Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun tiba, hari ini adalah pertunangan antara Dio dan Nana.


Tamu undangan hanya kerabat dekat, teman sekelas dan Dosen di kampus tempat Dio mengajar.


Semua tamu undangan sudah hadir dan memenuhi halaman depan Mansion keluarga Ardmaja.


"Cantik sekali sih kamu, Na" puji Qilla dengan berbinar.


"Kau juga cantik, Qill" balas Nana tersipu malu.


Qilla langsung menghambur memeluk tubuh Nana, Qilla bahkan memeluk nya erat.


"Hei , ini aku sesak nafas" ucap Nana dengan memukul tangan Qilla pelan.


Ehh.


Qilla langsung saja terkekeh saat melihat Nana yang sudah memasang wajah kesal nya.


"Ck, kau bisa membunuh ku" ucap Nana dengan nada yang kesal.


"Hehehe, maaf kan aku Kakak" balas Qilla dengan wajah memelas nya.


"Ck, males aku lihat wajah kamu" ucap Nana melongos.


Sontak saja Qilla langsung tertawa terbahak mendengar ucapan Nana, begitupun dengan Nana ia juga ikut tertawa kecil.


"Aduh, aku yakin sekali nanti Kak Dio akan termehek-mehek melihat kamu, Na" olok Qilla dengan tertawa kecil.


"Kau bisa saja, Qill" ucap Nana menunduk.


Qilla tergelak lagi dengan melihat wajah malu dari sahabat nya.

__ADS_1


"Kau jangan senang dulu, besok kita akan meeting dengan beberapa klien jadi siapkan mental mu" ucap Qilla dengan santai.


"Sudah tahu, bahkan aku sudah mempelajari berkas nya" balas Nana.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka, terlihat Mom Ayu datang dengan senyuman di wajah nya.


"Ayo, Nak" ajak Mom Ayu tersenyum.


"Sudah pada datang ya, Mom?" tanya Qilla sambil membantu Nana bangun dari duduk nya.


"Sudah , makannya Mommy ngajak kalian keluar juga" jawab Mom Ayu tersenyum kecil.


"Oke" balas Qilla.


Lalu mereka berdua keluar dengan menggandeng tangan Nana.


Hampir semua mata tertuju pada mereka, Qilla langsung saja duduk di dekat sang Daddy.


Qilla langsung menatap sang Daddy dengan malas, bahkan ia melongos begitu saja.


"Dia tidak datang, katanya masih di luar Negeri" ucap Dadd Elga setengah berbisik.


"Dadd, jangan bercanda ya" kesal Qilla dengan wajah di tekuk.


"Siapa yang bercanda, kalau pun ada dia sudah ada disini" ucap Dadd Elga santai.


Qilla langsung saja memalingkan wajah nya karena merasa kesal dengan Daddy-Nya.


"Apa iya dia tidak jadi pulang" batin Qilla dengan sendu.

__ADS_1


Qilla hanya berdiam diri di tempat duduk nya, bahkan ia tidak berselera untuk mencicipi makananya.


Hingga pada akhir nya acara tukar cincin pun selesai dan Zayn tidak juga muncul.


Qilla langsung saja masuk ke mansion dan berlalu ke halaman belakang, dia berdiri di dekat kolam berenang dengan menatap langit yang indah.


"Dia sudah janji akan pulang, tetapi dia tidak ada" gumam Qilla.


Dia hanya bisa menghela nafas kasar, lalu ia kembali menatap ponsel nya yang sedari tadi di tangannya.


Hufh.


Ehhh.


Qilla sangat kaget saat ada tangan seseorang yang memeluk nya dari belakang, tetapi ia langsung tersenyum saat mengetahui bau wangi parfume nya.


"Maaf" lirih Zayn dengan mengeratkan kembali pelukannya.


"Hmmm" balas Qilla dengan menyenderkan kepala nya di dada Zayn.


"Cuaca disana sedang buruk jadi aku memundurkan jadwal berangkat nya" jelas Zayn.


"Aku tidak apa, yang terpenting kau pulang dengan selamat" ucap Qilla lembut.


"I Love You" bisik Zayn dengan lembut.


"Me Too" balas Qilla


Lalu Qilla membalikan tubuh nya dan memeluk Zayn dengan sangat erat.


Ia bahkan menghirup aroma wangi di tubuh lelaki yang akan menjadi Suami nya ini.

__ADS_1


.


.


__ADS_2