
Hingga tak lama kemudian mobil yang membawa Zayn dan Qilla sampai di Rumah nya.
Terlihat Mom El langsung berdiri dan menghampiri Qilla yang sudah keluar dari dalam mobil.
Qilla langsung saja berlari ke dalam dan menuju ke wastapel dapur, ia memuntahkan makanan yang sudah ia makan tadi.
"Ohekk Ohekk"
Zayn pun ikut serta berlari dan memijat pelan tengkuk leher Qilla, ia dengan telaten memberi air minum pada Qilla.
"Sudah enakan?" tanya Zayn lembut.
"Heemm, tapi aku lemas banget" jawab Qilla dengan memeluk tubuh Zayn.
Mom El, Dio dan Nana hanya diam dengan wajah yang bingung bahkan panik.
"Sayang, kamu sakit?" tanya Mom El lembut.
Qilla menggelengkan kepala nya, ia lalu menatap Mom El dengan senyuman.
"Ayo duduk dulu di sofa" ajak Nana dengan cepat.
Zayn lalu menggendong tubuh Qilla dan membawa nya ke ruang keluarga.
Qilla di rebahkan disana dengan berbantalkan paha Suami nya.
"La, kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Nana dengan khawatir.
"Aku tidak apa, mungkin sudah biasa untuk wanita yang sedang hamil" jawab Qilla dengan tersenyum.
Mom El langsung saja menatap nya dengan berbinar, begitupun dengan Nana.
Lalu Qilla bangun dari tidurannya dan duduk di samping Suami nya.
"Apakah benar sayang?" tanya Mom El dengan senyuman.
"Ya Mom, Qilla sedang mengandung dan usia nya baru 8 minggu" jawab Zayn dengan bahagia.
__ADS_1
"Berarti kita sama" celetuk Nana dengan girang.
"Maksudnya?" tanya Mom El dengan bingung.
Dan sedetik kemudian wajah Mom El langsung saja bahagia dan ia memeluk Nana dan Qilla bergantian.
"Jadi kalian sedang hamil?" tanya Mom El memastikan.
Nana dan Qilla kompak menganggukan kepala nya, bahkan Nana memeluk Qilla dengan erat.
"Usia kandungan mu hanya berbeda 4 minggu dengan ku, Qil" ucap Nana dengan bahagia.
"Ahh rasanya Tuhan sangat baik pada kita, hingga dia mengirimkan malaikat kecil pada kita berdua berbarengan" ucap Qilla dengan penuh haru dan bahagia.
"Bisakah kalian berdua tinggal di Mansion Mommy, dan kalian berdua berhenti bekerja?" tanya Mom El dengan serius.
"Aku setuju" ucap Dio dan Zayn kompak.
"Baiklah aku ikut apa kata suamiku saja" balas Qilla tersenyum.
"Aku pun begitu" timpal Nana.
Qilla dan Nana tidak menyangka akan mendapatkan kabar bahagia berbarengan dengan sahabat nya sekaligus Adik ipar nya.
Mom El lalu mengajak mereka untuk istirahat terlebih dulu, ia tidak igin Qilla sampai kelelahan karena baru saja tiba di Rumah.
Qilla dan Zayn masuk ke dalam kamar nya , begitu pun dengan Dio , Nana dan Mom El.
Mereka nanti akan bertemu lagi untuk makan malam di lantai bawah.
**
Sedangkan di markas, saat ini Reno dan Tiara sedang istirahat dari pekerjaan nya.
Pekerjaan mereka sudah berganti sejak kemarin sore, mereka kini membantu para pekerja lainnya untuk mengawasi jalannya bisnis keluarga Zayn dan Qilla.
"Kak, aku sangat bersyukur kita sampai disini. Karena itu membuat kita menjadi lebih baik lagi dan bahkan aku bahagia tinggal disini" ucap Tiara dengan mengelus perut nya yang sudah agak buncit.
__ADS_1
"Kakak juga bahagia Dek, kita bisa menjadi manusia tidak serakah dan juga lebih baik disini" balas Reno dengan lembut.
Ya, Tiara hamil karena saat itu anak buah Zayn lupan akan pengaman dan bahkan ia sendiri yang meniduri Tiara tanpa ada teman-temannya.
Dan, dia sendiri sudah menikahi Tiara sejak 2 bulan yang lalu saat Tiara terbukti hamil anak nya.
Sebenarnya ia menaruh hati pada Tiara hingga ia berani mengambil keputusan menikahi saat Zayn dan Dio menyuruh nya.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka, dan masuklah Tio yang membawa pesanan Tiara.
"Wah icecream" pekik Tiara dengan bahagia.
"Makanlah, tapi ingat jangan terlalu banyak" ucap Tio dengan lembut.
"Terimakasih, Mas" balas Tiara dengan berbinar.
Tio menganggukan kepala nya dan ia mengecup lembut perut Tiara.Lalu ia duduk bersama dengan Reno sambil melihat bagaimana Tiara melahap icecream nya dengan bahagia.
"Apa kalian benar-benar tidak ingin keluar dari sini?" tanya Tio.
"Apa kau ingin berjauhan dengan Istrimu?" ledek Reno dengan terkekeh.
Tio hanya cengengesan dan menggelengkan kepala nya, ia mana mau berjauhan dengan Tiara dan calon anak nya.
"Kita sudah bahagia tinggal disini dengan kalian , aku bahkan tidak keberatan sama sekali" ucap Reno dengan tulus.
"Disini memang sangat damai, kita berbaur dengan para pekerja lainnya dengan baik" balas Tio.
Lalu mereka mengobrol cukup lama, dan Tio bersama Tiara pamit pada Reno untuk ke kamar nya.
Mereka memang di fasilitasi dengan kamar di markas, tetapi hanya orang-orang kepercayaan Zayn lah yang ada disana.
.
.
__ADS_1
.