Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Setelah berbicara di atas panggung kecil, semua keluarga Elga turun untuk menyapa rekan bisnis dan keluarga nya yang hadir.


Disana juga sudah di sediakan jamuan makanan yang sangat menggugah selera para tamu.


Dio dan Mom Elysa langsung saja menghampiri Nana dan Qilla.


"Hai Momm" sapa Qilla dengan langsung memeluk tubuh calon mertua nya.


"Hai sayang, kau cantik sekali" balas Mom Elysa dengan mengecup kening Qilla dan Nana bergantian.


"Terimakasih Mom" ucap Qilla dan Nana bersama.


Lalu Dio memberikan ponsel nya pada Qilla, ia sudah sangat panas mendengar ocehan adik nya yang ada di seberang sana.


"Ini, bicaralah dengan Adik ku yang sangat menyebalkan" kesal Dio dengan menggandeng tangan Nana untuk pergi dari sana.


Qilla hanya tertawa kecil saja, lalu ia menatap Zayn yang sedang kacau bahkan tatanan rambut nya juga sangat acak-acakkan.


"Hai sayang" sapa Qilla dengan tersenyum manis.


"Bisa tidak jangan terlalu cantik, hmmmm" gerutu Zayn dengan kesal.


"Hei anak nakal, memang Qilla ini cantik. Lihatlah hampir seluruh pria yang ada disini menatap dengan penuh damba" ucap Mom Elysa dengan penuh godaan


"Mommmmmmmm" rengek Zayn dengan frustasi.


Qilla menggelengkan kepala melihat kelakuan Zayn, tetapi ia juga sangat senang karena Zayn sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Tenanglah, aku tidak akan berpaling. Cepat kembali saja" ucap Qilla dengan lembut.


"Sudah dulu ya, cepat selesaikan pekerjaannya agar cepat pulang" ucap Qilla kembali.


"Tunggu aku oke" balas Zayn dengan tersenyum kecil.


Tut.


Lalu Qilla memberikan ponsel nya pada Dio yang sedang duduk bersama Nana.


"Lihatlah" ucap Nana dengan memajukan bibir nya ke arah yang di maksud.


Qilla langsung duduk di sebelah Nana dan melihat apa yang di tunjukan oleh Nana.


"Wow, mereka ternyata datang. Mari kita sapa" ucap Qilla dengan tenang.


"Wah Abang kau tahu saja, hati-hati ya mereka itu ulat bulu yang berbahaya" ucap Qilla dengan mengambil makanan di atas meja.


"Hei mana ada aku mau sama cewe begituan, kalian tidak tahu saja kelakuan nya" balas Dio dengan bergedik.


"Kami tahu kok" ceplos Nana dengan santai.


Dio hanya mendelik ke arah sang kekasih, sedangkan Nana dan Qill hanya cengengesan saja.


"Tenang Bang, kita tidak seperti mereka kok" ucap Qilla dengan terkekeh.


Dio menghela nafas lega, ia lalu melanjutkan kembali makan nya.

__ADS_1


Lalu Nana dan Qilla pun ikut serta makan , Qilla bahkan hanya menganggukan kepala saja untuk membalas sapaan dari rekan bisnis Daddy dan Opa nya.


Hingga pada akhir nya meja mereka kedatangan para orangtua dan juga ada Disti dan yang lainnya bersama dengan orangtua nya.


"Sayang" panggil Mom Ayu


Qilla hanya tersenyum dan bangun dari duduk nya yang di ikuti oleh Nana.


"Kenalkan, mereka adalah rekan bisnis Daddy dan Opa serta mereka Putri nya" ucap Mom Ayu lembut.


"Salam kenal" sapa Qilla dan Nana dengan aura yang berbeda, bahkan mereka memasang wajah dingin nya.


Dio dan yang lainnya hanya tersenyum kecil saja melihat sikap Qilla dan Nana.


"Kau rugi Zayn, karena tidak menyaksikan semua ini" batin Dio dengan terkekeh.


"Hai Qilla, Nana" sapa Disti dan teman-temannya.


"Hai" jawab Nana datar.


Disti dan teman-teman nya di buat kikuk dengan sikap Nana dan Qilla yang sangat jauh berbeda dengan yang kemarin.


Bahkan Qilla yang selalu konyol dan ceplas-ceplos pun terlihat sangat datar dan dingin.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2