yang di balas kekehan dari Nana.


Lalu mereka bersiap untuk pulang karena memang sudah terlalu malam.


Bahkan Qilla tidak sanggup membawa motor akibat kekenyangan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2